5

Tempat Nongkrong Tanpa Batasan

Wedangan_Angkringan

Buat yang suka nongkrong pasti tau dong tempat nongkrong itu apa? ya, tempat dimana bisa ngobrol panjang lebar dengan teman dan kawan-kawanmu. Tetapi di era 2.1 ini tempat nongkrong bukan lagi tempat dimana bisa ngobrol panjang lebar dengan teman-teman yang nantinya bisa mengurangi beban pikiran, tapi malah membuat pikiran. Bagaimana tidak, wong nongkrongnya sambil ngomongin kerjaan, apalagi di era 2.1 ini ketika nongkrongpun kepala semua menunduk ke smartphone masing-masing(Saya juga dink).

Coffeeshop, tempat ngebir dll sudah menjamur dimana-mana, tetapi menurut Saya, meski Saya sendiri suka ke coffeeshop sekedar mengurangi spaneng(bahasa indonesianya apa ya?) kerja di rumah, ada satu tempat dimana Saya mencoba berusaha keras tidak mengeluarkan gejet Saya(kalau pacar nge-wasap ya lain perkara), di Angkringan atau Wedangan atau di tempat lain disebut Kucingan.

ASAL USUL ANGKRINGAN, WEDANGAN DAN KUCINGAN

Untuk sejarah asal usul siapa pendiri Angkringan, Wedangan atau Kucingan itu sendiri Saya kurang tau tepatnya kapan, wong Saya ndak diajak rapat waktu bikin kok, tetapi memang penyebutan nama tersebut tiap daerah berbeda, untuk daerah Mataraman (Solo-Jogja) sendiri berbeda, di Solo terkenal dengan HIK/Wedangan. HIK sendiri singkatan dari Hidangan Istimewa Kampung, untuk daerah Jogja biasa disebut Angkringan karena penjualnya menggunakan gerobak Angkring untuk berjualan. Untuk daerah Semarang dan sekitarnya biasanya disebut Kucingan, karena nasinya sedikit seperti makanan yang diberikan kucing, katanya sih gitu.

Oh ya, kenapa tidak ada Angkringan atau semacamnya di daerah Jawa Barat? Karena menurut kabar dari seorang kawan yang berasal dari daerah Jawa Barat, bahwa di daerah Jawa Barat itu tidak ada budaya “medang” atau minum sambil nongkrong di luar rumah. Yah, kira kira begitulah singkat cerita pengetahuan Saya, mohon dikoreksi semisalnya Saya salah.

Saat ini gampang kok menemukan Angkringan/Wedangan di sekitaran Solo/Jogja. Mereka seperti toko Indomakret/Alvamakret yang kira-kira setiap 100 meter ada. Cirinya sih gampang sekali, dengan terpal warna kuning/biru dan ada lampu yang tidak begitu terang di dalamnya, ada juga yang masih menggunakan lampu teplok/lampu minyak, jadi kesannya remang-remang romantis gimana gitu, mungkin inilah penyebab ketika berada di Angkringan atau Wedangan bawaannya pengen curhat.

TIDAK ADA STANDARISASI PANAS KETIKA PESAN DI ANGKRINGAN

Ketika duduk di kursi kayu langsung dihidangkan suguhan(lebih tepatnya jualan makanan, karena suguhan itu kesannya kok ndak mbayar) macam-macam panganan, dari sate usus, sate telor, sate kikil, tahu bacem, tahu isi, tape goreng(awas ketipu! biasanya dikira tahu isi, biasanya letaknya bersebelahan) pokoknya bermacam-macam hidangan kolesterol tingkat tinggi berada di sana. Jangan lupa pesan minuman sesuai selera, bisa teh anget, teh panas(pastikan dulu anda senang dengan teh panas, karena standarisasi panas tiap warung itu beda-beda tidak sama SNI nya, nanti jadinya malah teh anget), bisa juga sesuai keinginan, misalnya teh campur jeruk, teh campur jahe, dlsb. Karena bakul angkringan itu sebenar-benarnya barista. Nah, jadi ketika ingin mencoba macam-macam campuran minuman anget atau dingin di Angkringan/Wedangan pastikan dulu pernah mencoba dan bahannya ada di Angkringan/Wedangan itu sendiri.

Wedangan_Angkringan

TEMPAT NONGKRONG TANPA  BATAS

Kalau ngomongin Angkringan atau Wedangan memang tempat yang spesial buat Saya dan mungkin buat beberapa orang yang pernah makan di sana, selain murah tentunya buat beberapa teman-teman yang lebih suka tempat yang tidak terlalu “hedon” mungkin Angkringan atau Wedangan ini adalah tempat yang paling pas. Tentang tanpa batas disini adalah orang yang ada di warung Angkringan atau Wedangan ini adalah mereka yang ngiras(makan di tempat, bukan #antingiras Si Uni lho) tidak ada batasan kerjaan atau golongan. Ketika mereka sudah duduk di depan hidangan Wedangan sepertinya sudah melepas “pakaian” yang selama ini mereka pakai. Pernah Saya nongkrong pas selo di sebuah Wedangan di Solo ada pengunjung yang dalam kesehariannya adalah seorang direktur salah satu Bank Swasta di Jakarta yang kebetulan dirinya sedang pulang kampung dalam rangka menjenguk kerabat di Rumah Sakit.

 

Ketika itu Saya ngobrol-ngobrol sama Bapak tersebut dan akhirnya Saya tanya kenapa masih mau wedangan?

Beliau menjawab,”Yah, namanya juga nostalgia Mas, Saya dulu waktu masih jadi mahasiswa di Solo Saya sering nongkrong di wedangan. Dan ini yang membuat Saya rindu akan kondisi sederhana dalam Wedangan Mas, tidak ada batasan, toh Saya di sini juga tidak ada yang kenal dan tidak dipikirkan dengan kerjaan, ngeteh ginastel(legi panas kenthel) dan bakar beberapa makanan biar anget lagi itu yang membuat Saya selalu kangen dengan Wedangan di Solo.”

TAK PERLU MANIS, YANG PENTING PENGERTIAN

Memang kondisi seperti itu yang Saya rindukan dengan Wedangan, bukan berarti ketika Saya masih merantau di Jogja Saya tidak pernah ke Angkringan atau merasakan suasana yang menyenangkan di Angkringan, tetapi kondisnya beda menurut Saya dengan di Jogja. Solo adalah tempat dimana Saya pulang ke tempat yang disebut “rumah”, ya, sebenar-benarnya rumah, tempat Saya pulang bertemu orang tua setelah merantau sekian lama. Setiap pulang ke Solo waktu masih merantau pun selalu Saya sempatkan ke Wedangan langganan Saya. Setelah pulang merantau dari Solo selama 13 tahun, akhirnya Saya bisa menikmati suasana Wedangan yang tak pernah membuat Saya bosan setiap hari. Ya, Untuk hal ini, Saya tidak pernah akan bisa bosan dengan Wedangan, suasana remang-remang, becek ketika setelah hujan, apalagi dengan keakraban bakul Wedangan yang selalu hafal dengan pesanan Saya. Ya, Teh Panas, gulanya satu setengah sendok makan, ndak perlu manis-manis, yang penting pengertian.

 

Mas Jun

Working In Silence & Move When The Time Is Right. | Live Slow, Die Whenever. | A Motorcycle & A Mission | Lucky Bastard | Drink Too Much Coffee | me@masjun.com

5 Comments

  1. Angkringan/nasi kucing sekarang sudah buka cabang nya di kota cirebon- jawa barat mas brow..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *