Blog Digital Marketing

TEKNOLOGI

Sepiro Penting Dirimu Sampai Takut Data Dirimu Kepake?! Kowe Kih Sopo!

Posting ah, sebenarnya sudah lama banget pengen cerita atau nulis uneg-uneg yang ada di kepala saat ini. Sebenarnya ini antara agak serius dan agak mengisi waktu kesibukan karena nganggur dan gak ada ada kerjaan.

Nah, sekarang ini semua pada rame mbahas tentang penggunaan WA yang sepertinya dipaksakan untuk penggunanya membagikan datanya yang nantinya semua akan diarahkan ke Facebook Messenger(ketoke ya)

Akhirnya sekarang hampir semua orang di sosial media yang saya punya akhirnya ngomongin soal ini. Ntah itu mereka jadi latah biar macak paham atau memang sangat mengerti soal privacy data.

Sekarang kembali ke masalah WhatsApp yang agak ‘memaksa’ user untuk menyerahkan datanya. Sebenarnya sih kalau ngomongin data di ranah digital kok ketoke kaya kita ngomongin “aku iki ikhlas kok.” Ada yang aneh? Aneh, jelas. Karena ikhlas kok ngomong. Hehe.

Ya sekiranya mirip seperti itu, adalah percuma sih sebenarnya kalau kita ngomongin tentang privacy data di mana yang ngomong itu adalah orang yang sebenarnya sudah dengan suka rela sudah memberikan datanya kepada ‘Internet’.

“Lho, aku kan yo pengen ngomongin dataku biar gak dipakai sembarangan!”,.. Oke, gini. Kalau kita ngomong bahwa data kita gak boleh dipakai sembarangan itu oke banget! Itu kalau yang ngomong adalah orang-orang yang benar-benar ‘clear’ dari hal yang berhubungan dengan namanya teknologi Internet.

Kok bisa? Ya jelas bisa. Kamu takut datamu disalah gunakan atau takut privacymu disadap ya? Oke, gini. Kamu bisa membaca postingan ini berarti kamu menggunakan telp pinter, di mana telp pinter itu kalau android berarti kamu punya akun Gmail.

Nah, kamu tau gak kalau Gmail itu juga ‘membaca’ semua gerak gerik kita? Iklan di blog ini misalnya(awas kalau kowe pake adsblocker!), kalau iklannya adalah sesuai dengan apa yang kamu sering browsing atau internet kamu sering gunakan cari sesuatu, ya itulah, Google. Di mana yang menjadi targetnya adalah¬† yo kowe kowe kowe kabeh kuwiii (tulung diklik ya iklannya ya)

Bahkan kayanya kok semua menyalahkan Facebook sebagai pihak yang memaksa pengguna WA berpindah. Lha piye, perusahaan gedhe, punya data, punya kuasa, user sudah tidak bisa pindah lagi, ya wis, suka-suka dia.

Inget kasus Google yang pernah dituntut tentang kenapa kok hanya gmail yang bisa buat akun di Android? Kenapa Yahoo atau Astaga, atau Rocketmail(lawas) gak bisa? Ya karena yang buat kok. Bebas lah mau ngapain saja.

“Tapi, Mas! Kan kita dipaksa! Kalau gak mau ya gak bisa” – Lho, kan kita pake Gojek aja kita dipaksa untuk menandai lokasi kita kok. Trus, kalau kita pake sebuah pembayaran online aja kita dipaksa untuk menyerahkan semua data diri kita sampai bahkan ke foto KTP dllnya hanya dengan iming-iming potongan 20% belanja.

Nah, piye? Sebenarnya kita ini kan sudah dari dulu dengan begitu murahannya sudah menyerahkan semua data diri kita. Kenapa sekarang baru rame ngomongin bahwa data privacy kita ini akan dipakai sembarangan?

Nah, intinya adalah gini deh. Kita bisa memilih kok mau data diri kita disalahgunakan atau tidak alias bisa menjaga data privacy kita yaitu dengan meninggalkan semua yang terhubung dengan internet.

Nah, tapi apa bisa? Kalau gak bisa ya wis, diterima saja. Kalau bisa sih, ya wis, monggo silahkan stop membagi data diri ke aplikasi. Belum terlambat sebenarnya untuk stop install atau menggunakan aplikasi yang bisa membaca data kita. Bisa kok kita cek di ponsel kita dan kita matiin..

Tapi …¬† Sepiro penting sih dirimu kok takut datamu dipakai? Kowe kih sopoooo…

 

Sekian uneg-uneg panjang lebarnya, sekiranya begitu. Mohon maaf kalau rodo selo tulisane, ya gimana lagi, jik nganggur je. Piye, ono gawean ra? Aku gelem..

5 Comments

  1. Lha to to.. aku ki cuma remah2 keripik tempe. Tak pitkir yo wis ket mbiyen dataku dijupuk.. posting2 sosmed podo wae yo wis ra ono privasi. Nek ra gelem yo balik nganggo surat2an. Aku ora klik iklan e oleh rak?

  2. Lha wong iseh ngisi alamat lengkap banget sampe KTP neng undian minimarket kok… :))

  3. Nganu Mas sakjane ki…. nah ngono kuwi!

Leave a Reply