6

Memang Sebuah Rahasia Tuhan

Ya.. Hidup, Mati, Rejeki, Jodoh itu memang rahasia paling rahasia dari Tuhan yang paling rapet. Ndak ada yang tau. Kali ini Saya kembali dibukakan lagi mata Saya tentang rahasia Tuhan tersebut, setelah beberapa tahun yang lalu mendapat ‘sentilan’ dari Tuhan dengan musibah yang diberikan kepada kepada Ibu, kali ini Tuhan sedang ‘bercanda’ kembali dengan keluarga Kami.

Malam tadi, tanggal 21 Agustus 2013 pukul 23.00 WIB ketika malam sudah beranjak dan mata sudah terlelap karena kecapekan seharian kesana kesini untuk mempersiapkan sesuatu yang baru dalam perjalanan karir Saya,  dibangunkan oleh Bapak yang mengetuk pintu kamar Saya yang ada di lantai 2. Ya, hari itu Saya tidur lebih awal dari biasanya karena badan capek dan sedang drop karena kondisi cuaca yang sedang berubah dengan drastis.

Saya terbangun karena Bapak bilang Adik Saya sedang berada di Rumah Sakit karena pendarahan. Langsung Saya bergegas turun. Biasanya ketika Bapak membangunkan Saya pada malam hari lalu memberikan pesan bahwa besok ada keperluan disuruh kesana-kesini(maklum, anak laki-laki satu-satunya, ketika pulang di rumah selalu disuruh-suruh) dan selalu pura-pura sudah tidur. Kali ini tanpa banyak basa basi langsung loncat dari kasur dan bergegas turun.

Hati siapa yang tidak kaget ketika Adik satu-satunya sedang ditimpa musibah seperti itu. Sekedar info, Adik kondisi kandungannya waktu itu berusia 6 bulan. Ya, 6 bulan, kurang beberapa bulan lagi Saya mempunyai keponakan. Suatu kebanggaan bagi Saya. Saya sendiri diberitahu Adik mengandungpun Saya merasa bahagia dan bangga, rasanya tidak sabar untuk segera mengetahui bagaimana keponakan Saya itu nanti ketika lahir……

Tetapi kali ini Tuhan memberikan ‘pesan’ kepada keluarga Kami. Kami disuruh bersabar dulu, memang ini adalah cucu pertama dari kedua belah pihak keluarga. Sebuah kado yang seharusnya menjadi berita bahagia, tetapi kali ini belum… Kami kembali lagi disuruh bersabar, mungkin Tuhan mempunyai cerita lain.

Adik perempuan Saya keguguran, ya.. Dia kehilangan anak di dalam kandungannya. Anak yang sudah ditiupkan nyawa dan sudah berwujud oleh Tuhan itu meninggalkan Kami semua. Tuhan kembali lagi membuat keluarga Kami yang tadinya berbahagia sedang menunggu kedatangan anggota keluarga yang baru, tetapi saat ini ditunda…

Saya lagi lagi lagi dan lagi dibukakan mata.. Bahwa memang Tuhan selalu memberikan bahan cobaan itu untuk umatnya agar umatnya diberikan kekuatan untuk mendapatkan ‘level’ yang tinggi, Saya yakin bahwa ini adalah cara Tuhan memberikan jalan yang nantinya ketika Kami sekeluarga mendapatkan masalah, Kami bisa lebih tenang.

Ntah harus bangga atau harus sedih, karena kami sendiri pun seperti sudah siap dengan kondisi apapun, mungkin saat ini adalah saat dimana Kami sekeluarga untuk kembali berfikir, bahwa kebahagiaan itu bisa datang tiba-tiba dan bisa juga diambil tiba-tiba tanpa sepengetahuan umatNya.

Keadaan semakin miris ketika mendengar Adik mengatakan ketika akan mengeluarkan janin yang meninggal itu..

“Aku pengen melahirkan anak ku.. meski anak ku sudah meninggal, Aku pengen merasakan rasanya melahirkan jadi seorang Ibu. Aku ndakpapa, Aku sudah ikhlas”

Sebuah kata yang membuat Saya bergetar dan lemas, Adik yang dulu masih kecil sekarang sudah bisa omong seperti itu… Ya, waktu semakin berjalan semakin cepat memang….

Saya yakin bahwa level tertinggi dari orang tua itu adalah mengikhlaskan anaknya, darah dagingnya meninggalkan mereka selama-lamanya… Ya, Adik Saya sudah mencapai level Ikhlas dalam hidupnya. Sebuah level tertinggi dalam kehidupan. Selamat.. Doaku, semoga kalian diberikan kesehatan, ketabahan, segera diberikan momongan yang sehat hingga lahir dan bisa menjaga kalian hingga tua nanti..

 

 

Mas Jun

Working In Silence & Move When The Time Is Right. | Live Slow, Die Whenever. | A Motorcycle & A Mission | Lucky Bastard | Drink Too Much Coffee | me@masjun.com

6 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *