9

Akhir Kisah Cinta Werkudara

Kisah cinta itu memang tidak pernah ada habisnya diceritakan, dari awal Adam dan Hawa, dari seorang Adam yang ndak tau mana jodohnya, akhirnya dipertemukan oleh Tuhan dengan Hawa yang ndak tau caranya jaman dulu kok mereka bisa bertemu, apakah ini asal usul LDR? tapi ndak taulah.. banyak cerita tentang kisah cinta yang dari awal bahagia dan berakhir tragis.

Ada Romeo Juliet. Kisah cinta yang tragis, karena sesuatu hal, mereka tidak bisa disatukan oleh pernikahan, dan Saya heran.. Kenapa kok pada suka kisah Romeo Juliet. Mana sisi romantisnya? Wong mati semua lho. Buat Saya, romantis itu adalah ketika laki-laki dan perempuan disatukan dalam sebuah ikatan suci dipertemukan oleh Tuhan(ntah gimana caranya) dan menua bersama dalam rumah tangga hingga akhir hayat.

Nah, menyambung cerita ini, sebenarnya kisah Dewi Arimbi dan Werkudara ini sungguh romantis lho, gimana ndak romantis, wong Mas Werkudara itu punya banyak nama, apa ndak bingung KTPnya? Trus karena kesaktiannya Arimbi yang bisa membuat dirinya menjadi Putri Cantik Jelita yang mungkin dekik, gingsul, rok2an sepan, trus kalau dirumah pake daster sehingga membuat Mas Werkudara ini jatuh cinta.

Nah, Mas Werkudara ini juga ndak mau kalah tuips. Mungkin karena Mas Werkudara sosok yang ndak pede sehingga Mas Werkudara ini punya banyak nama. Dengan gagah dan perkasa, Mas Werkudara ini menyambangi kota sebelah untuk mencoba meminang hati Dewi Arimbi,  jaraknya lumayan tuips untuk datang ke kerajaan sebelah, untunglah pada saat itu motor trail belum ditemukan, bisa jadi kalau ada motor trail trus banyak bangjo, kasihan Mas Werkudaranya, capek jinjit di lampu merah.

Nah, setelah PDKT sekian lama, yah.. jaman dulu belum ada jaman social media atau ditemukan teknologi IM seperti Whatsapp atau google hangout, jadi Mas Werkudara datang pun dengan deg2an, dengan muka yang kusut karena capek karena perjalanan menjemput impiannya di kota sebelah, sampai rainya kukulen karena sering kena debu. Apa ndak luar biasa coba pengorbanan Mas Werkudara ini.

Tiba di kota sebelah, Mas Werkudara mencoba mencari cara-cara untuk membuat Dek Arimbi ini jatuh cinta,. Mungkin Mas Werkudara ini tau kalau salah satunya membuat wanita jatuh cinta itu dengan memberikan coklat atau bunga, tetapi Mas Werkudara tau kalau si wanita ini lagi diet, pasti ditolaklah coklat itu. nah! akhirnya Mas Werkudara ini pergi ke taman bunga, dipetiklah beberapa tangkai bunga warna warni tujuannya adalah akan diberikan kepada Dek Arimbi.

Tiba saatnya Mas Werkudara ini ketemu dengan Dek Arimbi. Tentunya dengan rasa deg-degan yang luar biasa, apalagi jempolnya Mas Werkudara ini kan kukunya panjang, takutnya Bapak dan Ibu Dewi Arimbi ndak suka dengan cowok yang kukunya panjang-panjang.. JREEEEEENGGG! Tibalah Mas Werkudara sampai ke depan rumah Dewi Arimbi. Sampai depan rumah Dewi Arimbi hati Mas Werkudara semakin berdegup kencang. Diketoklah pintu rumah Dewi Arimbi.

Setelah beberapa saat mengetuk pintu rumah Dewi Arimbi tak ada kabar, lalu dibukakan oleh mbak pocokan di rumah tersebut,

“Mbak Arimbi ada?” Kata Mas Werkudara.

“Oh, ada Mas.. Ini Mas siapa ya? Biar Saya sampaikan ke Mbak Rimbi(Rimbi adalah panggilan di rumah Dewi Arimbi), Kata Mbak Pocokan di rumah Dewi Arimbi.

“Saya Werkudara, panggil saja Bima.” Kata Werkudara.

Setelah itu mbak pocokan masuk ke rumah sambil mempersilahkan Werkudara duduk di kursi tamu depan rumah.

Tak lama kemudian, Dewi Arimbi datang. Tatapan mata Werkudara tak bisa lepas dari Dewi Arimbi yang saat itu cantik sekali. Dengan rambut yang masih basah karena habis keramas(mungkin habis mens), dan bau body mist yang membuat seisi ruangan itu harum semerbak menjadi wangi membuat Werkudara kakinya bergetar. Seorang yang gagah perkasa itupun merasa lemah di depan wanita yang sebenernya wujud aslinya seorang Raksesi(Raksasa perempuan).

“Dek, Bapak Mana?” Tanya Werkudara.

“Ada di dalam Mas, mau dipanggilkan?” jawab Arimbi.

“Ah, ntar aja, ndak enak, mungkin lagi sibuk” Kata Werkudara.

“Ndak kok Mas. Lagi leyeh-leyeh.” jawab Arimbi lagi.

“Tumben nih Mas, main ke rumah?” Tanya Arimbi kepada Werkudara yang sepertinya sedang gugup.

“Anu, Aku pengen main aja, sudah lama kenal kok ndak main ke rumah, pengen menjalin silaturahmi gitu deh Dek.. ” Jawab Werkudara sambil berkeringat dingin karena terlalu gugup.

“Mau minum apa Mas? Kok kayaknya gugup gitu???” Jawab Arimbi ke Werkudara yang mukanya pucet.

“Anu, dik… Aku ingin ngomong sesuatu ke kamu Dik… tapi Aku takut kamu nanti malah menjauh gituuu…” Kata Werkudara malu-malu.

“Dek, di rumah ini Aku boleh ngerokok ndak?” Tanya Werkudara.

“Boleh kok Mas. Tak ambilin asbak di ruang tamu yaaa” kata Arimbi.

Sambil mengambil sebatang rokok dan dinyalakanlah rokok Classmild itu.. tampak sekali Werkudara menghisap panjang rokok tersebut. Tak lama Arimbi datang membawakan minuman dingin warna kuning kesukaan Werkudara(Werkudara ini suka es jeruk) dan asbak untuk abu rokok Werkudara.

“Diminum Mas, ini sambil ada cemilan juga.” Kata Arimbi sambil menyodorkan suguhan es nutri dan kastengel kepada Werkudara.

*CLEGUK CLEGUK CLEGUK CLEGUK*  Tampaknya Mas Werkudoro ini haus sekali tuipsss..

“Nah, mau ngomong apa Mas?” Kok kayaknya serius banget deh.. ” Tanya Arimbi penasaran.

“Anu, tapi jangan marah ya.. Aku cuman pengen omong aja, biar hatiku lega.” kata Werkudara.

“Iya, Mas….Omong aja…” Jawab Arimbi lirih….

“Sebenernya semenjak kenal kamu, Aku merasa ada getaran-getaran di hati yang buat aku semakin tambah jerawatan.. Aku rasanya ingin kenal kamu lebih dekat dek.. lebih dari sekedar teman ataupun temen chat” Kata Werkudara kepada Arimbi sambil membakar rokok lagi.

“Maksutnya apa nih mas? Aku bingung.” Jawab Arimbi.

“Hmm.. gimana ya.. maukah kamu jadi belahan jiwaku, maukah kamu menjadi Ibu dari anak-anak ku kelak?” Kata Werkudara dengan tatapan serius ke mata Dewi Arimbi.

“Ah! Mas! omong apa toooo iniiiiii.. “Jawab Arimbi sambil nyubit lengan Werkudara yang besar dan gagah itu.

“Gimana dek? Aku serius ini” Tanya Werkudara

“Gini Mas, Aku juga sudah suka dengan Mas Werkudara ini sudah lama juga, cuman aku kok rasanya nggak yakin. Tapi Mas sudah bilang gini, aku bisa apaaa.. ” Jawab Arimbi itu sambil malu-malu menundukkan kepalanya.

“JADI BENAR? KAMU MAU? JADI IBU DARI ANAK-ANAK KU NANTI? JADI ISTRIKU?” Werkudara pun teriak sambil tak percaya.

“Hush! Pelan-pelan Mas.. Nanti tetangga tau, malu” Jawab Arimbi sambil mukul manja lengan Werkudara.

“Baiklah, Dek.. Aku lega.. Aku sudah mengungkapkan perasaanku kepadamu, Aku akan datang ke rumah bersama kedua orang tuaku untuk segera melamarmu” Kata Werkudara sambil menyenderkan dirinya ke kursi depan rumah Dewi Arimbi itu.

pembicaraan yang panjang di rumah tersebut berlangsung cukup lama, sehingga tak lama malam menjelang.. Werkudara pun sepertinya harus segera pulang. Diberikanlah karangan bunga itu kepada Dewi Arimbi.

Hubungan mereka berlangsung cukup lama, dan akhirnya dengan berjalannya waktu, mereka pun menikah dan Arimbi mengandung anak dari Werkudara. Akhirnya dengan berjalannya waktu, kisah romantis itu pun berakhir manis. Meski pada akhirnya Dewi Arimbi meninggal karena membela Anak kesayangannya Gatotkaca dan Werkudarapun ‘moksa’. Inilah yang disebut kisah romantis. Bukan menye2 macam Romeo Juliet. Karena ada pengorbanan seorang Ibu kepada Anak, pengorbanan seorang laki-laki dalam membela keluarganya.

 

Mas Jun

Working In Silence & Move When The Time Is Right. | Live Slow, Die Whenever. | A Motorcycle & A Mission | Lucky Bastard | Drink Too Much Coffee | me@masjun.com

9 Comments

  1. Mas mas arimbi kui raksesi lho mas. Bayanganku ngene, arimbi dandan ayu dinggo ngelabuhi si werkudara, mbasan werkudara menyatakan cinta njuk arimbi berubah dadi raksesi meneh 😀

    • hahahaha.. hooh, aku juga berfikirnnya seperti itu.. tapi namanya cinta, sebenarnya kudu bisa menerima apa aja.. *halah*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *