6

Menikmati Kopi Dengan Merdeka

Judul di atas tidak ada sangkut pautnya dengan brand atau apapun. Sekedar pengen cerita aja bagaimana seseorang itu menikmati secangkir kopi itu dengan caranya sendiri tanpa adanya paksaan dari orang lain.

Screen Shot 2014-03-24 at 5.22.13 PM

Kopi dengan Vietnam Drip

 

Nah, kopi sendiri juga menurut sejarahnya juga tak luput dari banyak hal. Dari bagaimana ditemukan, bagaimana dinikmati dengan caranya sendiri sendiri. Apalagi saat ini minum kopi sendiri sudah seperti gaya hidup. Bagaimana tidak, menjamurnya warung kopi di kota kota besar itu sudah mencerminkan bagaimana kopi sendiri sudah bisa masuk ke berbagai kalangan, dimana kopi dulu hanya dinikmati hanya kalangan ‘tua’. Ragam rasa pun membuat kopi sendiri sudah luwes untuk dinikmati tak hanya kalangan ‘tua’ saja.

Screen Shot 2014-03-24 at 5.23.41 PM

Kopi Bubuk Saset Murah Dari Warung Sebalah Rumah

 

Saya ingat sekali beberapa tahun lalu tidak banyak cewek yang mau terang-terangan pesan kopi di warung kopi. Waktu itu mereka(mbak-mbak) itu masih sungkan alias malu malu untuk pesan pesan kopi. Kalau ndak milkshake, coklat, dan sebangsa minuman lucu-lucu-an. Nah! Dengan menjamurnya warung kopi dan semakin pintarnya para Barista sekarang mengolah minuman dengan bahan kopi yang tentunya saat ini semua kalangan sudah bisa menikmati rasa kopi itu.

Mantan Anak Kost. Bikin Kopi Saset. Ngadukpun Pake Sasetnya.

Mantan Anak Kost. Bikin Kopi Saset. Ngadukpun Pake Sasetnya.

Saya sendiri minum kopi sehari bisa 3-5 cangkir, banyak ya?! kalau saya segelas kopi saya imbangin dengan 2 gelas air putih yang banyak. Setidaknya itu bisa membuat ‘ginjal’ saya lebih baik sehingga saya tidak divonis ‘pensiun’ minum kopi oleh dokter. Beberapa teman yang kebetulan Barista yang tidak mengimbangi minum air putih ada yang akhirnya divonis ‘pensiun dini’ dari minum kopi karena pola mereka sendiri juga tidak baik. Pasti rasanya tidak enak sekali. Kasihan pastinya, bagaimana tidak kasihan, mereka cari duit dengan cara menjual kopi tetapi dirinya tidak minum kopi lagi. Dan rata2 penjual minuman kopi itu awalnya adalah para penikmat kopi. Rasanya pasti seperti kiamat kecil.

Cappucino

Cappucino

Nah, tentang judul saya. Saya pernah membaca sebuah tulisan dan mendengar dari orang, kalau minum kopi saset atau kopi bubuk warung itu sebuah ‘dosa’.ย  Wah, buat saya minum kopi itu sebuah ritual yang harusnya mereka bebas merdeka. Jika mereka ingin minum kopi di warung pinggir jalan atau di kafe dengan harga yang mahalpun sebenarnya tidak menjadi masalah. Menurut saya, orang menikmati kopi itu sebanarnya cara bercengkrama dan akrab dengan lingkungan.

IMG_3400-768x1024

Kopi Bubuk(ntah apa merknya) Lokasi: Telaga Sarangan

 

Caranya? Silahkan pergi sendirian di kota yang tidak anda kenal. Pergilah ke sebuah warung. Pesanlah kopi, jikalau anda merokok silahkan disambil merokok sambil menunggu kopi itu sedikit hangat sebelum dinikmati, sembari menunggu kopi hangat tentunya mau tidak mau anda akan berusaha untuk bercengkrama dengan pemilik warung atau orang di sekitar anda. Nah, seperti itulah menikmati kopi menurut saya. Seperti halnya para penikmat angkringan, Bercengkrama dengan caranya sendiri. Tentunya anda tidak ingin dipaksa untuk bercengkrama atau dipaksa untuk mengobrol kan?

Kopi dengan Siphon

Kopi dengan Siphon

Jadi, nikmatilah kopimu dengan caramu sendiri. Tak usah memperdulikan kata orang. Apapun kopimu, apapun cara menyajikannya, nikmatin saja. Seperti tulisan di bak truk yang pernah saya lihat. KOPI. Ketika Otak Perlu Inspirasi. Nah, selamat menikmati kopimu.

 

Mas Jun

Working In Silence & Move When The Time Is Right. | Live Slow, Die Whenever. | A Motorcycle & A Mission | Lucky Bastard | Drink Too Much Coffee | me@masjun.com

6 Comments

  1. KOPI: Ketika Otak Perlu Inspirasi.
    Woh, lagi reti aku, apik kuwi singkatane.
    Eh ho oh yo, jarang ono wong minum kopi neng warung meneng2an, kecuali piyambakan sih

    • neng warung kopi bukan coffeeshop yang isinnya orang nunduk pegang gejet. tapi saiki rata-rata pada nunduk pegang gejet kabeh. ๐Ÿ™

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *