Blog Digital Marketing

CERITA-CERITA

Film Sobat Ambyar: Merayakan Patah Hati Dengan Jogetan!

Pada beberapa hari lalu pada tanggal 14 Januari 2021 Film Sobat Ambyar sudah resmi diloncing di platform digital streaming Netflix. Saya rodo bingung mau bercerita atau nulis tentang apa, wong saya ini bingung dan gak tau tentang bahasa perfilman nanti ndak dikiro dadi kritikus film cuman daripada ngopo ya mending nulis saja.

Film yang disutradarai oleh Charles Gozali ini cukup membuat saya ngguya-ngguyu karo rodo misuh. Ngguya ngguyu adalah bagaimana cerita si Jatmiko yang diperankan oleh Bhisma Mulia ini sungguh cocok banget dengan raine. 

Si Jatmiko ini adalah sosok anak muda yang kekinian banget. Gimana tidak, kerjanya di sebuah Coffeeshop sebagai pemilik usaha dan merangkap seorang Barista, kemudian mempunyai mobil klasik.

Sebagai pemuda yang konsen untuk mengembangkan bisnisnya sampai lupa bercinta eh mempunyai pacar di era sekarang mungkin agak susah dijumpai, namun dalam perjalanannya tibalah seorang wanita yang cantik dan anggun datang untuk menggugah hati pria tersebut.

Wanita ini bernama Saras yang diperankan oleh Denira Wiraguna. Seorang cewek cantik yang diceritakan berasal Surabaya yang menempuh study di Solo sampai selesai ini bagaikan sebuah air yang menghapus dahaga seorang barista sing ra tau jatuh cinta. Lha piye, ayu, bodyne well dut, pinter. Jan seger koyo duduh’e Soto Gading dikeceri jeruk~  Gerrrr sriiii…

Kemudian si lelaki yang merasa warung kopinya sepi ini didatangilah mbak mbak cantik yang kekinian yang pengen ngerjain skripsi di coffeeshopnya dengan menenteng Macbook Pro terbarunya membuat mas mas yang lugu alias yang ora tau pacaran tadi akhirnya jatuh hati.

Seperti dapat durian runtuh, mas mas yang bisnisnya mau kolaps karena warung yang sepi nyenyet kok ya dapat respon mbak mbak yang bisa dibilang idola di kampusnya ini langsung jatuh hati.

Setelah diajak keliling naik mobil kunonya ke Tawangmangu(ketoke) yang dingin sambil udan udan (tapi sayange ora karo mangan sate kelinci), si mas ini mengungkapkan rasanya kepada mbak mbak yang ternyata sudah menolak semua cowok yang mendekatinya.

Berasa si Mas ini menangan lalu si mas juga mengajak jalan jalan ke Triwindu. Kalau Pak Samin masih ada di dekat pasar Triwindu sana, nek aku jadi Jatmiko tak ajak jajan Gule Goreng Pak Samin, tapi aku gak tau  si mbak ini doyan sate kambing ora.

Kemudian saat di C̶o̶y̶u̶d̶a̶n̶ Triwindu dia melihat sebuah kalung emas dan kemudian diberikanlah ke mbak yang cantip tadi. Sambil berharap si mbak cantip akan jadi miliknya selamanya.

Padahal keadaan toko sedang bangkrut, tapi mas Ganteng malah membelikan kalung emas. Padahal kan bisa duite dipakai buat Invest Saham atau Trading Crypto yo.. Hih!

Lalu tiba saat yang dinanti, yaitu Ambyar! Ya, ambyar di sini adalah bagaimana si mbak yang jebul ayune koyo ratu atine koyo asu ini meninggalkan semua yang sudah diperjuangkan mas barista tadi. Wedokan ason!

Gimana ndak ason, wong sampai diparani sampe Surabaya sambil numpak bis. Kebayang wae, bis’e etanan itu nak bis banter banter kabeh. Njuk aku mbayangke nyengat bis etanan neng Faroka sambil bawa boneka itu nak ya malesi. Gek lingguhe mburi dewe. Mesti mas ganteng tadi sambil menahan ngelu dan hok-nya demi kesayangannya. Eh, kok malah neng kono atine dilarani. 🙁

Mas yang atine ambyar tadi akhirnya membawa luka dan sedihnya kembali ke kota Solo yang membuat dirinya ambyar koyo karak dilebokne soto. Ambyar~ Hih yingfay!

Nek Wis Cinta Iki Cen Ngono Kok!

Bagimana tidak, cerita patah hati seorang laki-laki yang sudah berjuang itu memang kerap terjadi di mana saja, kok. Dan berjuang untuk bangkit dari keterpurukan cinta itu memang tidak semudah itu.

Dalam cerita Bandungbowoso  misalnya, menceritakan bagaimana  demi si Roro Jonggrang mau buatin candi atau  Wolverine yang cinta mati kepada Jean Grey padahal ada Cyclops,  dan yang terakhir adalah Ji Pyeong dengan Dal Mi yang 3 tahun ora ngapa-ngapa. Hesh jan! Nek wis jatuh cinta itu goblog itu bener adanya. Nek wis kadung cinta kih cen kadang dadi ngono kok. Hih.

Untuk film ini saya macak paham memberikan nilai yaitu 7,5/10. Mengapa? Ya ada sedikit hal detail kecil yang mungkin miss dalam film ini, tapi ra ono masalah sih. Namanya juga film.

Tapi memang, film ini cukup menggambarkan keadaan percintaan anak muda, setting yang pas, serta pemain yang cocok di setiap perannya membuat film ini enak dan ringan untuk ditonton. Apalagi Mbak Asri Welas, juara banget!

Apalagi di setiap adegan film ini terdapat banyak judul lagu dari Didi Kempot, dari Kalung Emas dan ditutup dengan lagu Pamer Bojo saat si mbak yang ason banget tadi memberikan undangan nikahnya. Faaak Jingaaann! Juara sing gawe film.

Akhir kata, film ini saya rekomendasikan untuk kamu yang pengen ngguya-ngguyu karo ngampet anyel-anyel piye gitu. Film ini bisa ditonton di layanan streaming Netflix. Ojo sing bajakan. Isin~ Angkat topi buat semua yang terlibat di film ini!

6 Comments

  1. wahihihi… cen Solo ki Ibukota masakan olah-olahan daging kambing og… *salfok ke gule goreng Pak Samin* 😀 😀 😀

  2. wah, iki mantap. wes ngalahi reviewer film sebelah pokoe jos komplit.
    btw body well dut ki pie mas deskripsi lengkape?

  3. KALO ENDINGNYA AMBYAR AKU EMOH NONTON AHHHHHH *NJUKKKKKKK?

Leave a Reply