13

Semua Demi Anak Dan Cucu Kita Nanti

Saya bingung mau kasih judul apa, ini perkara tentang apa yang akan terjadi nanti pada tanggal 9 Juli. Ya, ndak usah saya ceritakan apa yang akan terjadi pada tanggal 9 Juli nanti, semua juga tahu apa yang akan dialami oleh semua orang yang ada di Indonesia. Indonesia akan melakukan pemilu presiden pada tanggal segitu.

Banyak hal yang terjadi selama ini, awalnya saya tidak ingin menulis tentang copras-capres ini. Saya dulu pernah menulis di sini tentang ketidakpedulian saya terhadap hingar bingar copras capres ini.

Selama masa kampanye ini saya berusaha mencari info mencari-cari kemana saya harus menggunakan suara saya pertama kali nanti. Banyak hal yang saya dapat, saya sering berdiskusi dengan kawan-kawan dari kedua belah kubu. Saya berusaha membuka pikiran membaca banyak tulisan tentang kedua kubu.

FYI, tempat nongkrong saya (yang lebih terkenal dengan #wedangpoer) di Solo tiap malam adalah tempat dimana ada seorang kawan yang terkenal dengan tehnya. Beliau ini bisa dibilang garis keras salah satu pendukung capres ceking. Ya, di sana kami juga berkumpul dengan kawan-kawan dari banyak komunitas di kota Solo. Saya mencoba membuka pikiran bagian mana yang sekiranya bisa membuat saya falling in love dengan capres ceking ini.

Saya juga punya teman yang cukup lama yang juga pendukung capres chubby. Dia tiap hari nge-share tentang berita tentang visi dan misi dari capres dukungannya di Facebook. Dirinya berbeda dengan para pendukung lain yang suka membagi hal-hal negatif, kami pun sering chat via FB chat.

Tak hanya lewat itu saja saya berusaha mencari info, setiap saya datang ke warung makan, pengunjung angkringan, pedagang rokok, petugas pom, tukang parkir dlsb. Saya berusaha tanya tentang apa yang akan mereka pilih pada tanggal 9 bulan Juli nanti. Tidak hanya di Solo(kandang pak ceking), saya tanya di Semarang, Salatiga, Boyolali dll. Dari mereka lah saya dapat info tentang apa yang akan mereka pilih dan kenapa.

Saya bukan kagum kepada mereka yang punya wawasan luas yang bisa membaca semua berita dan mempunyai akses di internet. Tapi saya sekarang kagum kepada orang yang tidak mempunyai banyak akses di internet tetapi melek politik. Bisa kebayang bagaimana seorang tukang becak/bakul angkringan yang pendidikannya tidak lulus SD berbicara gamblang tentang politik tanpa menjelek-jelekkan. Sangat berbeda dengan mereka yang sangat aktif di social media dengan pendidikan tinggi yang lulusan S1-S3 tetapi selalu membicarakan hal-hal yang buruk.

Seperti kata seorang kawan, pemilihan presiden sekarang sangat menyenangkan. Semua orang pada melek politik, semua seniman pada berkarya yang dibagikan lewat banyak social media, semua kalangan masyarakat pada melek politik tak hanya orang-orang kelas menengah tetapi juga kelas bawah juga, semua seniman mengeluarkan semua kemampuannya untuk meramaikan dan memeriahkan pesta pemilu presiden ini.

Hingga pada suatu saat saya memutuskan menggunakan suara saya untuk pemilu nanti setelah lama tidak menggunakan suara saya pada tanggal 9 Juli nanti. Oh ya, saya ini tidak ingin dicap sebagai tiba-tiba melek politik. Almarhum Eyang saya dulu adalah ketua DPD sebuah partai besar jaman Orba di kota Solo, jadi saya cukup tahu bagaimana cara Orba dan efek dari Orba itu(maaf nggih Mbah Kung)

Mengutip kata-kata  dari Pak Jokowi ketika membacakan Maklumat Jokowi-JK di GBK lalu;

“Saya dan pak Jk berjanji jika Anda memberi kehormatan luar biasa pada kami untuk menjadi Presiden dan wakil Presiden, maka kami akan bekerja keras setiap hari untuk Anda, dan untuk anak-anak Anda.”

BryIxQdCUAABBi1

ya, saya akhrinya memilih untuk mendukung Pak Ceking dan Ndeso ini. Saya ingin mempunyai seorang presiden yang dekat dengan rakyat dan membuat tenang. Jaman sekarang tidak perlu punya presiden yang gagah dan menjadi negara ditakuti oleh negara lain. Saya hanya ingin negara ini tenang, cari duit gampang, tidak takut untuk mengemukakan pendapat dan memberi kritik kepada pimpinannya. Semua ini demi anak dan cucu saya kelak.

BryTmKgCUAIfZYU

Salam2Jari

 

Mas Jun

Working In Silence & Move When The Time Is Right. | Live Slow, Die Whenever. | A Motorcycle & A Mission | Lucky Bastard | Drink Too Much Coffee | me@masjun.com

13 Comments

  1. Woh #akhirnyamilihjokowi
    #salam2jari
    #tegaspilihjokowi
    #presidenNomor2
    #kalempilihjokowi

    *njajal komen

  2. Lharr
    Mau bengi ya ngangkring bareng tukang becak malioboro nyimak obrolan capres mereka lebih santun daripada di socmed

  3. Hahaahahaha alibi kowe..
    Pasti subjektif hihi kayak kumiz

    #Jokowi9Juli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *