7

Perihal Buzzing Karhut

Halo! Selamat Malam man teman.. Jadi, saya pengen memberikan penjelasan.

Tidak perlu berpanjang lebar karena memang sudah saatnya saya menjelaskan semua, dan saya memang menunggu waktu ini.

memang saya masuk dalam list buzzer yang kemarin sempat rame itu. Saya dengan sadar menerima tawaran itu karena ada ‘issue sosial’ yang ditawarkan. Ya, issue sosial pada awal penawarannya. Issue sosial yang ditawarkan adalah “tentang kebakaran hutan”. Kemudian saya bertanya tentang siapakah perusahaan yang mau menghire kita? Saya tanyakan ke orang yang menawarkan saya.

Dengan capturean di bawah ini:

img_2016-08-28-194654

tapi tidak dijawab siapa di balik campaign ini. Kenapa saya tanya, kerena beberapa bulan belakangan ini perusahaan tersebut sangat gencar di social media dan timeline saya. Monggo silahkan dicek. Saya juga tidak tau apakah perusahaan ini atau bukan yang yang ‘menghire’ saya waktu itu. Jadi, sayapun masih menunggu juga siapakah di balik ini.

Nah, akhirnya saya pun melanjutkan ‘buzzing’ itu, ya karena saya pikir aman. Sekali lagi saya berpatokan pada ISU SOSIAL yang dijelaskan kepada saya. Setelah hari ke 3 kalau ndak salah, saya diberikan brief untuk meng-quote salah satu akun emeijaaraad. Nah, setelah saya cek, ketakutan saya terjadi. Karena setelah saya stalking siapa orangnya, kok linkedinnya tentang sawit dan berhubungan dengan itu. Akhirnya saya putuskan untuk stop buzzing itu. Karena saya tau ada yang salah di program buzzing ini.

Nah, ketika social media twitter mulai rame, saya tau saya termasuk orang yang ada di dalam ini. Saya memang sengaja menunggu rame, karena jujur, saya sendiri penasaran siapa yang membuat program buzzing ini. Uang sudah saya terima, padahal saya tidak menyelesaikan semuanya dan persyaratan pembayaran apapun itu namanya, karena salah satu koordinator tersebut tiba2 mentransfer uang ke rekening saya, karena saya dan mereka memang sedang ada kerjaan bareng. Dan sampai sekarang uang tersebut masih utuh di rekening saya, tapi saya tidak menyelesaikan buzzing saya. Saya memang berencana mengembalikan uang tersebut.

Sayapun menunggu waktu ini sebenarnya, sayapun mengakui bahwa saya salah. Saya meminta maaf kepada para korban asap, jujur, saya teledor dalam menerima tawaran ini.

Sekian sedikit penjelasan saya, jika memang ada yang perlu ditanyakan, saya siap. Silahkan mensyen saja. Oh ya, untuk koordinator, hubungan pekerjaan kita sepertinya cukup sampai di sini saja, untuk hubungan pertemanan di luar kerjaan, saya masih menganggap teman. Monggo kalau memang karena postingan saya ini membuat pertemanan di luar kerjaan berakhir saya minta maaf sebelumnya karena memposting ini di blog. Dan hubungan antar klien pihak yang dicurigai tersebut, saya masih menunggu pembayaran kekurangan untuk project kerjasama yang lain, dan saya meminta untuk segera dibayarkan. Semoga semua jadi pelajaran berharga buat semua. Dan saya meminta tolong untuk koordinator tersebut agar memberikan penjelasan kepada khalayak.

Saya pribadi, saya Juniawan Widyatmaja, memohon maaf sebesar-besarnya kepada semuanya. Kepada para sahabat saya, dan kepada para korban asap. Sekali lagi saya minta maaf. Maaf.
Salam.

Mas Jun

Working In Silence & Move When The Time Is Right. | Live Slow, Die Whenever. | A Motorcycle & A Mission | Lucky Bastard | Drink Too Much Coffee | me@masjun.com

7 Comments

  1. Saya tinggal di kota Palangka Raya. Kota yang kemarin menjadi kota terparah yang dilanda kabut asap selama 3 bulan lamanya. ISPU sampai di atas angka 2000. Padahal angka 300 aja sudah kategori bahaya. Hampir tiap hari pemandangan kota selalu kuning karena udara berbahaya hasil pembakaran yang tercemar. Belum lagi partikel-partikel beterbangan yang serius mengancam. Dihirup dan masuk ke paru-paru dalam jumlah banyak dapat dibayangkan bagaimana resikonya.

    Jujur saya kecewa dengan buzzing karhutla (kebakaran hutan dan lahan) yang heboh kemarin di media sosial Twitter. Seakan-akan tak ada simpati dan empati terhadap korban kabut asap. Mana buzzingnya kok seakan terkesan masif. Tapi saya salut mas meminta maaf secara tulus. Terlebih lagi di tulisan di atas dikatakan bahwa mas sebenarnya sudah curiga dengan kampanye buzzing tsb. Semoga hal ini bisa menjadi pembelajaran buat kita semua.

    Salam.

  2. Salut bro. Sampai hari ini masih jadi obrolan soalnya mengenai siapa yang punya proyek no penyihir ini (korporasi dan agensi) serta mengapa sejumlah kawan mau membela pembakar hutan..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *