11

Martabak Kota Barat @markobar1996 – Yang Manis Menarik Hati Dari Kota Solo

Kota Solo memang salah satu kota tujuan wisata, apalagi untuk wisata kuliner. Solo adalah kota yang memanjakan para pengunjung kota yang mempunyai sebutan Kota Bengawan ini.

Makanan manis adalah ciri khas dari makanan jawa, khususnya kota yang mempunyai sejarah panjang dengan Mataram ini. Martabak Kota Barat adalah salah satu contohnya. Martabak yang didirikan oleh Pak Budiyono dari tahun 1996 ini salah satu contoh makanan yang memanjakan lidah orang yang berkunjung ke Kota Solo ini.

Markobar1996

Markobar1996

Martabak yang tadinya hanya menyediakan martabak asin ini akhirnya menjadi idola ketika marbak kota barat ini menyediakan martabak manis untuk menu andalannya, berikut sedikit obrolan dengan Mas Arif,(atau lebih sering disebut Mas Bimbim) Cowok manis lajang 33 tahun penggemar Kretek, Kopi dan Vespa ini bercerita tentang kenapa kok Martabak Kota Barat ini sekarang nge-hits di kalangan penggemar kuliner Kota Solo.

Mas Arif dan Pak Budiyono

Mas Arif dan Pak Budiyono

Saya- Tanya: Sejak kapan sih Mas, Martabak Kota Barat ini berdiri?

Mas Bimbim- Jawab: Sejak tahun 1996, Mas..

Tanya: Lalu, kenapa tiba-tiba ingin membuat Martabak Manis? Apakah sebelumnya sudah ada menu Martabak Manis di warung ini?

Jawab: Sebenarnya sudah cukup lama ada menu ini, cuman tidak seramai sekarang Mas. Hanya menu standar saja, tidak ada variasi. Untuk itu saya melihat ada peluang besar di sini. Karena di Solo sendiri saya lihat tidak ada warung Martabak Manis yang menyediakan varian rasa untuk topping-nya.

Martabak 8 Rasa

Martabak 8 Rasa

Tanya: Lalu, menu topping apa saja sih Mas yang ada di Markobar1996 ini?

Jawab: Ada banyak mas, dari coklat polos, pisang coklat, sampai martabak dengan 8 rasa topping di atanya.

Tanya: Boleh diceritakan secara singkat suka duka ngurusin warung Bapak ini, Mas?

Jawab: Banyak suka dan duka-nya, karena memang warung ini sudah cukup lama berdiri, sejak 1996. Naik turun penghasilan juga. Dulu awalnya Bapak lah yang ngurusin warung ini. Bapak dulu adalah pegawai sebuah pabrik batik besar di Solo, untuk menambah penghasilan maka setelah pulang kerja Bapak membuka warung di kota barat ini, warung martabak asin. Awalnya Bapak punya 2 warung di daerah Kota Barat ini. Lalu seiring waktu karena semakin banyak konsumen akhirnya salah satu warung tutup dan hanya sisa ini.

Tanya: Lalu, apa lagi mas?

Jawab: Jadi gini, Mas.. (mas Bimbim sambil ambil sebatang rokok kretek di saku dan membakarnya). Tahun 1997-2004 Martabak ini sempat ramai sekali, kemudian pada tahun 2004-2012 drop, penjualan mulai sepi. Sampai tahun 2014 bulan Oktober karena ada varian rasa baru, karena saya melihat ada peluang di sini, akhirnya booming. Rame sekali. Mas Jun bisa lihat sendiri gimana antrinya pas buka. Dan yang paling lusu adalah, Markobar ini hanya tutup 3 kali selama berdiri. Kerusuhan 98, nikahan Adik saya dan nikahan paman saya.

Tanya: Wah, hooh. *sambil minta rokok mas Bimbim*, lalu karena apa mas kok tiba-tiba rame pol gitu?

Jawab: Karena ada menu baru, yaitu Martabak 8 Rasa™. Martabak 8 Rasa™ ini sebenarnya karena kecelakaan saja mas, karena awalnya saya hanya coba-coba, dan akhirnya saya kasih ke temen-temen wedangan #RBI untuk ngetest, eh, malah pada difoto lalu di-unggah ke Socmed. Kok terus rame.

Antrian Markobar Jam 18.00 WIB. Ruame Pol!

Antrian Markobar Jam 18.00 WIB. Ruame Pol!

Tanya: Jadi, efek Social Media ini ngaruh banget ya Mas?

Jawab: Hooh, Mas. Ngaruh banget. Ya karena efek viral itu memang luar biasa. Ya, bersyukur lah dengan adanya social media ini. Selain jadi tempat mbribik, cari jodoh, bisa juga jadi tempat untuk cari rejeki.

Tanya: Untuk penjualan-nya gimana Mas? Seberapa banyak orang membeli?

Jawab: Untuk nota saja rata-rata perhari 120-an nota pembelian, itu per-nota ada yang beli lebih dari 1 loyang, dan grafik pembelian terus meningkat terus tiap harinya.

Tanya: Asem ik. Akeh. *sambil nyruput teh anget*. Trus, kalau rame gini tidak takut ditiru menunya Mas?

Jawab: Saya tidak takut menu ditiru oleh warung lain, Mas. Karena kata Bapak “Usaha bisa ditiru, tetapi rejeki tidak”. Jadi, tidak ada masalah kalau memang ada warung yang meniru menu kami.

Para pegawai Markobar1996 Sedang Melayani Pesanan

Para pegawai Markobar1996 Sedang Melayani Pesanan

Tanya: Ada rahasia di bahan ndak to mas? kok orang-orang pada seneng Martabak Manis-nya?

Jawab: Tidak ada rahasia-rahasia-an sama sekali Mas. Kalau memang ada yang pengen lihat bagaimana mengolah bahan, saya persilahkan. Kalau memang ada yang pengen belajar, bisa belajar bareng. Jadi, tidak ada yang saya tutup-tutupi sama sekali. Karena memang keunggulan dari kami adalah harga dan rasa. Itu saja. Tidak ada rahasia-rahasiaan sama sekali.

Tanya: Mantab! Suk aku ajar ya? hahahaha

Jawab: Boleh. Silahkan saja kalau memang pengen belajar buat. Kunci kenapa orang-orang pada datang kembali ke sini karena memang Martabak Manis kami sudah cukup pengalaman lama membuat, jadi bukan masalah resep atau apapun itu. Ini perkara pengalaman saja, Mas.

Tanya: Ada rencana buka cabang?

Jawab: Ada, karena memang saat ini permintaan Martabak Manis sendiri di warung yang ada di Kota Barat depan Masjid Kota Barat ini sudah tidak bisa ngayahi lagi mas, karena semakin hari pembeli semakin banyak dan kami kewalahan. Untuk tempat nanti rencana akan buka di UMS.

Tanya: Jangan-jangan Markobar punya tim marketing sendiri ya?

Jawab: Waaaa.. Ndak ada Mas! Kami hanya mengandalkan getok tular via social media saja. Itu sudah cukup kok buat kami. Bahkan efeknya sangat di luar dugaan saya. Karena memang luar biasa.

Daftar Harga Markobar1996

Daftar Harga Markobar1996

Tanya: Trus, pembelinya dari mana saja dan dari kalangan mana saja Mas?

Jawab: Banyak! dari kalangan adek-adek sekolah sampai keluarga pejabat juga beli di kami. Pembeli masih mayoritas dari Solo, tapi ada beberapa yang memang dari luar kota yang kebetulan lewat Solo atau main ke Solo. Semarang, Jogja, Madiun dan sekitar kota Solo lainnya. Itulah kami ada rencana untuk membuka cabang di kota-kota tersebut.

Tanya: Pertanyaan terakhir ini Mas, keburu malem. Selak mau telpunan sama pacar saya. Ahahaha. Apa rencana ke depan yang bakal dibuat oleh Mas Bimbim agar Martabak Kota Barat ini semakin laris??

Jawab: Elok-elok-elok.. Kami masih banyak belajar, karena ini bisnis keluarga jadi saya pun ingin mempertahankan ini tetap maju. Lewat upgrade menu dan eksperimen lainnya. Kamipun membuka diri untuk menerima saran dan kritik. Saran menu, kritik tentang rasa martabak kami. Kami membuka diri. Tak hanya martabak manis saja, saya masih ingin mengexplore martabak asin yan sebenarnya bisa ditambahkan banyak varian isian rasa. Tunggu tanggal mainnya saja.

Tanya: Ya, wis. Gitu saja yo Mas. Suwun waktunya, saya mau pamit, Mau telpunan karo yangku. Wahahaha.

Jawab: Elok-elok-elok.. hahaha..  Siap! Saya juga terimakasih. Sudah ditanya-tanya. Biar nanti para pelanggan semakin tahu dengan sejarah Markobar1996 ini.

 

Segitulah sedikit cerita tentang  Martabak Kota Barat Markobar1996. Akhirnya saya pun bergegas pulang. Karena sudah malam dan selak pengen kangen-kangenan sama pacar saya..

 

 

Silahkan follow akun twitternya:

Follow @markobar1996

  • Alamat Markobar
    • Markobar Solo: Jl. Dr. Moewardi Solo ~ Depan Masjid Kottabarat ~ 18.00-23.00 ~ Delivery:082324913789[Call Only]
    • Markobar Jogja: Jalan Seturan Raya, Seberang Hotel Seturan
    • Markobar Semarang: Jalan Pemuda Samping Gedung Juang, Semarang.
    • Markobar Cikini Jakarta: Jl Raden Saleh 39, Halaman Hotel Puri Inn Cikini Jakarta

Mas Jun

Working In Silence & Move When The Time Is Right. | Live Slow, Die Whenever. | A Motorcycle & A Mission | Lucky Bastard | Drink Too Much Coffee | me@masjun.com

11 Comments

  1. Nek iso dikirim Nganjuk, aku tak tuku. Hahaha

    Wis anyep ndop! Suk ah nek dolan Solo tak tuku.. Aku seneng soklat soaleeee

  2. jindul. iki langgananku. cuma biyen mung tuku sing asin, jarang banget tuku sing terang mbulan..

  3. kudu mampir nek muleh , koyone enak mas

    urung ngerasakne tapi wes ngiler

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *