pulangpulangganteng

Kemarin ngelihat ada tulisan tentang pulangpulangganteng di lini masa, setelah ngecek ternyata sebuah webseries baru, tak kira tukang cukur beneran. Akhirnya ngecek link pulangpulangganteng.com

Di web series itu diceritakan tentang usaha potong rambut seorang pemuda bernama Gilang, nah, Gilang sendiri ternyata sudah putus kongsi dengan sahabatnya dan kemudian dalam web series ini muncul konflik-konflik seru.Diperankan oleh Arya Saloka Yuda yang berperan sebagai Gilang, Mohamad Iqbal Sulaiman sebagai Faiz, Prayoga SE sebagai Bapak Kalani, Meisyarah Oemry sebagai Kalani dan banyak bintang tamu lainnya.

Di mana si Gilang merasa semuanya sudah berakhir, tetapi dirinya tetap menyemangati dirinya untuk tetap mempertahankan barbershop itu. Si Bayupun akhirnya meminta Gilang untuk mengembalikan modal yang dia dan Gilang berikan.

Merasa bahwa Barbershop Pulangpulangganteng tersebut salah lokasi, usaha yang sudah dijalankan 5 bulan itu akhirnya pecah kongsi juga. Untungnya si Gilang ini merasa bahwa usahanya masih bisa dijalankan, dengan sisa semangatnya. ๐Ÿ˜

Tak hanya drama antara teman yang berbisnis, tapi juga ada drama percintaan juga. Video yang digarap bareng dengan Telkomsel DigiLife Style ini memberikan cerita yang asik. Ternyata pemeran yang ada di dalam Web Series ini aktingnya oke juga, yaaa.. karena mereka juga para pemain teater juga. Apalagi settingan di barbarshopnya yang asik.

Web series yang tayang selama bulan Ramadan ini akan update setiap menjelang buka puasa, dan setiap jam 4 sore akan ada updatenya di link tautan ini: pulangpulangganteng.com

Seperti apa ceritanya, ini trailernya:

LBA_KepO_Sekolah_Bikin Video

 

Setelah sukses event Loop Kepo 2015, kini pada tahun 2016 ini, Telkomsel Regional Semarang bersama Loop_ID saat ini sedang mengadakan lomba video pelajar SMP dan SMA dengan hadiah total 50 Juta Rupiah.

Pada tanggal 3 Juni lalu, bertempat di SMK Negeri 2 Semarang, Telkomselย  Regional Semarang dan Loop Kepo memulai promonya untuk mengenalkan lomba dan event Loop Kepo. Tak hanya kota Semarang, Lomba Video ini juga ada di 50 kota di Seluruh Indonesia.

Selain mengenalkan trend baru ber-sosial media selain twitter, FB, Vlogging saat ini sedang naik daun di kalangan anak muda, selain nantinya juga bertujuan untuk melombakan video dari seluruh sekolah dari SMP sampai SMP di 50 kota di Indonesia. Tak hanya hadiah jutaan rupiah, nantinya untuk pemenangnya akan diajak kolaborasi video bersama @Pandji dan @radityadika, tentunya mereka juga akan menjadi tutor untuk para pemenang Telkomsel Loop Kepo 2016 itu.

 

Untuk kota Semarang, Telkomsel memulainya dengan SMK Negeri 2 Semarang, Di SMK Negeri 2 Semarang diadakan berbagai lomba, salah satunya adalah lomba dance antar kelas

 

IMG_2016-06-08 15:05:18IMG_2016-06-08 15:05:26IMG_2016-06-08 15:05:32LoopKepoSemarang

Selain lomba antar kelas, lomba video adalah hal yang paling penting di event ini, di Semarang sendiri mengundang Rizki Rengganu seorang videografer dan video editor yang nantinya akan mendampingi dan memberikan ilmu kepada para peserta cara membuat konten yang menarik di Social Media yang nantinya akan dilombakan di http://kepo.loop.co.id/.

Untuk keterangan cara mendaftar/submit event Loop Kepo ini, lebih lengkapnya bisa langsung ke web Loop Kepo di: http://kepo.loop.co.id/.

 

Screen Shot 2016-05-18 at 15.31.00

Saya menulis ini karena beberapa kali menemui pertanyaan yang ditujukan kepada saya, kenapa kok saya selalu bawa pisau. Hmm. Akhirnya kepikiran untuk menulis alasan saya di blog saya ini, itung-itung curhat sedikit.

Jadi gini, alasan saya kenapa membawa pisau/MultiTools. Sebelumnya saya mau cerita dulu awal muasal saya suka benda tajam ini. Jadi begini ceritanya,

Sebenarnya agak sedikit emosional kalau bercerita perkara suka pisau, tapi gakpapa lah, jadi awalnya adalah Almarhum Eyang saya dulu adalah seorang penggemar barang-barang yang menurut saya yang masih kecil itu mempunyai koleksi yang cowok banget lah, dari akik, jam tangan, sampai ke barang tajam, dari katana/pedang samurai(yang katanya masih bau darah penjajah), bayonet, Pisau Victorinox dengan handle tanduk rusa, sampai keris yang kata seorang pakar adalah keris sepuh yang akhirnya keris tersebut diwariskan ke Bapak saya. Meski akhirnya beberapa barang itu tidak tau keberadaannya sampai sekarang karena hilang tau gimana saya juga cari tidak ketemu selepas eyang saya meninggal.

Ya, namanya juga anak kecil, pasti mempunyai idola masa kecil, nah, idola masa kecil saya waktu itu adalah Almarhum Eyang saya ini. Bahkan ketika saya kecil, saya keplathok arit ketika mainan di sebuah pabrik batik di Solo, bekasnya masih ada sampai sekarang di jari telunjuk saya. Ternyata kesukaan saya tentang barang tajam ini sudah lama salah satunya ketika masa kecil saya sendiri punya pengalaman ketika kecil mlindeske paku di rel kereta sehingga bisa dibuat sebagai pisau2an. Tapi sayangnya mainan itu terlalu bahaya ketika dipegang anak kecil.

Berjalannya waktu sampai akhirnya Eyang saya meninggal saya pun sedikit sedikit kok lambat laun seperti Almarhum Eyang saya, sebelum musim akik, saya sendiri sudah memiliki dan mamakai akik dan pernah saya tulis di sini. Kemudian berjalannya waktu dan rejeki, saya akhirnya bisa membeli pisau sendiri, oh ya, sebelum saya membeli pisau sendiri saya pernah memesan parang dari seorang OB yang kebetulan tetangganya adalah seorang pande besi di Bantul sana.

PISAU PERTAMA SAYA

Perkara pisau pertama saya saya sendiri tak ingin asal memilih pisau, yang jadi pertimbangan saya adalah harga dan kualitas untuk menjadi pisau pertama. Pada awalnya saya sendiri tidak ingin menjadikan mempunyai pisau ini menjadi sebuah hobi dan memang tak ingin jadi hobi, tapi sebagai sarana pertahanan diri.

Agak sedikit bercerita dulu, dahulu saya pernah bekerja di sebuah perusahaan yang saya sendiri harus bekerja di ‘jalanan’, pernah sampai akhirnya saya pun nyaris menjadi korban perampasan. Dari kejadian tersebut saya kemudian berfikir, kayaknya penting juga memiliki alat pertahanan diri ketika berada di jalanan. Apalagi saya sering pulang malam, sehingga kadang diperlukan juga jika keadaan mendesak.

Setelah kejadian itu dan kebetulan memiliki rejeki, saya kemudian memikirkan untuk memiliki alat pertahanan diri, bukan pistol, karena perijinan senjata api sendiri di Indonesia sangat susah untuk sipil membawa senjata api. Meski pisau sendiri untuk perijinan di Indonesia masih belum di-legalkan, banyak kasus orang yang membawa senjata tajam malah tertangkap polisi.

Nah sayapun belajar perihal pisau yang sekiranya bisa diselipkan atau ‘disembunyikan’ dan tidak mencolok ketika disimpan, kemudian jatuh pilihan saya ke Spyderco Tenacious sebagai pisau pertama saya. Kenapa saya memilih Spyderco Tenacious karena pisau ini dari harga juga masih masuk akal dan menurut kabar bahwa pisau Spyderco Tenacious terkenal sebagai pisau yang cukup bandel di kelasnya dan cocok untuk dipakai sebagai alat pertahan diri. Nah, setelah saya memiliki pisau pertama saya, saya agak sedikit merasa ‘aman’, karena ketika saya pergi luar kota dengan motor pulang malam-pun saya tidak masalah. Pisau itu selalu saya bawa kemanapun saya pergi jika memungkinkan. Oh, ya belum menjawab pertanyaan kenapa bawa pisau ya.

Jadi gini, karena racun dari mas sandal(tetep nyalahke :))), saya akhirnya mempunyai pisau sebanyak 5 buah. Spyderco Tenacious, Spyderco Pingo, Kershaw Amplitude, Swiss Army Knife Seri Alox, Leatherman Tools seri Style. Semua pisau memiliki kemampuan dan kegunaan sendiri-sendiri.

  1. Spyderco Tenacious:
    Spyderco Tenacious

    Spyderco Tenacious

    Saya membeli Spyderco Tenacious ini dari rekomendasi seorang yang sungguh mempengaruhi diri saya perihal meracuni hal beginian, beliau adalah mas @sandalian dari mas Yeni ini saya cukup diberikan pengetahuan perihal pisau, karena dari track recordnya beliau ini cukup paham seluk beluk pisau yang termasuk bagian dari EDC(EveryDayCarry). Kemudian saya memberanikan diri untuk memesan pisau itu ke Mas Sony via aku FB-nya Paracraftz. Pada akhirnya pisau ini istirahat dulu, karena pisau ini menurut saya terlalu besar jika dimasukin ke saku celana, dan terlalu intimidatif karena ukurannya jika dibuka di depan umum. Tapi tetap, pisau ini masih menjadi cinta pertama saya.

  2. Spyderco Pingo:ย 
    spyderco pingo

    Spyderco Pingo

    saya membeli pisau kecil ini dari kawan saya yang meracuni saya babagan pisau ini, siapa lagi kalau bukan mas Yeni. Pada awalnya saya memutuskan untuk membeli karena saya merasa butuh pisau kecil, karena tidak terlalu mencolok/intimidatif ketika dibuka di depan umum. Masih fungsional sebagai alat pembuka bungkus dan memotong/sebagai alat pertahanan diri ketika diperlukan, meski secara design pisau ini imut sekali.

  3. Swiss Army Knife seri Alox:
    Swiss Army Knife Alox

    Swiss Army Knife Alox

    saya jadi ingat ketika masa kecil saya, ketika saya memegang pisau SAK(Swiss Army Knife) kepunyaan Almarhum Eyang saya, dan siapa sih yang gak pengen punya utility knife seperti Mac Gyver. Itulah saya memilih seri ini karena saya melihat banyak kegunaan di dalamnya. Pernah pada suatu saat saya kesulitan untuk membuka botol dan mengencangkan sekrup ketika di jalan dan pisau ini cukup membantu saya.

  4. Leatherman Multi-Tools seri Style:
    Leatherman Style

    Leatherman Style

    sebenarnya saya beli ini karena hanya lapar mata saja waktu itu. Karena seorang teman di FB menjual seri ini dengan harga yang cukup murah, lagipula, di seri Style buatan Leatherman adalah termurah di merk-nya. Dan di dalamnya sebenarnya sudah cukup diwakilkan oleh Swiss Army Knife yang sudah saya miliki.

  5. Kershaw Amplitude 2.5:
    Kershaw Amplitude 2.5

    Kershaw Amplitude 2.5

    saya akhirnya membeli ini karena saya pernah mengalami kejadian agak ndak enak, ketika saya pulang sehabis mengantar pulang pacar(sekarang sudah jadi istri. hehe) saya dibuntutin dan nyaris jadi korban jambret, jadi waktu itu saya hanya membawa SAK(Swiss Army Knife) merasa kalau bawa Swiss Army Knife ini kok lucu saja. Tidak cepat ketika membuka bagian bilah pisaunya, ndak lucu kan ketika dibutuhkan untuk sebagai alat pertahanan diri malah kebuka bukaan botol. ๐Ÿ˜ dan Kershaw ini cukup mewakili kecepatan untuk membuka bilahnya karena ada sistem yang dinamakan spring-assisted knife.

nah, itulah kegunaan masing-masing pisau yang saya punya, untuk saat ini pisau yang sekarang sering saya bawa adalah Kershaw Amplitude 2.5 dan SAK(Swiss Army Knife), karena semua mempunyai kebutuhan sendiri-sendiri. Yang lain? Disimpan rapi saja. Kalau Zombie menyerang bumi, nanti baru dipake. ๐Ÿ˜

KENAPA SUKA PISAU?

Saya kurang tau kenapa saya sendiri suka pisau pada awalnya, awalnya sih mikir hanya sebuah benda tajam yang berbahaya jika tertusuk atau tergores bagian tajamnya, ternyata setelah mempelajari pisau dan sejarahnya, pisau ini rumit sekali lho. Ambil contoh pisau Spyderco Pingo saja. Pisau kecil itu dibuat oleh Jesper Voxnaes dan Anso, duet designer pisau dari Denmark ini bekerjasama dengan Spyderco sebuah perusahaan pisau dari Amerika membuat salah satu Seri Spyderco Pingo, dari segi keamanan juga ternyata pisau-pisau itu dibuat tidak asal, karena tiap negara yang mempunyai undang-undang keamanan senjata diharuskan memiliki standarisasinya. Tidak asal. Nah, pada akhirnya saya melihat pisau dari sisi yang lain, saya melihat dari sisi keunikan karakter pembuatnya, desainer dll, seperti halnya keris, semua ada karakter dan cerita dibalik bilah keris tersebut. Karena saya yakin, setiap tempaan bilah panas untuk membuat pisau itu ada doa dan harapan dari sang pembuat.

Perkara bahan/material pembuatan pisau. Saya dulu hanya berfikir semua besi bisa jadi pisau, ternyata tidak. Bagaimana sebuah pisau menjadi seri damascus, atau pisau yang anti karat. Nah, itu hanya sedikit cerita.

Macam-macam Bahan Dasar Pisau

  • Pisau Hunter: D2, A2, W2, O1, dst.
  • Pisau Tactical: A2, D2, ,M2, M4, CPM 3V
  • Pisau Utility: W1/W2, 1095, 1084, Cruforge V, O1, CPM 3V, dll
  • Pisau Ukuran besar: 1084, 1095, 5160, CPM 3V, A2, O1, INFI, 52100, S7, L6, dll
  • Pisau Lipat: D2, ATS34/154CM/VG10, ZDP189, 1095, M390, M4, CPM D2, CPM 154, Duratech 20CV, dll.(Dikutip dari https://frids.wordpress.com/)

nah, dari data di atas itu saja saya cuman tau VG10 saja. ๐Ÿ˜

Nah, kenapa suka pisau? Pisau hanya salah satu sarana saya untuk menjaga diri saja, kembali lagi, jika tidak digunakan, ya hanya sebuah benda mati tidak ada gunanya, jika digunakan kita tidak atau apa yang terjadi.

Knife is just a tools just like the others.

PISAU DAN TREND FOTO EVERYDAYCARRY

Oh ya! saya juga pengen bercerita perihal pisau dan trend fotografi, saya sendiri bukan ahli fotografi, punya kamerapun kamera biasa saja, tapi karena saya mengikuti fotografi pisau ini saya melihat sekarang bahwa pisau sendiri bisa menjadi model dalam sebuah fotografi. Apalagi ada Instagram, pisau bisa menjadi model yang cantik. Silahkan cek tagar #everydaycarry di Instagram. Di sana mereka posting apa yang mereka bawa sehari-hari, seperti alat pertahanan diri tactical tools(pisau, pistol, keling tactical pen dlsb), alat kerja, sepatu, alat jika keadaan darurat, bahkan sepatu-pun masuk dalam keterangan apaitu EveryDayCarry silahkan cek di wikipedia ini. Nah, dari sering memotret dan mengunggah di instagram, sayapun agak sedikit kecanduan perihal EveryDayCarry.

PERLUKAH MEMBAWA ALAT PERTAHANAN DIRI?

Ketika orang bertanya, perlukah seseorang membawa alat pertahanan diri ketika berada di luar rumah? Saya jawab PERLU SEKALI. Kenapa? Karena, menurut saya kita tidak tau apa yang akan terjadi di luar sana, setiap orang pasti berdoa supaya diberikan keselamatan ketika berada di luar rumah, perlindungan dari Tuhan tentu menjadi alat pertahanan diri paling utama, tetapi ketika Tuhan memberikan ‘cobaan’ kepada umat-Nya, tentunya umat-Nya akan berusaha.

Sebagai contoh adalah, ketika sedang berada di jalan, dan kemudian ada halangan dari seseorang yang mencoba mencelakakan kita, apa yang ada di sekitar kitapun bisa menjadi alat pertahanan diri. Contoh: Seorang wanita pulang kerja dan mengharuskan pulang larut malam karena sedang lembur, ketika di jalan dirinya mendapatkan cobaan dengan digoda orang, tentunya dirinya perlu alat pertahan diri yaitu semprotan merica(pepper spray) nah, lumayan juga kan kalau semprotan itu kena mata. Itulah salah satu contoh. Bahkan kunci sepeda motorpun sebenarnya bisa menjadi alat pertahanan diri, bisa sebagai alat untuk memukul jika kuncinya kita selipkan ke antara jari(bukan jempol lho ya) dan digunakan untuk memukul ulu hati.

Respect your knife, and it will serves you well

Nah, tak hanya itu saja, bahkan senterpun saya baru tau bisa sebagai alat pertahanan diri juga, dengan cara? senterin aja ke mata penyerang/pengganggu. Setidaknya cahaya senter itu akan sedikit membutakan mata pengganggu itu sehingga kita bisa berlari atau mengeluarkan alat yang lain untuk bertahan diri.

Nah, kira-kira begitulah sedikit cerita tentang pisau dan alat pertahanan diri lainya. Pisau hanya sebagai sarana saja, selebihnya, mau digunakan atau tidak itu tergantung diri kita. Jika memang perlu digunakan maka saya akan menggunakan, jika tidak, kenapa harus menarik gagang pisau dan membuka bilahnya.

KENAPA SIH PISAUNYA HARUS MAHAL?

You got what you pay.

Saya pernah dikatain istri, “pisau mahalmu bisa buat ngiris bawang gak?”, saya jawab, bisa saja. Kenapa gak bisa. Harus punya pisau mahal ya untuk EDC/Self Defense?

12821496_10201352976463829_2050508448906303335_n

Oh, gak juga, jika memang ada pisau lokal dengan design yang bagus dan bahan yang bagus pasti saya beli, seperti yang saya ceritakan di atas bahwa saya pernah ndandakne parang dari per mobil, bahkan saya pernah menyimpan pisau lipat dari Almarhum Om saya yang kebetulan dirinya punya pisau lipat buatan lokal(dan ketika pindahan rumah, pisau tersebut ilang).

Nah, jika memang nanti saya sudah menemukan pembuat pisau lokal dengan design yang saya suka dan memang memenuhi syarat kebutuhan saya.

PENUTUP

Nah, itulah sedikit cerita saya kenapa membawa pisau dan alat-alat yang menurut orang itu kok mbebayani(membahayakan) dan ribet sekali. Mendingan bawa pisau apa bawa pesugihan hayooo??? :)), trus apakah saya berhenti membeli pisau? Bisa jadi iya, bisa jadi tidak, semua tergantung bos(baca: istri ๐Ÿ˜ ), dan ternyata tulisan panjang dan mbingungi juga ya. :)) selamat membaca dan bingung anyway~ ben.

Pada tanggal 16 April 2016, Telkomsel akhirnya secara resmi meluncurkan layanannya Telkomsel 4G Nation di Semarang. Semarang dipilih untuk peresmian karena pihak Telkomsel tahu bahwa Jawa Tengah adalah pengguna terbanyak dan terbesar di Indonesia.

Pada acara yang diselenggarakan di Gor Jatidiri Semarang tersebut Telkomsel mengundang Midnight Quickie, Afgan, Seventeen Band serta komika Dodit Mulyanto sebagai penghibur dan tak lupa datang juga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk mengikuti acara peluncuran tersebut.

Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah mengatakan, โ€œKami konsisten untuk menghadirkan layanan 4G LTE yang terbesar dan terluas dengan kualitas yang sesuai harapan pelanggan. Berbagai upaya peningkatan kualitas terus kami lakukan, termasuk memperluas ketersediaan layanan, di mana kini Telkomsel 4G LTE sudah bisa dinikmati di 100 kota kabupaten di Indonesia.โ€

Sejauh ini Telkomsel telah menggelar lebih dari 4500 eNode B (BTS 4G) di berbagai wilayah di Indonesia dimana beberapa kota tambahan yang kini sudah dilayani Telkomsel 4G LTE dan dapat menikmati pengalaman digital mobile lifestyle terbaik di antaranya adalah Banda Aceh, Palembang, Semarang, Samarinda, dan Jayapura.

Ririek menekankan, bahwa Telkomsel serius membangun layanan 4G LTE di Indonesia guna memberikan pengalaman mobile digital lifestyle terbaik bagi pelanggan. Selama kuartal I 2016 (dibandingkan periode sama di 2015), layanan ini mendapatkan respon yang positif dari masyarakat dimana tingkat pertumbuhan penggunanya berlipat hingga 12 kali. Saat ini pun pelangan 4G di jaringan Telkomsel telah mencapai angka 5 juta, dan diharapkan hingga akhir tahun 2016 Telkomsel dapat melayani 12 juta pelanggan 4G LTE.

โ€œDalam menggelar jaringan 4G, kami selalu memastikan bahwa layanan ini dapat dinikmati sekitar 80 persen dari wilayah digelarnya jaringan, sehingga konektivitas pelanggan dengan layanan Telkomsel 4G LTE tetap terjaga pada saat beraktivitas baik di lokasi indoor maupun outdoor,โ€ jelas Ririek.

Bahkan ketika tidak memperoleh sinyal 4G, pelanggan tetap dapat nyaman Internet-an dengan layanan 3G Telkomsel yang handal melalui seamless experience. Layanan hasil kolaborasi Telkomsel dengan Telkom berupa WiFi dengan teknologi 802.11n (setara 4G) ini berfungsi untuk melengkapi coverage Telkomsel 4G LTE, terutama yang berada di kawasan dalam ruangan.

Telkomsel 4G LTE juga merupakan layanan 4G pertama di Indonesia yang dilengkapi dengan International Roaming, dimana hal ini akan mendukung mobilitas pengguna layanan dari dan menuju Indonesia, karena Telkomsel telah bekerjasama dengan 42 mitra operator dari sekitar di 5 benua untuk International Roaming 4G LTE.

Untuk kenyamanan pelanggan agar dapat segera menikmati layanan 4G LTE, dalam melakukan migrasi SIM ke USIM (Simcard 4G), Telkomsel didukung oleh jaringan pelayanan (GraPARI) yang luas dan tersebar di berbagai lokasi di Indonesia. Selain itu terdapat juga inovasi self-migration yang memudahkan pelanggan migrasi dari SIM ke USIM tanpa harus datang ke GraPARI, hanya dengan membeli kartu perdana.

Bertepatan dengan peluncuran ini, untuk memperkenalkan layanan 4G LTE ke lebih banyak lagi masyarakat, Telkomsel juga mengadakan sales activity โ€˜Telkomsel 4G Nationโ€™ antara tanggal 15-17 April 2016 di 23 kota, yaitu di Banda Aceh, Padang, Palembang, Lampung, Karawang, Jakarta, Bandung, Bekasi, Tasikmalaya, Banyumas, Solo, Semarang, Kediri, Jember, Pontianak, Samarinda, Palu, Kutai Kartanegara, Ambon, Sorong, Timika, Merauke, dan Jayapura.

Ekspedisi Langit Nusantara

Secara paralel, untuk membuktikan keunggulan layanan broadband Telkomsel di berbagai wilayah di Indonesia, Telkomsel melakukan penjelajahan Indonesia melalui Ekspedisi Langit Nusantara. Selama satu bulan penuh, mulai dari 14 April hingga 14 Mei 2016 Telkomsel akan menjelajahi Indonesia lewat sebuah program yang dinamakan Ekspedisi Langit Nusantara (Elang Nusa). Dalam ekspedisi ini Telkomsel mengajak masyarakat Indonesia untuk bersama-sama menguji kehandalan jaringan broadband โ€˜Terluas dan Tercepatโ€™ Telkomsel, melalui video streaming yang akan disiarkan dari dua buah drone berjenis UAV (Unmanned Aerial Vehicle) berukuran besar yang melintasi lebih dari 50 kota di Indonesia.

Dalam ekspedisi Elang Nusa ini dua buah drone berukuran besar dengan bentangan sayap hingga 2,5 m akan diterbangkan secara bersamaan, menempuh Jalur Barat (Elang Barat) dan Jalur Timur (Elang Timur) Indonesia sepanjang 8500 km. Selama program, kedua drone akan merekam video yang kemudian diunggah melalui jaringan terbaik Telkomsel ke www.telkomsel.com/elangnusa, sehingga masyarakat dapat mengikuti perjalanan secara lengkap, baik melalui live streaming maupun recorded. #ADV

Beberapa hari lalu, hape Android saya LG G4 mengalami error, saya kira cuman errror biasa(android biasaaa~) ternyata setelah saya cobat-cabut batre ternyata LG G4 saya mengalami bootloop, padahal saya sendiri tidak pernah mencoba nge-root HP apalagi pake custom room. Apa itu bootloop? silahkan cari di sini.

Nah, setelah saya cari-cari info cara penyembuhan bootloop pada LG G4 saya, ternyata saya menemukan bahwa LG G4 saya memang harus diganti mesin. Pihak LG sendiri dikabarkan mengeluarkan statement resmi bahwa memang ada kesalahan pada hardware untuk LG G4 keluaran awal. Meski saat itu saya berusaha mencari cara bagaimana cara memperbaiki gawai tanpa menyerahkan ke service center, karena pengalaman yang sudah-sudah, ketika barang diserahkan ke service center akan berbelit-belit sekali prosedurnya.

Saya pun tanya kepada rekan saya yang kebetulan punya LG G4 juga, dan sarannya adalah memang gawai saya ini harus diserahkan kepada service center untuk diganti mesinnya. Tapi sayangnya waktu hape saya rusak posisi saya sedang tidak bersama nota kwitansi serta kartu garansinya. Setelah saya membawa kartu garansi dan nota kwitansi pembelian LG G4 saya, sayapun akhirnya memberanikan diri untuk ke service center yang ada di Semarang, kebetulan memang posisi saya sekarang tinggal di Semarang, untuk melihat Service Center LG bisa dicek di sini

Setelah saya menyerahkan gawai saya ke pihak CS LG di Semarang, saya menunggu LG G4 saya jadi, tidak lama ternyata, kira-kira hanya 30 menit-45 menit saja hape LG G4 saya sudah jadi dan kembali normal. Dan memang, LG G4 saya memang harus diganti mesinnya. Saya tanya kepada mbak-mbak CS-nya, apakah garansinya diperpanjang atau tidak, ternyata jawabannya TIDAK. Padahal LG G4 teman saya yang problemnya sama yaitu bootloop juga garansinya diperpanjang 3 bulan. Duh, ya wis lah kalau gitu, ndakpapa, lagian saya sudah cukup puas dengan pelayanan dari CS LG di Semarang, meski tempatnya sempit sekali dan kurang nyaman buat saya.

Jadi, cara memperbaiki LG G4 yang bootloop adalah:

Dibalikin ke Service Center-nya :)) karena memang penyakit LG G4 keluaran awal pada mesin seri 505 ke atas kebetulan nomer serie mesin LG G4 saya 506. Mau mecicil diutak atik pun ndak bakal bisa karena memang kudu diganti mesin. Jadi, sebelum membawa HP LG G4-nya ke service center jangan lupa untuk membawa:

  1. KTP
  2. Nota pembelian
  3. Kartu Garansi

Setelah semua syarat dibawa, tunggu saja. Nanti juga diganti mesin baru dan LG G4 kesayangan akan kembali lagi berfungsi secara normal. Dan jangan lupa untuk mengecek kapan masa berlaku garansi LG G4 kesayangannya, kalau sudah lebih dari 1 taon ya ndak bakal dapat gratis ganti mesin. Tapi ndak usah kawatir, karena setau saya LG G4 yang beredar di Indonesia semua keluaran Mei 2015.

 

judul postingan blog kali ini sih terinspirasi kemarin sore ketika sedang datang ke sebuah mall untuk membersihkan sepatu. ya, harap maklum, cuaca yang hampir tiap hari hujan dan kemana-mana pakai sepeda motor yang pastinya sepatunya pun ikut kotor dan basah. nah, kalau basah dan kotor mana enak dipakai. tentunya kalau kotor penampilan saya tidak jadi setil dan mbois to~

oke, karena saya waktu itu ngalamun sambil nunggu sepatu selesai dibersihkan, saya kemudian agak sedikit tersadar, bahwa bisnisan jasa membersihkan sepatu itu bisnis yang sebenarnya sepele, tapi ternyata ada yang menekuni dan bisa menjadikannya ladang uang. ndak tanggung-tanggung, sebuah brand jasa ini membuka franchise-nya senilai lebih kurang 40 jutaan, kalau saya tidak salah dengar dari pegawainya.

nah, ndak kebayang to? bisnis ginian bisa sampe berani buka franchise. jadi inget, dulu ketika awal jadi mahasiswa di jogja, sampai heran dengan teman yang menyucikan bajunya di jasa pencucian, padahal dicuci sendiri bisa. karena saya waktu itu masih belum kepikiran mengeluarkan uang untuk mencucikan baju kotor saya, karena uang saku waktu jadi mahasiswa sangat mempet, selama masih bisa saya kerjakan sendiri kenapa harus keluar uang. trus jasa pencucian sepeda motor juga yang waktu itu belum begitu menjamur juga membuat saya sedikit heran. padahal membersihkan motor kesayangan itu kalau ndak hati-hati juga bakal repot. mana cet, aksesoris dll mahal, gimana kalau rusak?

setelah sekian lama saya baru tersadar bahwa bisnis jasa ini sangat menggiurkan sekali, bahkan ketika jaman semakin maju mungkin orang semakin sibuk dengan urusannya. jadi inget ketika memutuskan untuk membuka usaha tiketing yang marketnya adalah orang yang males mbuka tutup aplikasi pembelian tiket pesawat/booking hotel, padahal sudah cukup banyak aplikasi-aplikasi pemesanan tiket yang memudahkan pelanggan untuk membeli. ya masih aja pada males dan ndak mau repot.

sekali lagi, saya garis bawahi bahwa bisnis jasa yang memanfaatkan orang gak mau repot ini pun jadi target para pebisnis untuk mendulang pundi-pundi uang. jadi inget ada jasa ojek online menyediakan jasa untuk membelikan lauk pauk makan, kalau saya pikir, mung mak kluwer beli lawuh lho, kok ya angel-angelan. tapi gimana lagi, mungkin orang semakin sibuk dengan kerjaannya sehingga badan sudah capek dan tidak ada waktu lagi untuk sekedar meluangkan waktu hanya 10 menitan membeli lauk.bahkan perusahaan tersebut sudah menyediakan jasa membersihkan rumah segala lho. apa ndak luar biasa sekali bos-nya ini. ya, lagi-lagi saya nggumun(kagum) dengan orang yang paham akan celah bisnis ini.

di saat semua serba cepat, jaman semakin maju, untuk hal pritilan-pritilan ini kadang luput dari pandangan kita dan mungkin bisa jadi ladang uang atau rejeki yang cukup menggiurkan untuk orang yang tau peluang. jadi, bagaimana? ada ide jasa yang sekiranya akan menggiurkan di tahun ini? daripada tenaga capek, kalau ada rejeki kenapa gak bayar orang aja. seperti kata almarhum gusdur. gitu aja kok repot.

Fenix E12

Hai, pembaca setia masjun.com kali ini masjun ingin posting tentang pengalaman menggunakan senter Fenix E12. *macak viewer blog’e akeh*

Fenix E12

Fenix E12

Jadi gini, ini pengalaman saya menggunakan Senter Fenix E12. Senter yang cukup sangar menurut saya. Kenapa sangar? Karena ini senter yang imut tapi cukup bisa diandalkan, sebelum saya memutuskan untuk membeli senter ini, saya yang masih gak paham tentang senter kemudian saya tanya kepada pakar senter dan tukang ngeracun babagan EDC(Everyday Carry) Indonesia yang sedang konsen KPR, beliau adalah mas @sandalian, kenapa saya bilang pakar, karena nama putrinya adalah Lumen, tau sendiri Lumen adalah satuan Cahaya, ya wis saya tanya kepada beliau.

Saya sendiri bingung, karena sudah cukup lama tanya kira-kira senter yang cocok buat saya seperti apa, karena saya berfikir yang pertama itu kudu yang baik tidak perlu terbaik(karena terbaik harganya mahal) ๐Ÿ˜ akhirnya lewat banyak pertimbangan saya direkomendasikan membeli Senter Fenix E12. Setelah saya cek via youtube dan lain-lain, memang sepertinya saya memberanikan untuk membeli senter Fenix E12 ini.

Kenapa? Karena gini:

  1. Senter Fenix E12 ini cukup kecil dan tidak terlalu memakan banyak tempat jika dimasukan ke dalam tas yang sehari-hari saya bawa. Bisa jadi bagian dari EDC(everyday carry). Jadi tidak terlalu banyak memakan tempat. apalagi tampilannya yang cukup asik. ganteng lah. mirip yang punya blog ini. *dikamplengi*
  2. Senter Fenix E12 ini tidak memerlukan batre yang susah dicari, cukup pakai batre AA saja yang bisa dibeli di mini market sekitar anda. Ada beberapa senter menggunakan batre yang khusus. Dan kudu beli charger buat batre. Menurut saya ini ribet. ๐Ÿ˜
  3. Senter Fenix E12 harganya juga masih masuk akal untuk ukuran barang buatan luar negeri. Dan kualitasnya juga bagus. Meski beberapa orang bilang bahwa ini mahal. Tapi mahal kalau bagus ya kenapa enggak?
  4. Senter Fenix E12 ini anti air. Ya, memang saya tidak memerlukan untuk selam malam hari apalagi hujan-hujan malam dolanan senter to? Karena saya kemana-mana bawa backpack/tas slempang kecil, jadi setiap kali kehujanan njagani(berjaga-jaga) siapa tau nanti air masuk tas dan basah. Percuma kalau beli barang yang nanti rusak kalau kena hujan.
  5. Senter Fenix E12 ini mempunyai daya sekitar 130 Lumens. Jadi kira-kira bisa lah menerangi hatimu yang gelap *halah*, menerangi dengan jarak bisa sampai 20 metaran bahkan bisa lebih dari 30 meter.
  6. Senter Fenix E12 ini cukup menggantikan peran senter dari hape. ๐Ÿ˜
  7. Senter Fenix E12 ini punya 3 mode cahaya. Low – 8 Lumens(40 jam), Medium – 50 lumens( 6 jam 30 menit) dan High – 130 Lumens ( 1 jam 30 menit)

versi resmi dari Fenix Store bisa dibaca di sini

Jadi, setelah pemakaian lebih kurang 1 mingguan ini, saya cukup puas dengan performa senter pertama saya ini. Dengan harga yang waktu itu saya tebus di sebuah E-commerce di Indonesia (daripada beli di luar negeri) saya beli sekitar Rp 365.000(belum ongkos kirim). Dan performa yang mantab. Saya cukup puas. Ini penampakannya Fenix E12:

Fenix E12

Penampakan Fenix E12. Starter-nya sih cuman dapat tali, senter dan batre. (pic: pimamanggala )

Fenix E12

Ukuran Fenix E12 di telapak tangan.

Fenix E12

Cahaya Fenix E12 dengan Level Maksimum kira-kira jaraknya 20 meteran

Fenix E12

Jarak Cahaya Fenix E12 kira-kira 30 meteran

 

Nah, sekian rifiu Senter Fenix E12 dari saya. Karena ini adalah rifiu di blog pertama saya, semoga di lain waktu ada rejeki jadi bisa kasih rifiu-rifiu yang lain. Jika ada salah, mohon maaf, karena kesempuraan itu hanya milik Allah, dan cowok itu selalu salah.

 

Sebentar lagi tahun 2015 akan segera berakhir, banyak cerita menyenangkan dan menyedihkan. Sungguh komplit lah. Dibilang tahun produktif juga iya, dibilang tidak produktif juga iya. #pitikih. Ya, pokokmen gitu lah.

Mendapatkan pekerjaan yang menyenangkan kemudian memutuskan untuk berhenti dan mencoba usaha sendiri, keriaan yang menyenangkan karena mendapatkan ilmu baru. Kehilangan keriaan karena salah satu sahabat dipanggil Sang Pemilik Hidup duluan di tahun yang sama 2015 juga. Di tahun 2015 memutuskan melakukan tindakan yang menurut saya tindakan terberani dalam kehidupan saya. hehe.

Semoga di tahun 2016 nanti akan menjadi tahun yang lebih owsem dari tahun 2015. Semoga teman-teman juga begitu. Menjadi tahun yang baik, dan harapannya dikabulan dan dimudahkan semuanya.

Di lini masa sosial media saya hari ini 22 Desember 2015 ramai sekali memperingati Hari Ibu. Senang rasanya ternyata hari Ibu kali ini ramai sekali, semoga benar bahwa mereka post di sosial media seperti yang mereka lakukan di hari hari biasanya, bukan hanya ‘ikut meramaikan’ saja. Rayakanlah hari istimewa ini dengan caramu sendiri. Mau di socmed, mau ndak di socmed, monggo.

Saya juga tadi merayakan Hari Ibu dengan Ibu saya, hanya cium tangan ketika berangkat mengurus kerjaan, dah, itu saja sih tadi cara merayakan hari ibu versi saya. Ibu saya saat ini sedang dalam berkebutuhan khusus. Pada tahun 2009, Beliau mengalami kecelakaan tunggal ketika hendak menuju sekolahan untuk mengajar.

Dalam keterbatasan beliau yang saat ini kehilangan satu pengelihatannya pun tidak menyurutkan semangat beliau untuk tetap mengajar di sebuah sekolah menengah atas di kota Solo. Pernah kami(saya, adik, bapak) bilang ke Ibu, gimana kalau di rumah saja, pensiun dini, tapi Ibu bersikeras menolak, karena dengan keterbatasannya beliau masih sanggup. Untungnya sekolahannya cukup mendukung apa yang jadi keterbatasan Ibu saya.

Pernah pada suatu hari, ibu mengajar pada kelas di atas, karena kondisi ibu saya yang cukup berisi(baca: gemuk), ibu pun naik ke tangga, dan menurut bapak ibu jatuh sehingga protesa(mata palsunya) lepas. Jujur saja waktu itu saya lemas dengar kabar itu, ketika itu saya yang masih di Jogja rasanya lemas, sedih dan pengen pulang, tapi dilarang sama bapak. Ibu pun seperti kehilangan semangat, karena dia merasa dirinya bukan dirinya yang dulu.

Ibu saya dulu selalu ke mana-mana sendiri, termasuk wanita yang bakoh. Naik motor dari Vespa PTS 80 hadiah pernikahan Almarhum Eyang, hingga sudah saatnya Vespa itu diisirahatkan diganti dengan Suzuki Shogunnya. Keluar kota dengan motor, pergi hujan hujan pun dengan motor, bahkan ketika Bapak waktu itu disekolahkan di luar negeri pun, kami berdua(saya dan adik) sekali telon(boncengan bertiga) dengan ibu saya.

Kamipun membesarkan hati ibu yang saat itu merasa hancur, karena dirinya merasa bukan wanita yang ‘utuh’ atau ‘sempurna’ di mata anak dan suaminya, padahal kamipun tidak menganggap itu. Semua masih melihat dirinya masih menjadi wanita yang sama. Wanita yang kemana-mana dulu bisa sendiri ketika suami pergi dinas luar kota bahkan luar negeri. Bisa melakukan hal yang di mana saat ini semua wanita belum tentu bisa melakukan banyak hal ketika ditinggal suaminya sendirian mengurus semua urusan di rumah sendiri. Satu hal yang saya dan keluarga masih jaga adalah api semangat beliau mengajar untuk murid-muridnya. Itu kata-kata yang kami berikan ke beliau ketika beliau sedang down. Naluri alami seorang pengajar yang tulus, meski dengan kekurangannya beliau masih mau dan mampu untuk mengajar.

Saya juga merasa berterimakasih kepada tempat ibu saya mengajar, di sana ibu saya diberikan fasilitas yang cukup baik untuk ibu saya. Bukan karena kekurangannya beliau diberikan keistimewaan, bukan. Karena menurut seorang kawan yang saya kenal di RBI(Rumah Blogger Indonesia) Mas Jaka Ballung yang kebetulan dirinya adalah penyandang difabilitas, bahwa “Semua Orang Adalah Calon Penyandang Difabilitas, Cuman Berat atau Tidaknya Belum Saatnya”. Saat itu saya tau bahwa kita memang ‘calon’ penyandang difabilitas, ntah karena sakit, ntah karena memang sudah dari lahir berkebutuhan khusus. Saya bersyukur di mana tempat ibu saya mengabdikan semua ilmunya dan membagikannya kepada murid-muridnya dengan keterbatasan yang ada lingkungan tempat dirinya mengajar mendukung itu. Saya berfikir, apakah semua tempat kerja sudah punya fasilitas untuk difabilitas? apakah sudah cukup ramah untuk orang yang berkebutuhan khusus? apakah lingkungan kerjamu juga masih atau mau mempekerjakan penyandang difabilitas? Apakah kotamu sudah ramah dengan penyandang difabelitas? cobalah kalian tengok.

Mulai dari kawan kawan Yayasan Talenta yang ada di RBI itu saya belajar banyak bahwa bagaimana memperlakukan seorang penyandang Difabilitas. Bukan mengistimewakan, tapi biarkan mereka melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan, dalam hal ini panggilan jiwanya. Mas Jaka Ballung ini salah satu penyandang difabilitas yang mempunyai karya yang luar biasa. Beliau ini membuat design design yang cukup sangar dengan microsoft words! ini adalah laman FB Mas Jaka Ballung KLIK INI.

Ya, dari contoh kedua itu, saya melihat bahwa seseorang yang berkebutuhan khususpun sanggup berkarya, tidak perlu merasa dirinya diistimewakan, bahkan ketika kita merasa diri kita utuh, kita pun merasa terbatas, tidak dengan mereka. Ibu saya contohnya, yang tiap hari saya temui di rumah. Memang beliau sudah tidak bisa cak-cek lagi, sudah tidak bisa memasak lagi(saya rindu masakanmu), sudah tidak bisa boncengin kita ke mana mana lagi, bahkan di mana adik saya melahirkan di mana semua ibu membimbing anaknya pun, beliau sudah tidak sanggup. Sedih rasanya. Tapi sayapun menghilangkan kesedihan itu dengan melihat bagaimana beliau bercerita kelucuan cucunya meski tidak ikut memandikan ketika kecil. Mendengar bagaimana dirinya bertemu dengan murid-murid yang ‘aneh-aneh’ dan lucu-lucu dan menceritakan ke kami ketika nonton dangdut di TV. Itu cukup membuat kami sekeluarga senang, bahagia.

Buat yang sudah tidak memiliki Ibu pun, selamat merayakan Hari Ibu, karena Ibu hanya tidak ada di depan mata, tetap ada di dalam hati diri kita masing-masing. Tetaplah merayakan hari ibu. Jangan pernah bersedih. Sayang seorang ibu itu abadi, bahkan doa seorang ibu itu langsung ke Tuhan tanpa perantara malaikat. Bahkan ketika Ibu sudah tidak ada di sisi kita, doa-doanya semasa hidup tetaplah abadi.

Di hari ini, saya ucapkan selamat hari ibu, dengan keterbatasanmu, kamu adalah wanita yang selalu hebat di mata anak-anakmu. Sehat selalu. Selalu berbahagialah! Selamat merayakan buat semuaaa! Hari Ibu ini hanya di tanggalan saja. Sebenarnya hari ibu adalah tiap hari. Dan Hari Bapak kapan? ๐Ÿ™

 

Sudah lama ndak postang-posting di blog sendiri, pengen cerita saja kejadian unik ketika makan. Setelah nonton ngayogjazz, keesokan harinya saya pengen melakukan ritual rutin pagi ketika main ke Jogja, makan ke Soto Pak Syamsul, sambil mengejar waktu karena bangun kesiangan saya ngebut dari tempat sodara saya. Sesampainya di Soto Pak Syamsul Pasar Kolombo jebulnya saya kecelik. Pak Syamsul tutup sodara-sodara!. Bingung cari makan akhirnya keputusan beli Lotek di sekitaran Jalan Kaliurang.

Sampainya di warung lotek itu saya pesan dengan exstra bakwan. Makan selesai, saya mimik es teh sambi udat udut bentaran. Ada pemandangan menarik di depan saya, sekeluarga sedang makan di warung itu, bukan karena mereka makan sekelarga bareng di sana, tapi semeja pada makan sambil pegang HP mereka masing-masing. Tangan kanan pegang sendok sambil makan, tangan kiri pegang hape, mereka saling sibuk dengan kegiatan masing-masing yaitu nyendok makanan, memasukan makanan ke mulut tapi mata tidak melihat piring. Hebat ya!

menghilangnya garpu

menghilangnya garpu(wajahnya saya samarkan)

Saya pernah ngetwit seperti itu di atas, memang benar, pada akhirnya garpu mungkin akan hilang dari peralatan makan –Memang tidak semua makanan bisa dinikmati dengan menggunakan sendok garpu– Saya sendiri bukan orang yang benar-benar lepas dari HP, tapi saya berusaha untuk tidak memegang hape ketika saya makan, apalagi ketika makan bereng keluarga/teman dekat. Karena menurut saya, meja makan itu tempat yang ‘sakral’, karena di sana kita bisa bercerita, tahu kondisi keluarga masing-masing dll.

Bukankah akan lebih menyenangkan ketika kita berkumpul di meja makan kita bisa bercerita satu sama lain, bukan malah saling menunduk tak pernah bertegur sapa dengan orang yang satu meja dengan kita. Sebuah alat komunikasi yang membuat kita semakin dekat dengan orang jauh malah akhirnya membuat kita semakin jauh dengan orang yang ada di dekat kita.

 

 

Jangan sampai karena kesibukan dengan gawai kita akhirnya melupakan siapa yang sedang berada di depan kita, kita bisa tau cerita dan kondisi orang terjauh, tetapi kita akan kehilangan cerita apa yang terjadi dengan orang yang satu meja makan, satu tempat nongkrong, satu sofa bahkan nanti dengan orang yagn satu kasur(pasangan) dengan kita. Jangan sampai kita nanti menyesal karena sebenarnya ada hal yang ingin diceritakan ke kita malah kita sendiri terlalu sibuk dengan hal yang lain. Kalau sudah merasa tidak nyaman dengan orang yang berada dekat dengan kita, alangkah baiknya pergi meninggalkan saja tempat itu kemudian kembali lagi ketika semua sudah bisa diajak ngobrol atau kembali berkumpul ketika diri kita sudah selesai dengan kesibukan dengan gawai kita.