2

Jalan-Jalan Ke Negeri Tembakau Di Atas Awan

Judulnya agak lebay ya?! tapi sebenarnya ini memang sebuah kenyataan kok. Jadi gini, beberapa minggu lalu mendapatkan undangan(bukan undangan rabi mantan lho!) untuk menghadiri sebuah wisata, saya terakhir diajak atau ikut wisata itu pas SMP yaitu pas Darmawisata ke Bali. Saya segera meng-iya-kan undangan tersebut. Karena ternyata undangan wisata itu adalah undangan #WisataKretek dari kawan @komunitaskretek dan @mojokdotco.

Oke, langsung pada cerita saja, jadi kami rombongan #WisataKretek datang berkumpul di sebuah WarungMasKali di sekitaran jalan Damai Kaliurang, ternyata di sana saya bertemu seorang yang sungguh femes di dunia maya yang kemampuan tingkat tinggi tapi memiliki muka pas2an dan bisa dibilang cukup ngepres AgusMagelangan! dan siapalagi kalau bukan seorang Armand Dhani yang siapa lagi sih yang tidak kenal dengan mereka berdua?

Kudus Kota yang Suci Bagi Perokok Kretek

Perjalanan dari Jogja menuju tempat kami melakukan perjalanan suci ke tempat lahirnya rokok kretek di pulau Jawa dimulai dari kota Kudus. Pada malam harinya setelah kami sampai di Kudus kami makan malam bareng di Taman Bojana, di sini rombongan makan makanan Khas Kudus, sebagai #sotomania pastinya saya pesan Holy Soto! Sebuah Soto yang sungguh kudus dengan daging kebo yang khas dari Kudus.  Makan di tempat Warung Soto Ibu Noor’in, Ibu yang sudah punya cucu ini katanya memulai jualan soto Kudus sebelum G30S/PKI berlangsung. Guyonan pun berlanjut dengan Mbah Noor’in sampai saya mau dibikinin kopi biar nungguin sampai selesai jualan.*mau dipek putu po ya?*

Holy Soto

Holy Soto

Soto Kudus Ibu Noor'in

Soto Kudus Ibu Noor’in

Ibu Noor'in

Ibu Noor’in

Pada esok harinya, para rombongan #wisatakretek diajak ke SKT(Sigaret Kretek Tangan) PT Djarum Karangbener Kudus. Di sini kami perlihatkan cara melinting rokok dengan alat yang dioperasikan secara manual oleh pekerja PT Djarum.

SKT(Sigaret Kretek Tangan) PT Djarum

SKT(Sigaret Kretek Tangan) PT Djarum

Berada di salah satu SKT PT Djarum ini para peserta di perlihatkan cara melinting rokok kretek, di sana ada sekitar 5000 pekerja.

Peserta #wisatakretek

Peserta #wisatakretek

Kemudian perjalanan berlanjut ke Oasis PT Djarum, di sini kami diajak main ke tempat produksi SKM(Sigaret Kretek Mesin) PT Djarum. Di sini kami diperlihatkan proses yang cukup canggih dari sebuah produksi rokok filter.  Oasis yang luasnya 82 Hektar ini memang sungguh keren! dan setelah ke Oasis PT Djarum kami diajak ke PB Djarum, tempat kawah candradimuka para pemain bulu tangkis yang mengharumkan nama Indonesia. Luas sekali memang. PB Djarum yang katanya PB Terbaik di Asia ini membuat kami terkagum-kagum. Para peserta #wisatakretek ada yang sungguh selo pada bermain bulu tangkis, kalau saya sih mending leyeh-leyeh di luar daripada badan jadi njarem-njarem.

Main Office Oasis PT DJarum

Main Office Oasis PT DJarum

 

PB (Perkumpulan Bulutangkis) Djarum

PB (Perkumpulan Bulutangkis) Djarum

Tempat Latihan PB Djarum

Tempat Latihan PB Djarum

Pada malam harinya kami kembali lagi ke Oasis PT Djarum, di sini kami diajak sarasehan dengan direksi PT Djarum Pak Thomas Budi Santoso, budayawan Kudus K.H Najib Hasan dan Sabrang”Noe” Damar Panuluh(Voc Letto). bercerita tentang bagaimana tentang Industri Kreatif dan Bicara tentang Kretek dan masa depannya.

Sarasehan di Main Office PT Djarum

Sarasehan di Main Office PT Djarum

Keesokan harinya kami melanjutkan berjalanan ke PR(Pabrik Rokok) Sukun Kudus. Di sini kami dihadapkan dengan kondisi yang berbeda sekali dengan yang kami alami di PT Djarum. Di Pabrik Sukun kita seperti kembali ke masa lalu, para pekerja dan kondisi pabriknya pun tak secanggih dan semegah kepunyaan Djarum, tetapi di sini kami melihat bahwa PR Sukun masih ingin bertahan. PR Sukun pun saat ini Perusahaan Rokok milik orang Jawa yang masih bertahan/tersisa, yang lainnya sudah gulung tikar karena kalah bersaing.

Pabrik Rokok Sukun Kudus

Pabrik Rokok Sukun Kudus

Jadwal Suntik KB di PR Sukun Kudus

Jadwal Suntik KB di PR Sukun Kudus

IMG_3128

Pembuatan Rokok Klobot di PR Sukun Kudus

Para Pekerja SKT PR Sukun Kudus

Para Pekerja SKT PR Sukun Kudus

Setelah dari PR Sukun kami melanjutkan ke Klinik Balur, di Klinik Balur rombongan diajak dan kenalkan pengobatan alternatif menggunakan media tembakau. Sayapun baru tahu kalau tembakau bisa digunakan untuk media penyembuhan alternatif. Menurut kabar bahwa pengobatan dengan media tembakau berhasil menyembuhkan penyakit kanker.

Klinik Balur. Pengobatan Alternatif Menggunakan Tembakau.

Klinik Balur. Pengobatan Alternatif Menggunakan Tembakau.(model: @masbenx)

Habis dari Klinik Balur, kami rombongan mengunjungi Museum Kretek Kudus. Sebagai seorang #kretekus tak lengkap rasanya kalau tidak berkunjung ke sini.

Museum Kretek Kudus

Museum Kretek Kudus. Di Sini Sejarah Rokok Di Pulau Jawa Terdokumentasikan.

 

Berkunjung Ke Tanah Penghasil Daun Emas

Setelah perjalanan suci ke tanah yang Kudus rombongan #wisatakretek melanjutkan ke tanah yang menghasilkan daun emas desa Wonosari Temanggung. Kami menginap di balai desa. Di balai desa ini kami diajak ngobrol dengan Pak Lurah Subakir, Pak Lurah Agus dan Pak Made. Pak Lurah Bakir dan Agus bercerita tentang kesuksesan Tembakau Srinthil yang pada tahun 2009 per kilonya harganya 850ribu rupiah. 😐

IMG_3213

Pak Bakir. Salah Satu Lurah dan Petani Sukses di Desa Legoksari Temanggung.

Kemudian Pak Made bercerita cara penanaman tembakau yang baik dan benar sehingga bisa menghasilkan tembakau kualitas 1 yang harganya bisa mahal. Kenapa bisa mahal? karena tembakau ini hanya bisa di tumbuh di daerah Lamuk saja. Ntah belum ada penjelasan kenapa tembakau ini hanya bisa tumbuh di daerah sini saja(Lamuk Temanggung). Dan harga perkilonya bisa sampai jutaan. Pak Bakir salah satu petani yang merasakan nikmatnya daun tembakau no 1 ini. 1 kilo tembakau srinthil ini pada tahun 2009 harganya 850ribu rupiah/kilo! Perbandingannya adalah 15 kilogram tembakau Srinthil untuk 1 ton tembakau biasa. Jadi, tembakau Srinthil ini tidak dirokok lawaran, tetapi hanya untuk campuran saja. Kalau mau lawaran rasanya akan merusak tenggorokan dan mengakibatkan pusing pada perokoknya. Jadi cuman diremuk kecil-kecil, dicampur dengan tembakau biasa dan cengkeh. Rasanya? LUAR BIASA! DEWANYA TEMBAKAU!

Penampakan Tembakau Srinthil. 2009 ini harganya 850ribu/kilo

Penampakan Tembakau Srinthil. 2009 ini harganya 850ribu/kilo

IMG_3233

Tembakau Srinthil

Mitos Tentang Merokok Di China. :))

Mitos Tentang Merokok Di China. :))

Malam pun berlanjut, kami melakukan ‘ramah tamah’ dengan para peserta #wisatakretek biar lebih akrab di depan balai desa Wonosari Temanggung. Eh, malam pun berlanjut dengan ramah tamah hingga pagi. Pada pagi harinya kami diajak ke bukit yang katanya hanya 1 kilo dari balai desa untuk melihat matahari terbit. Di sini kami menyadari bahwa kami hanyalah remahan tembakau di tempat ini.

Sunrise di bukit atas desa Lamuk lereng gunung Sumbing.

Sunrise di bukit atas desa Lamuk lereng gunung Sumbing.

Gunung Sumbing dan Tanaman Tembakau

Gunung Sumbing dan Tanaman Tembakau

Menikmati Tembakau Srinthil Sambil Memandang Desa Penghasil Tembakau No 1 Di Dunia

Menikmati Tembakau Srinthil Sambil Memandang Desa Penghasil Tembakau No 1 Di Dunia

Selesai dari tempat ini kami diajak sarapan oleh Pak Lurah Agus, sarapan bukan sembarang sarapan, kami diajak ke Bukit Cinta, di atas bukit ini kami makan pagi(belum pada tidur) sambil melihat lereng gunung Sumbing.

Sarapan di Bukit Cinta Lereng Gunung Sumbing

Sarapan di Bukit Cinta Lereng Gunung Sumbing

Setelah sarapan kamipun diajak ke rumah warga untuk ‘klekaran’, dan memang benar sampai sini para peserta pada KO. Yah, gimana gak KO wong pada belum tidur karena ramah tamah dan curhat dari semalam trus diajak naik gunung.  :))

Selesai jum’atan, rombongan pun diajak makan siang(makan lagi!), kali ini Pak Lurah Agus(lurah yang sungguh mbois) ngajak makan siang di tempat yang luar biasa lagi. Makan siang di lereng gunung Sumbing. Dirinya sengaja mengajak kami makan di lereng gunung ini agar kami merasakan bagaimana rasanya jadi petani tembakau yang panas-panas makan siang di tengah-tengah ladang tembakau.

Makan Siang Di Lereng Gunung Sumbing

Makan Siang Di Lereng Gunung Sumbing

Rumah Ibadah Yang Dibangun Oleh Warga Hasil Tembakau Srinthil

Rumah Ibadah Yang Dibangun Oleh Warga Hasil Pertanian Tembakau

Di lereng gunung ini kami bercengkrama akrab dengan pak lurah mbois ini. Beliau bercerita tentang tembakau, rencana larangan merokok oleh pemerintah. Dalam curhatannya terbersit bahwa para petani tembakau ini hanya ingin didukung dan di-support. Bahwa sesungguhnya ada sebuah konspirasi besar di balik larangan ini. (Konspirasi pabrik obat-obat2an mungkin?!) Sesederhana itu lah keinginan petani tembakau, kalau tidak ada kita yang membantu atau mendukung mereka(para petani) mereka mau makan apa lagi selain dari hasil tembakau?! Adakah penghasilan yang lebih tinggi dari pada hasil panen tembakau? Kalaupun ada apakah pemerintah mau menjamin bahwa hasilnya tetap tinggi?!

Manut Kata Simbah(yang katanya usianya 90 tahun)

Manut Kata Simbah(yang katanya usianya 90 tahun)

Perjalanan Spiritual #kretekus pun berakhir di Warung Mas Kali, sebuah kebahagiaan tersendiri dari para peserta. Peserta #wisatakretek pun merayakan #HariKretek dengan bahagia dan mendapatkan ilmu yang banyak, tambah teman pula. Bahkan pesertapun ada yang memang tidak merokok pun merasa ikut senang mengikuti acara ini. Terimakasih @KomunitasKretek dan mojokdotco dll atas undangannya, tak ada yang sia-sia dalam perjalanan suci kami kemarin. Kami tunggu undangan #WisataKretek2-nya :))

 

SAVE KRETEK SAVE INDONESIA

Mas Jun

Working In Silence & Move When The Time Is Right. | Live Slow, Die Whenever. | A Motorcycle & A Mission | Lucky Bastard | Drink Too Much Coffee | me@masjun.com

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *