5

Mbah Bakul Rokok Pakualaman

Mungkin pada tahu dimana letak Pakualaman Yogyakarta. Pura Pakualaman(ndak perlu tak kasih tau dimana tempatnya, ndak kelamaan. Googling aja). Di sana ada warung teh poci yang buka tiap malam. Tempat dimana saya dan teman-teman selalu ngobrol santai dengan harga yang murah meriah.

Tempat yang terbuka sambil makan jadah bakar dan teh poci panas. Terkadang ada pengamen koplo yang setiap saya dan teman-teman datang selalu kami tanggap karena enak dan bagus mainnya. Selain itu ada Mbah bakul rokok(Saya lupa namanya) yang setiap kami datang selalu disambut layaknya sahabat. Gaya beliau yang asik dalam menyapa kepada setiap pengunjung Pocinan Pakulaman selalu khas, dengan memanggil dengan kata “kawan” atau “teman”. Apalagi Beliau ini yang selalu menanyakan kabar kepada tiap pengunjungnya,”gimana kabarnya, kawan? sehat?“, trus Simbah ini punya gaya khas. Dengan kotak asongan berisi rokok dan tissue, Beliau ini suka pake topi yang setiap Kami kesana pun selalu ganti-ganti. *saya kalah koleksi topinya* :|.  saking saya dan teman-teman sering main ke Angkringan Pakualaman pun setiap lama tidak main ke sana, kami ditanya sama Simbah tersebut, “Sehat, Mas?, katanya habis sakit,. dll dslb” Semacam saya menumukan kehangatan rumah di tempat lain lah.

Saya dan Simbah Pakualaman dangan gaya salaman gaya aktifis mahasiswa.

Saya dan Simbah Pakualaman dangan gaya salaman gaya aktifis mahasiswa dengan topi Modus-nya~ .

Oh iya, kenapa kok Saya pengen bercerita tentang Simbah Bakul Rokok ini karena Beliau ini selalu memberikan kesan yang mendalam. Selain Beliau selalu ceria dan suka diajak bercanda. Ada hal yang membuat saya berkesan kepada Mbah ini. Suatu hari saat Saya dan Teman-teman main ke Angkringan Pakualaman, pengen beli rokok. Datanglah Mbah dengan senyum dan sapaan khasnya. beli 1 bungkus rokok, waktu itu tidak ada uang pas, Simbah bilang”Dah, dibawa dulu aja rokoknya, ndak ada kembalian, Bos.” Spontan saya berusaha menukarkan uang biar bisa bayar, tapi Simbah bilang, “Udah, ndakpapa, bawa ajaaa.” Saya bilang ke Beliau,”Lha kalau Saya ndak balik lagi gimana Mbah?” Simbah bilang,”Ndakpapa, rejekine wis ada yang ngatur“. Saya ngotot biar ada kembalian, Lalu akhirnya ada kembalian buat uang rokok itu.

Ketika Simbah pergi, Saya dan Teman-teman mbathin “Itu Mbahnya asline Sufi, tapi ndak mau ngaku dan bikin akun twitter” *ngakak*.

Oh, ya.. Ada kejadian yang membuat saya ingin menulis ini, Semalam(1 Juni 2013) Saya dan teman-temen main lagi di Pakualaman kumpul rame-rame. Dan ketika mau pulang hujan deras, kami berteduh. Mbah rokok itu pun ikut berteduh. Tiba-tiba pandangan Simbah seperti menerawang jauh, Sayapun basa-basi bertanya. “Sehat to Mbah?” Simbah menjawab “Sehat kok, Mas. Cuman Saya lagi sedih.”. “Sedih kenapa Mbah?” Tanyaku.

“Teman saya meninggal tadi pagi, padahal cuman tiduran di latar toko. Padahal kemarin masih ngobrol-ngobrol sampai pagi. Katanya sih sakit karena masuk angin, sudah mau dikasih minum teh anget tapi ndak mau, dibikinin makanan juga ndak mau, tiduran trus paginya meninggal. Biasanya Saya pulang dari sini(Pakualaman) langsung nge-teh dulu, ngobrol-ngobrol sampai pagi, sekarang kayaknya kalau pulang dari sini langsung pulang kos saja, Mas. Saya juga masih nyimpen fotonya lho mas(Lalu Simbah membukakan rak asongnya), Wah, ternyata fotonya ketinggalan di kos mas” kata simbah

Saya pun ikut sedih mendenger cerita dari Beliau. Dan Saya pun berusaha mengalihkan cerita dengan meminjam akik dari Simbah. Biar Simbah ini ndak berlalut dalam kesedihan.

Saat itu saya menyadari, bahwa kehilangan seorang sahabat itu memang menyedihkan. Apalagi seorang sahabat yang setiap hari menjadi “tempat sampah” membuang uneg-uneg. Yah, meski bukan seorang kerabat kandung, sahabat bisa menjadi seorang yang istimewa dalan hidup seseorang.

Jaga kesehatan yo Mbah.

Mas Jun

Working In Silence & Move When The Time Is Right. | Live Slow, Die Whenever. | A Motorcycle & A Mission | Lucky Bastard | Drink Too Much Coffee | me@masjun.com

5 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *