1

Akhir Kisah Cinta Berlusconi

Silvio-Berlusconi-AC-Milan

Sebuah kisah cinta selama 30 tahun akhirnya berakhir sudah, kisah cinta Silvio Berlusconi yang sudah melahirkan 28 piala dalam perjalanan cintanya akhirnya disudahi perjalanannya. Pihak yang mengakhirinya adalah Pihak Tiongkok! HIH! Tiongkok ini ndak di mana-mana jadi orang yang selalu disalahkan. Selain cowok. 😐

Sebuah hal yang luar biasa menjadi seorang Berlusconi, selain perkara penyuka adek adek lucu yang katanya di bawah umur, Berlusconi ini sudah memberikan banyak hal, ibaratnya cinta Berlusconi kepada AC Milan ini melebihi cintanya kepada adek adek itu.

Bagaimana tidak, selama 30 tahun kepemimpinannya tentu banyak uang dan pikiran telah dia keluarkan untuk AC Milan, kalau ada pepatah Istri Muda Akan Jadi Tua juga kemudian, tapi bagi Milan, Semakin lama semakin cinta.

Saya sendiri bisa dibilang fans layar kaca garis keras, saya suka sepakbola juga karena ada unsur paksaan dari Bapak saya. Ingat waktu itu Liga Italia Serie A hanya ditayangkan TV saya termasuk orang yang mau gak mau harus nonton, karena Bapak saya mengganggu waktu saya nonton TV, setelah mengerjakan PR tentunya saya ingin nonton TV, tapi kok malah dibuat nonton bola.

Cinta pertama saya waktu itu melihat bagaimana seorang Paolo Maldini mensliding tackle pemain tapi bolanya bisa langsung lengket ke kakinya. Itulah awal saya cinta kepada AC Milan. Ya, sampai saat ini saya masih dibilang seorang DIE HARD AC Milan, tapi ya gak segitu cinta buta sih. Lewat banyak forum di internet saya selalu mencari apakah ada pembahasan tim kesayangan saya di sana, bahkan saat ini saya sampai punya web berita AC Milan berbahasa indonesia sendiri di rossonerian.com dan mengadmini akun yang berhubungan dengan AC Milan ini.

Sebuah kecintaan yang tentunya akhirnya membuat saya sampai pada titik bisa merelakan, merelakan banyak pemain idola saya pergi pindah klub, dibully karena kalah terus sampai pada saat idola saya Paolo Maldini memutuskan pensiun dengan status tidak juara bahkan kalah di laga terakhirnya di kandang. Ya, sedih pastinya. Tapi hidup itu tak hanya soal mencintai sepenuh hati, tapi juga ada saat kita kudu rela melepaskan.

Mungkin seperti ini rasanya melepaskan kesayangan, yang telah lama kita perjuangkan kudu dilepaskan untuk mendapatkan yang terbaik, meski kita sudah berusaha sekian lama, tapi memang kalau saatnya demi kebaikan semua emang kudu dilepaskan. UUUWOOPOOOOOOOOO

Berlusconi akhirnya kemarin melepaskan kesayangannya, dengan nilai hampir 15 Trilyun rupiah. Nilai yang cukup besar kalau melihat rata-rata pendapatan UMR di Indonesia selama satu tahun, apalagi kalau masih nyicil rumah selama 25 tahun. *halah*. Perkara nilai kalau dari segi brand AC Milan di dunia tentunya dibilang kecil, selama lebih dari 30 tahun tentunya AC Milan sudah menjadi sebuah Brand yang cukup menjual.

Sebuah akun brand yang menayangkan streaming AC Milan pada liga persahabatan saja mengakui bahwa penonton AC Milan ini termasuk penonton terbanyak saat itu. Ya gimana tidak, AC Milan bisa dibilang punya pendukung terbanyak di Indonesia, di Asia mungkin atau masih masuk 3 besar di Dunia. Nah, itulah yang membuat nilai 15 trilyun itu mungkin kecil. Tapi kalau dilihat kemampuan Berlusconi yang sudah lelah dan mungkin sudah saatnya melepas karena kehabisan bahan bakar tentu kemarin adalah waktu yang pas untuk merekalan kepergian AC Milan dari dekapannya.

Apakah sebanding penjualannya? Ya kita tidak tahu bagaimana nantinya, selama ini Berlusconi adalah AC Milan dan AC Milan adalah Berlusconi. Tentunya akan aneh jadinya jika tidak ada Berlusconi di tribun penonton San Siro. Melihat dari sisi kecintaannya, kemampuannya dalam merawat AC Milan ini juga masih jadi pertanyaan terbesar. Melihat apakah AC Milan ini hanya dimanfaatkan brandnya saja tapi lupa untuk memberikan yang terbaik untuk AC Milan sendiri.

Bahaya juga kalau nanti AC Milan nanti cuman dibuat promo saja, tapi pelit dalam memberikan uang untuk belanja pemain. Banyak hal yang membuat para pengamat apakah nasibnya bakal seperti klub-klub yang dibeli oleh pihak lain. Tapi saya yakin, Berlusconi tidak akan sembarangan untuk melepasnya insting pebisnis dan naluri dia pasti bisa memilih siapa yang akan merawat kesayangannya. Ini terlihat bagaimana cukup lama deal penjualan tim ini. Bisa dibilang hampir 1 tahun baru deal dan menemukan pembeli pada menit akhir. Bahkan tim konsorsium terakhirpun muncul di menit akhir karena tim sebelumnya tidak menemukan kata sepakat.

Ya bagaimanapun di bawah pimpinan Berlusconi, AC Milan telah meraih 28 Trophy dengan rincian di bawah ini, akan tetap membuat Berlusconi adalah Presiden Klub Terbaik Sepanjang Sejarah. Masih menjadi il club piu titolato al mondo atau the most successful club in the world!

  • 8 Scudetto
  • 5 kali juara liga Champions
  • 2 kali Fifa World Cup Champions
  • 5 kali juara Eufa Supercup
  • 1 kali juara Piala Interkontinental
  • 6 kali juara Super Copa Italia
  • 1 kali juara Coppa Italia.

Grazie Presidente! Grazie Berlusconi! Forza Milan!

Mas Jun

Working In Silence & Move When The Time Is Right. | Live Slow, Die Whenever. | A Motorcycle & A Mission | Lucky Bastard | Drink Too Much Coffee | me@masjun.com

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *