14

Inilah Alasan Kenapa Saya Suka Bawa Pisau

Saya menulis ini karena beberapa kali menemui pertanyaan yang ditujukan kepada saya, kenapa kok saya selalu bawa pisau. Hmm. Akhirnya kepikiran untuk menulis alasan saya di blog saya ini, itung-itung curhat sedikit.

Jadi gini, alasan saya kenapa membawa pisau/MultiTools. Sebelumnya saya mau cerita dulu awal muasal saya suka benda tajam ini. Jadi begini ceritanya,

Sebenarnya agak sedikit emosional kalau bercerita perkara suka pisau, tapi gakpapa lah, jadi awalnya adalah Almarhum Eyang saya dulu adalah seorang penggemar barang-barang yang menurut saya yang masih kecil itu mempunyai koleksi yang cowok banget lah, dari akik, jam tangan, sampai ke barang tajam, dari katana/pedang samurai(yang katanya masih bau darah penjajah), bayonet, Pisau Victorinox dengan handle tanduk rusa, sampai keris yang kata seorang pakar adalah keris sepuh yang akhirnya keris tersebut diwariskan ke Bapak saya. Meski akhirnya beberapa barang itu tidak tau keberadaannya sampai sekarang karena hilang tau gimana saya juga cari tidak ketemu selepas eyang saya meninggal.

Ya, namanya juga anak kecil, pasti mempunyai idola masa kecil, nah, idola masa kecil saya waktu itu adalah Almarhum Eyang saya ini. Bahkan ketika saya kecil, saya keplathok arit ketika mainan di sebuah pabrik batik di Solo, bekasnya masih ada sampai sekarang di jari telunjuk saya. Ternyata kesukaan saya tentang barang tajam ini sudah lama salah satunya ketika masa kecil saya sendiri punya pengalaman ketika kecil mlindeske paku di rel kereta sehingga bisa dibuat sebagai pisau2an. Tapi sayangnya mainan itu terlalu bahaya ketika dipegang anak kecil.

Berjalannya waktu sampai akhirnya Eyang saya meninggal saya pun sedikit sedikit kok lambat laun seperti Almarhum Eyang saya, sebelum musim akik, saya sendiri sudah memiliki dan mamakai akik dan pernah saya tulis di sini. Kemudian berjalannya waktu dan rejeki, saya akhirnya bisa membeli pisau sendiri, oh ya, sebelum saya membeli pisau sendiri saya pernah memesan parang dari seorang OB yang kebetulan tetangganya adalah seorang pande besi di Bantul sana.

PISAU PERTAMA SAYA

Perkara pisau pertama saya saya sendiri tak ingin asal memilih pisau, yang jadi pertimbangan saya adalah harga dan kualitas untuk menjadi pisau pertama. Pada awalnya saya sendiri tidak ingin menjadikan mempunyai pisau ini menjadi sebuah hobi dan memang tak ingin jadi hobi, tapi sebagai sarana pertahanan diri.

Agak sedikit bercerita dulu, dahulu saya pernah bekerja di sebuah perusahaan yang saya sendiri harus bekerja di ‘jalanan’, pernah sampai akhirnya saya pun nyaris menjadi korban perampasan. Dari kejadian tersebut saya kemudian berfikir, kayaknya penting juga memiliki alat pertahanan diri ketika berada di jalanan. Apalagi saya sering pulang malam, sehingga kadang diperlukan juga jika keadaan mendesak.

Setelah kejadian itu dan kebetulan memiliki rejeki, saya kemudian memikirkan untuk memiliki alat pertahanan diri, bukan pistol, karena perijinan senjata api sendiri di Indonesia sangat susah untuk sipil membawa senjata api. Meski pisau sendiri untuk perijinan di Indonesia masih belum di-legalkan, banyak kasus orang yang membawa senjata tajam malah tertangkap polisi.

Nah sayapun belajar perihal pisau yang sekiranya bisa diselipkan atau ‘disembunyikan’ dan tidak mencolok ketika disimpan, kemudian jatuh pilihan saya ke Spyderco Tenacious sebagai pisau pertama saya. Kenapa saya memilih Spyderco Tenacious karena pisau ini dari harga juga masih masuk akal dan menurut kabar bahwa pisau Spyderco Tenacious terkenal sebagai pisau yang cukup bandel di kelasnya dan cocok untuk dipakai sebagai alat pertahan diri. Nah, setelah saya memiliki pisau pertama saya, saya agak sedikit merasa ‘aman’, karena ketika saya pergi luar kota dengan motor pulang malam-pun saya tidak masalah. Pisau itu selalu saya bawa kemanapun saya pergi jika memungkinkan. Oh, ya belum menjawab pertanyaan kenapa bawa pisau ya.

Jadi gini, karena racun dari mas sandal(tetep nyalahke :))), saya akhirnya mempunyai pisau sebanyak 5 buah. Spyderco Tenacious, Spyderco Pingo, Kershaw Amplitude, Swiss Army Knife Seri Alox, Leatherman Tools seri Style. Semua pisau memiliki kemampuan dan kegunaan sendiri-sendiri.

  1. Spyderco Tenacious:
    Spyderco Tenacious

    Spyderco Tenacious

    Saya membeli Spyderco Tenacious ini dari rekomendasi seorang yang sungguh mempengaruhi diri saya perihal meracuni hal beginian, beliau adalah mas @sandalian dari mas Yeni ini saya cukup diberikan pengetahuan perihal pisau, karena dari track recordnya beliau ini cukup paham seluk beluk pisau yang termasuk bagian dari EDC(EveryDayCarry). Kemudian saya memberanikan diri untuk memesan pisau itu ke Mas Sony via aku FB-nya Paracraftz. Pada akhirnya pisau ini istirahat dulu, karena pisau ini menurut saya terlalu besar jika dimasukin ke saku celana, dan terlalu intimidatif karena ukurannya jika dibuka di depan umum. Tapi tetap, pisau ini masih menjadi cinta pertama saya.

  2. Spyderco Pingo: 
    spyderco pingo

    Spyderco Pingo

    saya membeli pisau kecil ini dari kawan saya yang meracuni saya babagan pisau ini, siapa lagi kalau bukan mas Yeni. Pada awalnya saya memutuskan untuk membeli karena saya merasa butuh pisau kecil, karena tidak terlalu mencolok/intimidatif ketika dibuka di depan umum. Masih fungsional sebagai alat pembuka bungkus dan memotong/sebagai alat pertahanan diri ketika diperlukan, meski secara design pisau ini imut sekali.

  3. Swiss Army Knife seri Alox:
    Swiss Army Knife Alox

    Swiss Army Knife Alox

    saya jadi ingat ketika masa kecil saya, ketika saya memegang pisau SAK(Swiss Army Knife) kepunyaan Almarhum Eyang saya, dan siapa sih yang gak pengen punya utility knife seperti Mac Gyver. Itulah saya memilih seri ini karena saya melihat banyak kegunaan di dalamnya. Pernah pada suatu saat saya kesulitan untuk membuka botol dan mengencangkan sekrup ketika di jalan dan pisau ini cukup membantu saya.

  4. Leatherman Multi-Tools seri Style:
    Leatherman Style

    Leatherman Style

    sebenarnya saya beli ini karena hanya lapar mata saja waktu itu. Karena seorang teman di FB menjual seri ini dengan harga yang cukup murah, lagipula, di seri Style buatan Leatherman adalah termurah di merk-nya. Dan di dalamnya sebenarnya sudah cukup diwakilkan oleh Swiss Army Knife yang sudah saya miliki.

  5. Kershaw Amplitude 2.5:
    Kershaw Amplitude 2.5

    Kershaw Amplitude 2.5

    saya akhirnya membeli ini karena saya pernah mengalami kejadian agak ndak enak, ketika saya pulang sehabis mengantar pulang pacar(sekarang sudah jadi istri. hehe) saya dibuntutin dan nyaris jadi korban jambret, jadi waktu itu saya hanya membawa SAK(Swiss Army Knife) merasa kalau bawa Swiss Army Knife ini kok lucu saja. Tidak cepat ketika membuka bagian bilah pisaunya, ndak lucu kan ketika dibutuhkan untuk sebagai alat pertahanan diri malah kebuka bukaan botol. 😐 dan Kershaw ini cukup mewakili kecepatan untuk membuka bilahnya karena ada sistem yang dinamakan spring-assisted knife.

nah, itulah kegunaan masing-masing pisau yang saya punya, untuk saat ini pisau yang sekarang sering saya bawa adalah Kershaw Amplitude 2.5 dan SAK(Swiss Army Knife), karena semua mempunyai kebutuhan sendiri-sendiri. Yang lain? Disimpan rapi saja. Kalau Zombie menyerang bumi, nanti baru dipake. 😐

KENAPA SUKA PISAU?

Saya kurang tau kenapa saya sendiri suka pisau pada awalnya, awalnya sih mikir hanya sebuah benda tajam yang berbahaya jika tertusuk atau tergores bagian tajamnya, ternyata setelah mempelajari pisau dan sejarahnya, pisau ini rumit sekali lho. Ambil contoh pisau Spyderco Pingo saja. Pisau kecil itu dibuat oleh Jesper Voxnaes dan Anso, duet designer pisau dari Denmark ini bekerjasama dengan Spyderco sebuah perusahaan pisau dari Amerika membuat salah satu Seri Spyderco Pingo, dari segi keamanan juga ternyata pisau-pisau itu dibuat tidak asal, karena tiap negara yang mempunyai undang-undang keamanan senjata diharuskan memiliki standarisasinya. Tidak asal. Nah, pada akhirnya saya melihat pisau dari sisi yang lain, saya melihat dari sisi keunikan karakter pembuatnya, desainer dll, seperti halnya keris, semua ada karakter dan cerita dibalik bilah keris tersebut. Karena saya yakin, setiap tempaan bilah panas untuk membuat pisau itu ada doa dan harapan dari sang pembuat.

Perkara bahan/material pembuatan pisau. Saya dulu hanya berfikir semua besi bisa jadi pisau, ternyata tidak. Bagaimana sebuah pisau menjadi seri damascus, atau pisau yang anti karat. Nah, itu hanya sedikit cerita.

Macam-macam Bahan Dasar Pisau

  • Pisau Hunter: D2, A2, W2, O1, dst.
  • Pisau Tactical: A2, D2, ,M2, M4, CPM 3V
  • Pisau Utility: W1/W2, 1095, 1084, Cruforge V, O1, CPM 3V, dll
  • Pisau Ukuran besar: 1084, 1095, 5160, CPM 3V, A2, O1, INFI, 52100, S7, L6, dll
  • Pisau Lipat: D2, ATS34/154CM/VG10, ZDP189, 1095, M390, M4, CPM D2, CPM 154, Duratech 20CV, dll.(Dikutip dari https://frids.wordpress.com/)

nah, dari data di atas itu saja saya cuman tau VG10 saja. 😐

Nah, kenapa suka pisau? Pisau hanya salah satu sarana saya untuk menjaga diri saja, kembali lagi, jika tidak digunakan, ya hanya sebuah benda mati tidak ada gunanya, jika digunakan kita tidak atau apa yang terjadi.

Knife is just a tools just like the others.

PISAU DAN TREND FOTO EVERYDAYCARRY

Oh ya! saya juga pengen bercerita perihal pisau dan trend fotografi, saya sendiri bukan ahli fotografi, punya kamerapun kamera biasa saja, tapi karena saya mengikuti fotografi pisau ini saya melihat sekarang bahwa pisau sendiri bisa menjadi model dalam sebuah fotografi. Apalagi ada Instagram, pisau bisa menjadi model yang cantik. Silahkan cek tagar #everydaycarry di Instagram. Di sana mereka posting apa yang mereka bawa sehari-hari, seperti alat pertahanan diri tactical tools(pisau, pistol, keling tactical pen dlsb), alat kerja, sepatu, alat jika keadaan darurat, bahkan sepatu-pun masuk dalam keterangan apaitu EveryDayCarry silahkan cek di wikipedia ini. Nah, dari sering memotret dan mengunggah di instagram, sayapun agak sedikit kecanduan perihal EveryDayCarry.

PERLUKAH MEMBAWA ALAT PERTAHANAN DIRI?

Ketika orang bertanya, perlukah seseorang membawa alat pertahanan diri ketika berada di luar rumah? Saya jawab PERLU SEKALI. Kenapa? Karena, menurut saya kita tidak tau apa yang akan terjadi di luar sana, setiap orang pasti berdoa supaya diberikan keselamatan ketika berada di luar rumah, perlindungan dari Tuhan tentu menjadi alat pertahanan diri paling utama, tetapi ketika Tuhan memberikan ‘cobaan’ kepada umat-Nya, tentunya umat-Nya akan berusaha.

Sebagai contoh adalah, ketika sedang berada di jalan, dan kemudian ada halangan dari seseorang yang mencoba mencelakakan kita, apa yang ada di sekitar kitapun bisa menjadi alat pertahanan diri. Contoh: Seorang wanita pulang kerja dan mengharuskan pulang larut malam karena sedang lembur, ketika di jalan dirinya mendapatkan cobaan dengan digoda orang, tentunya dirinya perlu alat pertahan diri yaitu semprotan merica(pepper spray) nah, lumayan juga kan kalau semprotan itu kena mata. Itulah salah satu contoh. Bahkan kunci sepeda motorpun sebenarnya bisa menjadi alat pertahanan diri, bisa sebagai alat untuk memukul jika kuncinya kita selipkan ke antara jari(bukan jempol lho ya) dan digunakan untuk memukul ulu hati.

Respect your knife, and it will serves you well

Nah, tak hanya itu saja, bahkan senterpun saya baru tau bisa sebagai alat pertahanan diri juga, dengan cara? senterin aja ke mata penyerang/pengganggu. Setidaknya cahaya senter itu akan sedikit membutakan mata pengganggu itu sehingga kita bisa berlari atau mengeluarkan alat yang lain untuk bertahan diri.

Nah, kira-kira begitulah sedikit cerita tentang pisau dan alat pertahanan diri lainya. Pisau hanya sebagai sarana saja, selebihnya, mau digunakan atau tidak itu tergantung diri kita. Jika memang perlu digunakan maka saya akan menggunakan, jika tidak, kenapa harus menarik gagang pisau dan membuka bilahnya.

KENAPA SIH PISAUNYA HARUS MAHAL?

You got what you pay.

Saya pernah dikatain istri, “pisau mahalmu bisa buat ngiris bawang gak?”, saya jawab, bisa saja. Kenapa gak bisa. Harus punya pisau mahal ya untuk EDC/Self Defense?

12821496_10201352976463829_2050508448906303335_n

Oh, gak juga, jika memang ada pisau lokal dengan design yang bagus dan bahan yang bagus pasti saya beli, seperti yang saya ceritakan di atas bahwa saya pernah ndandakne parang dari per mobil, bahkan saya pernah menyimpan pisau lipat dari Almarhum Om saya yang kebetulan dirinya punya pisau lipat buatan lokal(dan ketika pindahan rumah, pisau tersebut ilang).

Nah, jika memang nanti saya sudah menemukan pembuat pisau lokal dengan design yang saya suka dan memang memenuhi syarat kebutuhan saya.

PENUTUP

Nah, itulah sedikit cerita saya kenapa membawa pisau dan alat-alat yang menurut orang itu kok mbebayani(membahayakan) dan ribet sekali. Mendingan bawa pisau apa bawa pesugihan hayooo??? :)), trus apakah saya berhenti membeli pisau? Bisa jadi iya, bisa jadi tidak, semua tergantung bos(baca: istri 😐 ), dan ternyata tulisan panjang dan mbingungi juga ya. :)) selamat membaca dan bingung anyway~ ben.

Mas Jun

Working In Silence & Move When The Time Is Right. | Live Slow, Die Whenever. | A Motorcycle & A Mission | Lucky Bastard | Drink Too Much Coffee | me@masjun.com

14 Comments

  1. Mas, mau tanya dong.
    Gimana kalau ada razia benda tajam? Trus, nek misal, saya ingin bepergian pake pesawat gitu. Gimana itu? Kira-kira bakal jadi masalah ndak?

    Terima kasih,
    Banu di BBLPR

    • menurut kabar, jika pisau tidak masuk ke ruang kabin pesawat tidak ada masalah. masukin tas ke bagasi saja. insyaallah aman. saya sendiri belum pernah njajal sih. 😐

      terimakasih,
      masjun-joglosemar

      • Nek pesone larang, rodo was-was mlebu bagasi Mas. Masukin ke security item aja pas check-in, meskipun ada bbrp maskapai yang nge-charge untuk jasa penitipan ini.

        Kalau saya milih bawa pisau murah trus masukin ke koper.

  2. Jalur darat memang keras gan. Ditunggu kelanjutan ceritanya.

    Tau lali gawa sing lipet isi obeng dan pembuka botol itu neng bandara. Akhirnya direlaken dinggo pak e sekuriti 😐

  3. Dikarenakan sudah dijelaskan kenapa suka sama pisau, dan menyangkut alasan keamanan didalamnya, maka saya mau bertanya. Adakah rekomendasi pisau untuk perempuan? Sepertinya pisau yang terakhir tadi cocok ya? Eh, nek isa sek bisa “diajak” untuk ngecamp jugak. 🙂
    Nuwun..

  4. ada pisau lengkap sak mbak-mbak ayune sing mbawakke buah ndak ya mz?

    ttd,

    hush, sing lagi pengen buah.

    • kalau pisau yang aman sih model victorinox itu aman sekali dibawa kemana-mana, mas. selain bisa dipake buat banyak hal, ndak terlalu mencolok juga.

  5. Mas, sy baru hobi edc nih, abis baca2 mengenai UU drt no 15 tahun 1951 pasal 2 tentang sajam… kira2 gmn mas nyiasati bawa pisau dan SAK atau multitools di tempat umum… siapa tau apes kena razia?

    • menurut hukum memang tidak diperbolehkan ya, selama tidak ‘dipamer2kan’ atau tidak mengancam seseorang sepertinya aman. tetap di saku saja. lalu untuk apes kena razia alhamdulillah belum pernah kena razia sih. menurut teman2 yang pernah kena razia sajam memang beberapa diikhlaskan kepada aparat, tapi misal masih SAK atau leatherman sepertinya masih aman asal alasannya jelas. misalnya: bawa leatherman, kemudian kena razia. bilang aja, kerja di bagian teknisi. itu sih beberapa trik nya. hahaha.

      • Oke mas, thanks respons nya.. Yah emang liat2 tempat jg sih, so far kalau sehari2 sy bawa SAK aja tergantung ama kunci mobil dan kunci lain2, multitools sy ada gerber mp600 kalo ke mall emang sy tinggal di mobil, untuk pisau lipat baru punya merk eiger, mayan compact, mirip spiderco modelnya.. Saya bawa kalau perjalanan jauh aja dan tidak ditinggal di mobil. Semoga aja gk apes kena razia.. haha..

  6. mau nanya mas multitools yg ada tangnya yg anti karat apa ya yg recomended? soalnya LM setau saya masih kena karat jg..

    • saya kurang tahu mas, setau saya sih hampir semua besi, bakal berkarat, meskipun di pisaunya ada tulisan anti karatnya. balik lagi sih, sebenarnya perkara perawatan saja. jika habis dipakai ke bahan yang bisa menyebabkan karat, alangkah baiknya segera melakukan perawatan, msialnya dibersihkan dengan minyak kelapa atau dicuci bersih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *