0

Misteri Hilangnya Garpu Dari Meja Makan

Sudah lama ndak postang-posting di blog sendiri, pengen cerita saja kejadian unik ketika makan. Setelah nonton ngayogjazz, keesokan harinya saya pengen melakukan ritual rutin pagi ketika main ke Jogja, makan ke Soto Pak Syamsul, sambil mengejar waktu karena bangun kesiangan saya ngebut dari tempat sodara saya. Sesampainya di Soto Pak Syamsul Pasar Kolombo jebulnya saya kecelik. Pak Syamsul tutup sodara-sodara!. Bingung cari makan akhirnya keputusan beli Lotek di sekitaran Jalan Kaliurang.

Sampainya di warung lotek itu saya pesan dengan exstra bakwan. Makan selesai, saya mimik es teh sambi udat udut bentaran. Ada pemandangan menarik di depan saya, sekeluarga sedang makan di warung itu, bukan karena mereka makan sekelarga bareng di sana, tapi semeja pada makan sambil pegang HP mereka masing-masing. Tangan kanan pegang sendok sambil makan, tangan kiri pegang hape, mereka saling sibuk dengan kegiatan masing-masing yaitu nyendok makanan, memasukan makanan ke mulut tapi mata tidak melihat piring. Hebat ya!

menghilangnya garpu

menghilangnya garpu(wajahnya saya samarkan)

Saya pernah ngetwit seperti itu di atas, memang benar, pada akhirnya garpu mungkin akan hilang dari peralatan makan –Memang tidak semua makanan bisa dinikmati dengan menggunakan sendok garpu– Saya sendiri bukan orang yang benar-benar lepas dari HP, tapi saya berusaha untuk tidak memegang hape ketika saya makan, apalagi ketika makan bereng keluarga/teman dekat. Karena menurut saya, meja makan itu tempat yang ‘sakral’, karena di sana kita bisa bercerita, tahu kondisi keluarga masing-masing dll.

Bukankah akan lebih menyenangkan ketika kita berkumpul di meja makan kita bisa bercerita satu sama lain, bukan malah saling menunduk tak pernah bertegur sapa dengan orang yang satu meja dengan kita. Sebuah alat komunikasi yang membuat kita semakin dekat dengan orang jauh malah akhirnya membuat kita semakin jauh dengan orang yang ada di dekat kita.

 

 

Jangan sampai karena kesibukan dengan gawai kita akhirnya melupakan siapa yang sedang berada di depan kita, kita bisa tau cerita dan kondisi orang terjauh, tetapi kita akan kehilangan cerita apa yang terjadi dengan orang yang satu meja makan, satu tempat nongkrong, satu sofa bahkan nanti dengan orang yagn satu kasur(pasangan) dengan kita. Jangan sampai kita nanti menyesal karena sebenarnya ada hal yang ingin diceritakan ke kita malah kita sendiri terlalu sibuk dengan hal yang lain. Kalau sudah merasa tidak nyaman dengan orang yang berada dekat dengan kita, alangkah baiknya pergi meninggalkan saja tempat itu kemudian kembali lagi ketika semua sudah bisa diajak ngobrol atau kembali berkumpul ketika diri kita sudah selesai dengan kesibukan dengan gawai kita.

Mas Jun

Working In Silence & Move When The Time Is Right. | Live Slow, Die Whenever. | A Motorcycle & A Mission | Lucky Bastard | Drink Too Much Coffee | me@masjun.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *