11

Teras Dan Balkon

Ntah kenapa tiba tiba pengen nulis ini. Mungkin karena lagi rindu sama tempat #biyasa di rumah. Apa sih tempat #biyasa itu?

Tempat #biyasa itu teras dan balkon rumah. Disana suka duduk sambil udut ditemani segelas teh panas sembari menunggu senja *bahasamu wan*

Saya sedikit sentimentil dengan suasana rumah di teras dan balkon rumah. Karena dulu ketika Almarhum Eyang Kakung suka lenggahan(duduk santai) di kursi malasnya sambil dengerin radio kemreseknya, sering kalau malam setelah semua urusan makan dan dapur selesai Eyang Putri suka nyusul di teras nemenin Eyang Kakung sampai malam dan ketika sudah larut malam Eyang Putri masuk rumah dan sare, sedangkan Eyang Kakung masih lenggahan di kursi malasnya sampai subuh(ntah sare apa ndak).

Kegiatan Mereka pun ditularkan ke anak-anak-nya. Bapak dan Ibu sedikit ketularan dengan kegiatan Mereka. Tapi bukan di teras tapi di balkon. Bahkan Bapakpun sampe pengen menghayati tempat seperti mbah kakung sampai beli kursi dari ban yang punya nama lain ITB( Iki Tilas Ban).

Karena satu dan lain hal, kamar Bapak Ibu pun pindah ke bawah, dan kamar atas Saya yang nempatin(tadinya saya adalah anak yang ndak punya kamar sendiri di rumah, dan tidurnya di luar). Dan tempat favorit Bapak Ibu pun sudah ndak ada yang nempatin lagi. Kursi ban pun kosong lama tidak dipakai.

Karena ketika pulang ke rumah ndak pernah udut di dalam rumah, Saya pun cari tempat udut yang tidak mengganggu orang rumah. Di teras yang Bapak Ibu lama tinggalkan saya tempati sambil ngeteh sore sambil udutan melihat genteng tetangga menunggu senja. *mutah paku payung*

20130607-040520.jpg

Saya pun terkadang ngalamun, ngalamun surup-surup(senja) itu aslinya ndak bagus, karena takut kesurupan katanya, tapi apa daya, wong saya ini wong paling selo, bahkan saya dikira ndak punya kegiatan lain selain ngetwit tok(padahal yo situ ndak tau kalau saya pernah pecicilan kesana kemari nyebar brosur perumahan to?)

Oh, iya.. Saya punya keinginan sederhana. Saya yang dulu kerja di sebuah perusahaan properti yang nyaris gulung tikar pun sepertinya masih belum sah jadi pegawai perusahaan properti karena saya yang tukang jualan rumah malah belum punya rumah.

Terkadang saya yang kerja di perusahaan properti heran sama selera orang-orang yang pengen rumahnya tampak dengan gaya ini lah gaya itu lah, model minimalis model modern dll dkk. Mereka mungkin hanya berfikiran bahwa dengan rumah gaya yang aneh-aneh terkadang melupakan faktor kenyamanan untuk tinggal. Buat saya rumah yang nyaman adalah dimana anggota keluarga bisa kumpul bersama disuatu tempat dan bercengkrama disana membahas banyak hal. Bukan rumah dengan model yang aneh-aneh yang saya sendiri mungkin tidak nyaman dengan model rumah yang aneh-aneh tersebut, atau mungkin saya ini termasuk orang ndeso yang ndak paham selera modern orang-orang itu.

Dimanakah tempat yang nyaman di rumah itu? Ada banyak!

  1. Ruang Makan
  2. Tempat Tidur
  3. Ruang Keluarga
  4. Teras dan Balkon

oke, Saya jelaskan satu per satu.

  1. Ruang Makan: Saya sendiri punya nostalgia ketika kecil waktu sebelum berangkat sekolah, kami sekeluarga kumpul di meja makan sambil ngobrol apakah PR saya sudah dikerjakan, disana PR Saya dicek oleh Bapak dan Ibu. Kebetulan Bapak dan Ibu adalah Guru, jadi pasti tau. Dengan sarapan nasi putih panas dan kecap serta telor dadar adalah sarapan yang sehari-hari kami. Kalau ada abon, pasti lebih nikmat.
  2. Tempat Tidur: Nah, ini! sebenarnya ini adalah tempat dimana seseorang yang sudah berkeluarga saling bercerita tentang keseharian dan apa yang akan direncanakan esok hari. Untuk ini Saya belum punya pengalaman bobok di kamar(rumah sendiri) kalau di kos sih sok kadang-kadang. Tapi kan ndak sama Bojo. Itupun keselang suara dari Winamp. *halah*
  3. Ruang Keluarga: Disini adalah tempat yang asik lho~ Disini kami(Saya, Adik dan Bapak Ibu) suka ngobrol sambil makan malam, terkadang kami sekeluarga selain makan di ruang makan, kami sering makan dan ngobrol di ruang keluarga sambil lihat TV, mungkin karena suasana yang santai jadi kami pun lebih enak menerima saran dan pendapat dari anggota keluarga lain.
  4. Teras atau Balkon: Ini sebenarnya sih bonus, karena tidak semua rumah memilki balkon tingkat, mungkin lebih banyak teras daripada balkon di rumahnya. Saya ini sok membayangkan kalau nanti memiliki rumah sendiri saya dan keluarga saya ngobrol sore sambil nge-teh/ngopi sambil makan pisang goreng berdua sama istri saya(nanti). Kalau kata Dek Jinjit “Buneeee.. Endi teh angetkuu.. “

Buat Saya, rumah itu adalah tempat dimana kita kembali ketika kita sudah merasa capek dengan urusan di luar sana. Tempat istirahat, dimana tempat istirahat itu harus senyaman mungkin. Bukan perkara gaya dan model rumah. Masalah rumah mau gaya minimalis, maksimalis dan model rumah gaya interior warna warni, model rumah dari Eropa atau Jawa modern sekalipun kalau penghuni tidak merasa nyaman buat apa. Kalau penghuni nyaman dan ada rejeki boleh lah pake model-model seperti itu.

Masalah Teras dan Balkon hanya perumpamaan saja, Teras dan Balkon adalah tempat saya nyaman dan tenang, keinginan yang nantinya ketika punya rumah, saya dan isinya(bojo dan anak nanti kalau rabi) akan merasa nyaman tinggal di rumah. meski rumah itu nantinya sederhana, yang penting isinya merasa nyaman dan akan selalu rindu akan rumah.

 

Mas Jun

Working In Silence & Move When The Time Is Right. | Live Slow, Die Whenever. | A Motorcycle & A Mission | Lucky Bastard | Drink Too Much Coffee | me@masjun.com

11 Comments

  1. untuk rumah, aku ndak suka minimalis..
    untuk mbak-mbak, aku suka yang minimalis.. alis e dicukur sampe minim
    lagi ngumpul2 buat DP KPR! Kepingin Punya Rumah.. Filosofiku, jodho bakal teko lan nunut nginep yen kita wes duwe omah.. lek saiki ra penak karo pak kos…

    • perkara punya rumah dewe itu sebenarnya bonus. bapak sama ibu-ku kih punya rumah dewe pun setelah 15 tahun nunut di rumah eyang. rejeki itu mesti ono yen AWAK’E DEWE.. (IYA! AWAK’E DEWE, NDASNYA NDAK ADA) berusaha. Jadi, terserah, mau punya omah sik opo duwe yang sik. yen aku sih wis duwe yang, mboh yen kowe~

      • sesama pria belum duwe yan9 iki, kita harus sejalan, dik thon9!! Kita harus bersatu agar bisa duwe yan9 seperti mas jun!

  2. impianku yo duwe omah nang Mbantul koyo si_enthon9 jinjit. omah Jowo, duwe tonggo, ora duwe pager beton, ning akeh pager piring (aaammiienn). Ruangan e sesuai dng peruntukannya. Duwe ruang ngumpul sek gede iso nggo goler-goleran. duwe latar nggo dolanan bocah nek sore-sore. tur cerak masjid sek son sistem e ora mung waton banter. NGIMPIII!!!

    • semua berawal dari mimpi, tak ada yang tak mungkin jika keinginan itu ada dan disertai usaha tentunya.. *macak MLM*

  3. aku setuju kalo tempat makan jadi tempat favorit yang ternyaman di sebuah rumah.. Di sana tempat semua keluarga ngumpul dengan apa adanya.. Mas Jun idolaku! :’)

    • yoi, makan lodeh sambel dan gereh layur sepertinya kemewahan dan nikmat jika berkumpul dan bercanda bersama keluarga.. situ idola saya juga prab!

  4. ngomahku, ruang tamu gabung karo ruang keluarga gabung karo ruang makan.
    ruang ngrokok gabung karo kompor. ben nek genine mlumpat, iso jionan karo tabung gas.
    ning tetep localhost ki sweet localhost.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *