0

Tentang Om Telolet Om

Beberapa hari ini social media twitter rame membahas Om Telolet Om, padahal di Youtube dan FB sudah lama sekali fenomena Om Telolet Om ini. Mungkin karena artis-artis luar negeri khususnya DJ-DJ itu pada ngetwit(djsnake lah yang pertama kali memancing viral ini)

Nah, sebenarnya pengen cerita pengalaman tentang fenomena Om Telolet Om ini. Berawal dari anak kecil umur 10-17(?) yang berdiri di pinggir jalan untuk memberi kode kepada bis agar memberikan klakson teloletnya.

Ketika ditanya sejak kapan fenomena Om Telolet Om ini berlangsung, saya sendiri kurang tahu. Tapi setahu saya bahwa pertama kali yang meramaikan fenomena Om Telolet Om ini adalah armada dari Bis Efiesiensi. Itu informasi dari kawan yang bisa di-verifikasi keabsahannya karena teman saya ini seorang Bismanis Sejati. Dan ternyata berhasil membuat orang untuk menggunakan moda transportasi Bis lagi.

Bis sendiri adalah moda transportasi murah meriah, di mana beberapa tahun lalu sempat agak sedikit tergeser dengan tiket pesawat murah dan kereta api murah. Mungkin lho ini adalah salah satu cara untuk menarik warga Indonesia bahwa “ini lho, masih ada moda transportasi yang lain selain pesawat dan kereta api, Bisnya juga udah bagus-bagus, keren-keren.”. Bahkan kalau dibilang tampilan Bis saat ini bisa dibilang sangat keren-keren.

Tak heran sekarang banyak PO yang yang mencoba ‘mendandani’ armada bis mereka untuk menarik perhatian para penumpangnya. Contohnya dengan memberikan text berjalan, lampu warna warni dan cat yang asik. Bahkan, kabarnya ada PO yang membeli armada yang didatangkan dari Eropa(ini katanya temen saya sih)

Ya, Bismania lah adalah komunitas yang mengangkat ini, memang aneh(buat awam), tapi setau saya apa yang mereka lakukan di komunitas tersebut sepertinya berhasil, dengan menggunakan tagarĀ  #AyoNaikBis itu cukup keren! Bahwa naik bis itu enak, nyaman, murah dan menyenangkan.

Kembali lagi ke Om Telolet Om ya. Bahwa saya sebutkan di atas, banyak anak kecil yang menyukai fenomena suara klakson dari Bis tersebut. Nah, kalau dari sisi yang lain, ini adalah konten buat para youtuber.

Konten buat youtuber? Ya! Konten. Sekarang coba anda cari di youtube dengan mengetik Telolet. Nah, di sana nanti akan muncul video-video konten bis yang membunyikan klakson Teloletnya dan saat itu juga anak kecil yang merekam akan bahagia. Saya pernah mendapatkan cerita dari seorang teman seorang pencari konten di bagian per-youtube-an.

Dirinya bilang begini kepada saya, “saya membelikan anak-anak itu hape harga 1 jutaan, tapi dengan syarat.” Apa itu syaratnya? “Paling gak mereka harus merekam bis-bis yang memberikan klakson telolet beraneka ragam itu.” Ya! anak-anak itu agak sedikit ‘kapusan’ sebenarnya. Di sisi lain mereka terhibur meminta klakson, di sisi lain ada orang yang sedikit memanfaatkan fenomena anak kecil meminta supir bis ini untuk klakson telolet.

Kenapa anak kecil jadi pencari konten? Kalau anda lihat di video-video youtube? Ya karena kalau orang dewasa ‘memohon’ untuk Om Telolet Om kayanya kok ndak pantes. Hahahaha. Ada sedikit cerita juga tentang anak kecil pencari Om Telolet Om. Seorang teman mempunyai anak SMP yang kesehariannya adalah merekam Om Telolet Om di jalan. Sampai pada akhirnya si Ibu ini marah, jengkel, dan akhirnya menyita HP miliknya.

Ya, gimana gak disita, wong pulang sekolah sampai maghrib nongkrong di pinggir jalan dan terminal. Mungkin nilai si anak ini juga akhirnya turun. Makanya sampai disitalah HP si anak. Hahaha. Tapi efeknya si anak ini akhirnya tau macam-macam PO Bis, mesin bis tersebut apa dll. Ya, ada positip dan negatipnya lah. Makanya fenomena Om Telolet Om ini bagusĀ  sih untuk membuat social media kita agak sedikit segar, daripada membahas dan menjelek-jeleknan golongan tiap hari, mendingan kita OM TELOLET OM!

Nah, sekian sedikit cerita setau saya tentang sejarah Om Telolet Om.

 

Mas Jun

Working In Silence & Move When The Time Is Right. | Live Slow, Die Whenever. | A Motorcycle & A Mission | Lucky Bastard | Drink Too Much Coffee | me@masjun.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *