3

Mencari Yang Nyaman

Bingung mau nulis tentang opo, anu, enaknya sih menyambung cerita tentang Bandung Bondowoso yang ngoyo(memaksakan kehendak).. perkara memaksakan kehendak..

Jadi gini, cerita rakyat yang ada di Indonesia itu memang buat kita bisa belajar banyak tentang namanya hidup, seperti Mas Bandung ini(macak akrab) lah contohnya. Dia salah satu cerita rakyat yang hikmah dari ceritanya adalah membuat orang itu tidak terlalu memaksakan kehendak dalam menginginkan sesuatu. Kalau Mas Bandung ini contoh orang yang keinginannya harus dipenuhi. Gimana tidak, lha wong sudah tau Mbak Roro Jonggrang ini ndak suka, tapi masih tetep saja dipepet. Malah sampe akhirnya Mas Bandung ini mengerahkan seluruh jins-nya (pake s, karena jin’e banyak*macak cah inggris*) biar keinginan Mbak Roro yang pengen membuat candinya kesampaian.

Ada lagi cerita tentang Yuyu Kangkang. Nah, dalam cerita ini seorang atau se-ekor Yuyu(kepiting sungai) juga salah satu cerita yang sedikit banyak bercerita bahwa tidak baik juga memaksakan keinginan diri. Gimana ndak maksa toooo.. Lha wong Mas Yuyu Kangkang ini sampai rela nyebrangin mbak mbak kleting warna warni ini cuman di-iming2i sun. Ya kalau mbak’e mau ngesun, lha jebul ternyata bohong tok.

Trus, sambungane sama judul apa? Anu.. Jadi hubungane adalah, mencari seseorang untuk berteman atau berhubungan secara istimewa (baca: pasangan hidup) itu tidak perlu ngoyo(memaksakan diri). Seperti halnya cerita di atas. Endingnya ndak pernah happy, beda sama cerita FTV yang endingnya selalu happy. Ntah apa hubungannya, apa karena jaman Bandung Bondowoso sama Yuyu Kangkang itu ndak ngetrend FTV atau apa. Tapi memang mencari teman atau pasangan itu tidaklah perlu muluk-muluk.

Muluk-muluk dalam hal apa? Muluk-muluk dalam hal kriteria. Jadi pengen cerita tentang Almarhum Om Saya. Beliau ini adalah contoh dalam hidup Saya. Contoh dalam hal mencari teman. Almarhum ini dikaruniai bakat yang ndak semua orang bisa dapatkan. Yaitu bisa akrab dengan siapa saja dan bisa masuk dalam lingkungan mana saja. Saya masih ingat ketika diajak muter-muter wedangan/angkringan, waktu itu Saya masih SD. Saya dibonceng motor Almarhum. Setiap jalan menuju tempat wedangan/angkringan beliau selalu disapa orang-orang sepanjang jalan. Saya sendiri bingung kok beliau bisa banyak kenalannya. Disapa tukang parkir penyetan, tukang becak perempatan, ibu-ibu pulang dari masjid dlsb, pokoknya banyaklah yang menyapa Almarhum. Sampainya di tempat wedangan/angkringan Saya tanya ke Om,,

“Om, kok kenalannya banyak banget? Emang kenal semua ya?” Tanyaku

“Hooh, aku kenal semua” Jawab Om singkat sambil nyruput teh anget di angkringan

dalam hati masih bertanya-tanya,,

“Kenal dari mana Om?” Tanyaku lagi penasaran

lalu Om menjelaskan dengan kalimat yang sederhana tapi cukup membekas di ingatan Saya sampai sekarang.

“Jadi gini Wan, intinya orang hidup itu mencari saudara. Kamu tak pernah tau kamu di jalan bakal seperti apa dan bakal kayak apa. Kamu ndak pernah tau itu. Tak perduli kamu seorang Jendral atau Bajingan . Karena bisa jadi kamu di jalan kena musibah dan hanya orang itu yang bisa membantumu. Kamu tak perlu pilih kasih dalam berteman dan bersaudara, atau bahkan mencari pacar atau istri. Tetapi kamu kudu ingat. Kamu kudu bisa memilih mana yang baik mana yang buruk. Pokoknya kamu ngerasa nyaman dan enak, dah itu.. tapi jangan sampai salah pilih” Ujar Om sambil membakar rokok kretek kesukaannya.

Kata-kata dari Almarhum yang sampai sekarang masih Saya ingat dan diusahakan menjadi seperti yang Almarhum katakan.

Perkara pertemanan tentu akan berfikir ke masalah percintaan. Jadi ternyata masih ada hubungan antara menjadi baik dengan orang lain dengan perkara percintaan. Sebagaimana cerita tentang Mas Bandung Bondowoso dan Mas Yuyu Kangkang juga. Mereka ini salah satu contoh dimana menjadi baik kepada seseorang itu terkadang menjerumuskan si pencari cinta itu. Ibarat kata, tiwas(terlanjur) dicurhati panjang lebar lewat WhatsApp jebul cuman jadi WhatsAppZone. Untungnya jaman Mas Bandung dan Mas Yuyu ini belum musim gejet-gejet canggih. Jadi hanya karena ketertarikan terhadap Mbak-Mbak Gemes, mereka lupa kalau wajah cantik itu belum tentu bakal bisa gampang dimiliki, meski telah membuat candi dalam satu malam dan menyebrang sungai yang deras dan dalam belum tentu bisa mendapatkan mbak-mbak itu.

Bukan perkara cantik, tetapi perkara kenyamanan. Mas Bandung dan Mas Yuyu tidak berhasil membuat wanita yang menjadi bribikannya itu nyaman kepada mereka. Mereka berfikir dengan kegagahan, kekuatan dan kekuasaan bisa membuat wanita gampang terpesona. Ini sebuah kesalahan terbesar! Karena tidak semua orang bisa gampang terpesona dengan kegagahan, kekuatan dan kekuasaan. Meski dalam hal ini kekuatan dan kekuasaan perlu ada, tetapi tidak terlalu penting dalam beberapa hal..

Kalau mbak-mbak tentu tau, bahwa daster yang miyur-miyur(tipis) dan terkadang belel itu malah daster yang paling sering dipakai karena nyaman pakai itu (Kalau saya sih tentu tidak pakai daster. mending Saya mbiyak daster). Kalau kata teman dan idola saya, Memakai kaos lusuh sampai sobek-sobek itu yang paling nyaman ketika di rumah. Begitu juga dengan mbak-mbak yang pakai daster ketika bobok di rumah.. ouwwwhhh.. *langsung mbayangin*

Kenapa kok nyaman itu menyenangkan? Karena ketika memilih seseorang untuk menjadi teman hidup itu tentu salah satu hal yang dipertimbangkan adalah kenyamanan, karena ketika sudah memutuskan untuk menjadi teman seumur hidup apalagi pasangan seumur hidup itu tentu menginginkan sebuah kenyamanan. Buat apa di rumah kok memakai jas dan kemeja?, tentu lebih memilih pakai kaos oblong celana kolor. Kalau bisa celana kolor tanpa daleman. Trus buat apa di rumah memakai blus dan blazer? tentu mbak-mbak lebih memilih pakai daster dan tanpa BH.

Ketika memilih tempat yang nyaman seperti disini, tentu perkara memakai pakaian lusuh dan robek tidak menjadi masalah, asal enak dipakai, perkara yang dipakai itu bagus, anggep aja itu bonus. Seperti halnya mencari pasangan dan teman. Mereka kudu mau menerima kekurangan kita, jangan hanya menerima kebaikannya saja. Ya.. nyaman dan enak. Itu yang Saya cari dalam hidup Saya sekarang……..

 

 

 

Mas Jun

Working In Silence & Move When The Time Is Right. | Live Slow, Die Whenever. | A Motorcycle & A Mission | Lucky Bastard | Drink Too Much Coffee | me@masjun.com

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *