0

Menyelami Seluk Beluk Patung Selamat Datang Jakarta

Jakarta Grand Hyatt

Menyelami Seluk Beluk Patung Selamat Datang Jakarta

Jakarta sebagai salah satu kota metropolitan di Indonesia memiliki sejarah panjang. Dari zaman kerajaan dan masih bernama Batavia, Jakarta pernah menjadi jalur pusat perdagangan para pedagang Internasional. Ditambah lagi banyaknya pelaku sejarah banyak yang pernah berkunjung ke Jakarta.

Sejarah panjang itu terus bergulir hingga saat ini sehingga kita bisa melihat banyaknya peninggalan – peninggalan para generasi terdahulu di kota Jakarta. Salah satu peninggalan tersebut dan seakan telah menjadi ikon Kota Jakarta itu sendiri adalah Bundaran Hotel Indonesia. Di tengah bundaran tersebut juga ada sebuah patung berdiri kokoh yang dinamakan sebagai Patung Selamat Datang.

Coba kita pikirkan sejenak, Nama Bundaran Hotel Indonesia pasti didapatkan karena lokasi bundaran ini yang berada di depan Hotel Indonesia. Lalu, darimana datangnya nama Patung Selamat Datang? Siapa yang diberikan salam akan kedatangannya di bunderan tersebut? Mari Kita simak sejarah Bunderan Hotel Indonesia.

Patung Selamat Datang atau beberapa orang menyebutnya sebagai Patung Bundaran HI diresmikan pada tahun 1962. Pekerjaan patung ini membutuhkan waktu kurang lebih satu tahun dengan rincian tinggi kaki penyangga setinggi 10 meter, tinggi kepala sampai kaki 5 meter, dan tinggi kaki sampai tangan yang melambai adalah 7 meter. Total tinggi monumen ini adalah 17 meter.

Bertempat di daerah Menteng dan menjadi sebuah persimpangan diantara empat jalan yaitu Jalan M.H. Thamrin, Jalan Imam Bonjol, Jalan Sutan Syahrir, dan Jalan Kebon Kacang Jakarta Pusat, bunderan ini menjadi pusat berbagai acara, terutama acara car free day yang diadakan setiap minggu.

Pencetus atas pendirian patung ini adalah Ir. Soekarno sendiri yang masih menjabat sebagai presiden Republik Indonesia di tahun 1962. Rancangan awal patung ini dikerjakan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta pada masanya yaitu Henk Ngantung. Pembuatan patung selamat datang dilakukan oleh tim pematung keluarga arca yang dipimpin oleh Edhi Sunarso yang berada di Karangwuni.

Tujuan utama dari patung ini adalah menyambut para atlit internasional serta tamu – tamu kenegaraan lain yang hadir dan berlaga di Asian Games ke IV di Jakarta pada tanggal 24 Agustus 1962 sampai dengan 4 September 1962. Ketika itu, para tamu dan tamu kenegaraan lainnya diinapkan di Hotel Indonesia sehingga mereka sudah pasti melihat monumen ini ketika perjalanan ke hotel.

Berbicara tentang hotel, terdapat beberapa hotel berbintang 5 dan penuh sejarah yang berada di sekitar Bundaran HI. Salah satu hotelnya adalah Grand Hyatt Jakarta. Grand Hyatt Jakarta adalah sebuah hotel berbintang lima yang langsung menghadap ke Patung Selamat Datang dan berada di jantung kawasan bisnis sentral Jakarta.

Hotel yang dibuka pada tahun 1991 ini memang tidak memiliki umur setua dengan Hotel Indonesia. Kiprahnya ketika disandingkan dengan hotel di sekitar kawasan bundaran HI selalu bersaing dan sempat meraih penghargaan sebagai hotel bisnis terbaik di Jakarta pada tahun 2007 dari majalah Business Traveler selama 7 tahun berturut – turut.

Dikelola oleh sebuah perusahaan internasional bernama Hyatt International, Grand Hyatt Jakarta memiliki fasilitas premium untuk Anda yang menginap disana. Beberapa fasilitas premium di Grand Hyatt International Jakarta antara lain sebuah lounge yang mewah, 6 restoran kelas atas, sebuah ballroom utama yang megah, sebuah pusat bisnis, pelayanan untuk pesta pernikahan, pusat kebugaran eksklusif, kolam renang, dan masih banyak fasilitas lainnya.

Hotel yang berdiri di atas tanah seluas 6,7 hektar ini memiliki 428 kamar yang dibagi atas 3 macam tingkat kenyamanan yang bisa Anda pilih sesuai Anda inginkan. Tiga macam kamar tersebut adalah Grand room, Club room, dan Suite room. Masing – masing kamar bisa disesuaikan untuk memakai satu atau dua tempat tidur sesuai permintaan. Pastinya kamar – kamar tersebut bisa Anda pesan dengan mengunjungi link di sini.

Grand Hyatt Jakarta beralamat di Jalan M.H. Thamrin kav. 28 – 30, Gondangdia, Jakarta Pusat, hotel ini menjadi pilihan banyak pejabat luar negeri dalam menghadiri beberapa acara – acara internasional penting di Jakarta. Fasilitasnya yang bertaraf internasional ini menjadi daya pikat bagi para tamu bisnis maupun para penikmat gaya hidup mewah untuk menginap di hotel ini.

Kembali ke pembahasan tentang Patung Selamat Datang, patung beserta attribut yang berada di Bundaran HI pernah direnovasi tepat pada ulang tahun Jakarta ke -475 atau lebih tepatnya pada tanggal 22 juni 2002. Menghabiskan uang kurang lebih 14 milyar, hal – hal yang direnovasi di bunderan ini antara lain kolam, air mancur, serta pencahayaan.

Kunjungan ke tempat ini dapat mudah Anda jalankan mengingat tempat ini berada di pusat bisnis Kota Jakarta. Anda hanya perlu menaiki layanan Transjakarta. Rute Transjakarta tersedia dari paling barat Kota Jakarta sampai paling timur Kota Jakarta. Begitu juga bagian utara serta selatan Kota Jakarta sudah dilingkupi oleh Transjakarta. Setelah menaiki bus Transjakarta, Anda hanya perlu turun di halte Bundaran HI. Mudah bukan?

 

Daftar Kuliner Wajib Jika Ke Solo

Pengalaman Mengirim Barang Ke Luar Negeri

Memperbaiki Bootloop LG G4

Mas Jun

Working In Silence & Move When The Time Is Right. | Live Slow, Die Whenever. | A Motorcycle & A Mission | Lucky Bastard | Drink Too Much Coffee | me@masjun.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *