Blog Digital Marketing

CERITA-CERITA

Pengalaman Perpanjangan SIM di SIM Keliling Kota Semarang

Sudah lama gak nulis di blog personal, malah keasikan nulis di blog yang satunya. Ya, akhirnya mau gak mau kudu nulis lagi lah, ben ora muspro yang bayar domain dan servernya.

Nah, ceritanya saya ini pengen perpanjang SIM, ternyata SIM A saya itu habis tanggal 16 Juni besok itu. Iya. Saya ultah di tanggal itu.  Kado mana kado. Setelah tanya tetangga dan sodara yang lokal youth Semarang, secara saya juga baru di Semarang juga baru 6 tahun dan belum pernah ngrasain perpanjangan SIM ya perlu tanya-tanya.

Setelah mendapatkan informasi, bahwa kalau perpanjangan SIM bisa dilakukan di deket rumah. Lalu saya meluncurlah di tempat perpanjangan SIM tersebut. Kata tetangga saya, saya harus datang extra pagi untuk mendapatkan urutan SIM.

Nah, kebetulan pagi juga saya sudah keluar rumah. Jam 07:15 saya meluncur dari rumah kemudian saya mbelok ke lokasi SIM Keliling tersebut di daerah Majapahit Semarang.

Setelah saya mengambil urutan, saya mendapatkan nomor urut 27. Saya cabut untuk mengantarkan istri dulu. Nah, setelah istri saya anter, saya kembali ke lokasi pembuatan SIM Keliling.

Saya datang di lokasi sekitar 07:30 WIB. Di lokasi saya mengumpulkan berkas, yaitu (SIM lama dan KTP). Kemudian saya menunggu lagi untuk pemanggilan test Psikotest.

Saya cukup menunggu lama untuk mendapatkan panggilan ke test Psikotestnya. Setelah mendapatkan panggilan test tertulis, saya mengumpulkan berkas lagi untuk menunggu giliran untuk test kesehatan.

Cukup lama juga untuk menunggu test kesehatannya. Setelah mendapatkan giliran untuk test kesehatan, saya pun menyerahkan berkas, serta dicek semuanya. Kesehatan, test warna dllnya.

Sama bu dokter’e saya didiagnosa darah rendah. Lho lha ya. Tanggal yahgini, durung sarapan, antri SIM ya jelas darah rendah. Setelah semua data dan berkas sudah saya lengkapi berserta pembayaran, saya pun menunggu lagi.

Sembari menunggu panggilan foto, saya ngopi sik. Gilak, suwe sekali proses ke sini. Gelas kopi habis, udut 2 lencer habis masih belom dipanggil. Saat mau nyalain rokok ke tiga, saya dipanggil untuk giliran foto. Aash, mbuang rokok iki!

Masuk di dalam bis SIM keliling, ternyata cepat banget. Gak sampe 5 menit semua beres. Foto, lengkapi data, scan sidik jari dllnnya. SIM Baru yang Merah Putih sudah ada di tangan.

Jadi lama untuk perpanjangan SIM di sini ternyata cukup lama! Bayangke, dari 07:30 sampai 10:30 pas lagi rampung. 3 jam! Kebayang to, isinya cah Gemini semua, disuruh nunggu, dan urutannya gak jelas.  Ya wis, ribet kabeh. :))

Berikut biaya yang perlu kamu siapkan untuk perpanjangan SIM A di Kota Semarang atau Jawa Tengah:

  1. Fotokopi = Rp 2000, –
  2. Psikotest = Rp 50.000, –
  3. Kesehatan = Rp 140.000, –

Total: Rp 192.000, –

*Kopi: Rp 4000, –

Hal yang mungkin nantinya perlu jadi perhatian buat nantinya, dikarenakan kondisi pandemi yang masih berlangsung. Pihak penyelenggara perpanjangan SIM kudu memberlakukan:

  1. Tempat menunggu yang masih belom kurang pas untuk kondisi seperti sekarang. Karena masih terlihat banyak sekali kerumunan di tempat menunggu. Padahal tempatnya juga menggunakan tempat yang bisa dibilang cukup luas. Tapi tetep wae gak iso ditoto dengan baik.
  2. Terlalu lama dalam pengurusan berkas. Terlalu lama. Asli deh! Kalau bisa tak tinggal nguras kamar mandi di rumah atau nyuci baju sik ketoke tadi bisa. Asem tenan.
  3. Katanya ada batasan. Tapi saat nomer antrian habis, petugas tetap menerima. Yo podo wae~ Rame juga, gak ada batasan. Tiwas teko gasik. Wuuu!

Sepertinya hanya itu yang kudu jadi perbaikan buat penyelenggara di tempat pembuatan SIM di Majapahit Semarang. Selebihnya sih, ya, gimana lagi. Karena kita butuh, akhirnya kita harus menunggu. Meski jane sing malesi adalah bagaimana berkas itu sendiri tidak urut  dan para petugas pengurusan berkas ya, mung seperti ngono laah~

Setelah selesai semua, saya pulang rumah, mandi lagi, ganti klambi lagi dllnya. Marai ngakehi kumbahan wae ini. :))

Ini pengalaman saya perpanjangan SIM di kota Semarang. Selebihnya sih ndak ada yang menarik. Mayan, dadi konten nulis~

Leave a Reply