13

Siapa Butuh Kyai

“Siapa Butuh Kyai” Itu adalah perkataan dari seorang kawan ketika bertemu beberapa tahun yang lalu. Saya sendiri bertanya-tanya kenapa Dia berkata seperti itu, lalu dia menjelaskan.. begini sih ceritanya..

Awalnya pembicaraan di angkringan itu bicara tentang obrolan tentang keseharian masing-masing saja sampai akhirnya ketika obrolan santai antar lelaki yang punya banyak pikiran dan obrolan menjurus ke arah serius.

waktu itu saya bercerita tentang seorang kawan yang mencari ilmu ke Kyai yang jauh dari kotanya sampai meninggalkan keluarganya demi ketentraman hati(katanya) demi bertemu dan berguru sama Kyai tersebut. Lalu kawan saya tersebut tertawa ngakak..

“Kowe ngerti ra? Si A(kawan Saya) sekarang berguru di Kyai, sampai ndak pulang. Katanya mencari ketentraman hati” Kata saya kepada kawan saya tersebut.

sambil mengaduk teh dari penjual angkringan kawan saya berkata,” Halah.. Mosok cari ketentraman hati kok sampai ninggalke keluarga to. Kok bodo”

“Emangnya salah to?” Tanya saya sambil membakar rokok.

“Hayo salah to ya.. jadi gini, mencari ketentraman hati itu ya di rumah, bukan cari kyai, sekarang nalarnya kalau dia masih ada keluarga dan orang tua yang komplit, kenapa musti mencari ketenangan di luar itu. Bukannya kamu pernah bilang, kalau ketenangan hati itu ada di rumah” kata kawan saya sambil nyruput wedang teh manis kesukaannya.

“Trus truss…. ” tanyaku penasaran

“Gini deh gampangnya, tak jelaske. Kowe ra konsen mesti karo wasapan karo yangmu toooo” ujar kawan sambil tertawa.

“Prek.. ben!” Jawabku sambil ketawa juga.

“Gini Wan, tak jelaske sing simple wae.. Jadi ketika orang bingung waktu ada masalah dan bingung mau cari tempat dimana mencari nyaman itu, ya sebenar-benarnya itu ada di rumah. Sekarang kalau Dia sampai cari orang pinter, guru, atau kyai sampai ke Arab sana kalau dirinya sendiri ndak nyaman dengan tenang di rumah buat apa?, analogi gampangnya adalah ketika kamu ada masalah dan orang lain sampai tidak bisa menyelesaikan, kepada siapa kamu kembali? orang tua to? keluarga to? emang bisa Kyai atau bahkan seorang sahabat yang sejak kamu kecil sampai sekarang itu menyelesaikan masalahmu?  Aku yakin dia ndak bakal bisa, karena seorang Kyai pun atau teman itu ada batasan dalam membantu. Sekarang kalau kamu pulang ke rumah dan berbicara kepada orang tuamu dan keluargamu, aku yakin kok mereka bakal bisa membantu. Sekarang kalaupun dia datang ke seorang yang ahli, tetap saja suatu saat dia akan pulang to? lha sama orang rumah aja ndak nyaman, gimana mau tenang hidup? logisnya seperti itu bukan?” jelas kawan saya itu..

“Tapi bukannya kita disuruh mencari ilmu ke sampai ke negeri seberang?” tanyaku

“Buat apa jauh-jauh ke negeri seberang kalau di negeri sendiri dia lari dari masalah. Sekarang seorang pengembara itu pasti akan pulang kok. Seperti halnya filosifi ari-ari dalam orang Jawa. Kenapa kok ari-ari itu ditanam di rumah? ya biar jika dia pergi jauh, pasti akan pulang. Mbuh yen kowe.. Ra tau balik. Ari-arimu dibuang neng sungai po, Wan” Kata kawan sambil tertawa terbahak-bahak.

“Prekkkkkk…” Kata singkatku dan disambut tawa kawanku tersebut.

“Nah, gini aja. Kamu pernah bercerita ke aku waktu ada masalah dan kepada siapa kamu mengadu dan meminta restu kan?” tanya kawanku ke aku.

“Yoi, mengadu ke Tuhan, meminta restu ke orang tua” Jawabku

**

Restu dan Doa Orang Tua itu langsung menuju Tuhan tanpa perantara Malaikat

“Nah! itu! Sekarang semua sudah tau kepada siapa mengadu dan berkeluh kesah, seperti halnya orang tua itu selalu memberi restu kepada anaknya. Aku merasakan ketika aku pamit pergi kemanapun aku sempatkan untuk pulang dan meminta restu. Tau ndak rasanya seperti apa ketika kita selesai meminta restu ke orang tua? Rasanya seperti tubuh kita diselimuti semacam pelindung, dan percaya atau enggak, itu akan melindungi kita dan kita akan lebih tenang dan santai menghadapi masalah apapun. Seperti metal armor di Iron Man lah.. Itulah restu dan doa dari orang tua. Restu dan Doa dari orang tua itu melewati banyak protokol kok. Yen kamu mendoakan Aku, kudu lewat malaikat dulu. Tapi ketika orang tuamu mendoakan dan merestui kamu, Doa dan restu orang tua itu langsung tanpa lewat perantara siapapun, bahkan tanpa lewat Malaikat. Pesan itu langsung menuju Tuhan. Jadi kenapa kok ketika mendapat restu dari orang tua itu ampuh?! Ya karena langsung.” Jelas kawanku sambil menghisap rokok putih kesukaannya.

“Asem, kowe serius tenan. Tapi emang bener omongmu kok.” jawabku.

**

Doa Anak Ke Orang Tua Itu Seperti Kereta Ekspres ke Tuhan

“Hahahaha.. Lha biasa to? ngobrol sama kamu mesti dari saru sampe serius. Dari ngomongin cewek sampai ngomongin demit. Tapi gini Wan. Ini serius, tak perlu kamu bingung. Ketika ada masalah, pulanglah. Bicara dengan orang tuamu dan mintalah restu. Apapun itu. Mereka pasti tau kok cara menyelesaikan sehingga kamu bisa menjalani kehidupanmu dengan baik. Jika mereka tidak ada nantinya(meninggal), kamu berdoa. Doa anak ke orang tua yang sudah meninggal juga sama. Doanya seperti kereta ekspres. Cepat langsung ke Tuhan. Jadi kamu ndak masalah cari guru atau Kyai sampai ke negeri Arab sekalipun, asalkan kamu tidak lupa dengan keluarga dan restu mereka. Niscaya kamu tak perlu Kyai sampai tua sekalipun. Karena dalam hidup itu buat aku istilah Guru Dan Kyai adalah Hidup dan Orang Tuamu. Karena kehidupanmu kamu bisa mendapatkan banyak ilmu, ini Guru. Dan orang tuamu lah yang membenarkan mana yang salah mana yang benar, ini peran Kyai. Yah, semacam ngono lah.. ” Kata kawanku sambil menutup pembicaraan malam itu.

Ilmu itu kehidupanmu dan orang tua itu adalah Gurumu

Pembicaraan teh di tempat yang santai seperti Angkringan cukup membuat saya membuka mata dan hati saya, dan akhirnya kita berdua pulang ke rumah masing-masing.

 

 

 

 

Mas Jun

Working In Silence & Move When The Time Is Right. | Live Slow, Die Whenever. | A Motorcycle & A Mission | Lucky Bastard | Drink Too Much Coffee | me@masjun.com

13 Comments

  1. :))) RT: Tahukah kamu ayam arab kluruknya dari kanan ke kiri #nikimasjun

  2. Aduh mas jun,terlalu dalam ilmu nya untuk sekedar dibaca. terimakasih..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *