Blog Digital Marketing

DIGITAL

Perbedaan Hosted dan Self-Hosted WordPress? Kamu Pilih Mana?

Perbedaan Self-Hosted dan Hosted

Dalam dunia blogging WordPress ada dua jenis blog yang ada. Yaitu Hosted dan Self-Hosted Blog memang gak banyak banyak perbedaan yang mencolok dari kedua jenis blogging ini.

Nah, kali ini masjun.com akan mengulas #tsah perbedaan antara Hosted dan Self-Hosted blog, apa saja perbedaan, kelebihan dan kekurangannya, mari disimak~

Perbedaan Hosted dan Self-Hosted Blog

Nah, di bawah ini adalah beberapa contoh perbedaan Hosted dan Self-Hosted Blog beserta kekurangan dan kelebihan.

Hosted Blog

Hosted Blog adalah di mana domain kamu itu menumpang dengan platform orang lain, jadi kamu juga tidak bisa punya website atau blog sendiri.

Contoh: namablog.wordpress.com

Kelebihan Hosted Blog adalah:

  • Kamu akan ngirit biaya dalam membuat blog: Karena kamu butuh mendaftar pada WordPress dan tinggal memilih nama blog sesuai dengan keinginan kamu di sana. Dan bisa langsung nulis.
  • Tidak perlu beli domain: salah satu kelebihan dari hosted ya salah satunya ini. Kita tak perlu repot-repot beli domain untuk nama web-blog kita.
  • Tidak perlu beli hosting: nah, ini juga penting, di mana kamu juga gak perlu keluarin uang bulanan atau tahunan untuk membeli hosting yang harganya cukup lumayan, Uang bisa dimanfaatin utuk kegiatan yang lainnya.

Kekurangan Hosted Blog adalah:

  • Kamu akan susah untuk memodifikasi atau mendesign tampilan blog kamu sesuai dengan keinginan kamu.
  • Limitasi kuota dalam wordpress hosted. Namanya juga numpang dengan rumah orang, jadi ya ada limitasi yang lumayan untuk konten kamu. Kamu gak bisa memaksimalkan apa yang ada di dalam web-blog kam.

Self-Hosted Blog

Self-Hosted Blog adalah di mana kamu bisa membeli nama domain blog tanpa ada embel-embel ngikut nama blogspot atau wordpress di belakang nama domain kamu. Kamu bisa membuat seperti blog ini: masjun.com.

Baca Juga:  Kesalahan Blogger Pemula Yang Sering Dilakukan

Kelebihan Self Hosted Blog adalah:

  • Bisa memilih nama domain seperti yang kamu inginkan.
  • Kamu bisa memodifikasi blog kamu dengan maksimal
  • Limitasi pembuatan blog kamu tidak ada batasnya (selama kuota hosting kamu cukup untuk itu)
  • Bisa menginstall banyak pluggin wordpress yang direkomendasikan
  • Bisa mengistall premium theme
  • Mendapatkan ‘kepercayaan’ lebih dari pengunjung web-blog kamu. Karena kamu ada ‘modal’ untuk membeli domain dan hosting.
  • WordPress kamu bisa dipasangin Adsense, sehingga kamu bisa mendapatkan uang dari Google Adsense lewat blog kamu.
  • Akan mendapatkan kepercayaan lebih dari Google dibandingkan dengan hosted blog domain.

 

Kekurangan Self-Hosted Blog

  • Biaya beli domain dan hosting: Ya karena kamu self-hosting, maka ada biaya tahunan untuk membeli domain dan hostingnya.
  • Jika kamu tidak rajin dalam membuat konten maka mempunyai Self-Hosted blog ini akan membuat kamu seperti buang-buang uang saja. Jadi kamu kudu terus membuat konten dalam blog kamu. Buat pemalas dan tidak ingin menjadi blogger yang sukses, mendingan buat dulu hosted blog. biar gak mubadzir.
  • Ribet: Ribet ini adalah di mana kalau kamu ingin membeli theme wordpress premium untuk blog kamu, setidaknya kamu kudu bisa ‘mengotak-atik’ theme tersebut. Jadi buat yang ‘gaptek’ bisa belajar pakai hosted blog dulu.

Kesimpulan

Nah, kesimpulan yang bisa didapat dari perbedaan antara Hosted dan Self-Hosted memang tidak begitu banyak sih, tinggal bagaimana pemilik blog itu sendiri dalam membuat konten blog di dalamnya.

Konsisten adalah kunci agar web blog kamu bisa terus ada dan dikunjungi orang banyak. Terus ngeblog ya! Gak perlu mikirin perbedaan hosted atau self-hosted. Yang penting terus nulis saja.

 

Leave a Reply