8

Tragedi Tali Kutang

Postingan ini menanggapi gencarnya komen di Path lho! bukan membahas lagu dari Cak Dikin. Di akun Path, saya memposting gambar seorang member girl band idol grup yang cukup terkenal di kalangan Mas-Mas hingga Om-Om pencinta dedek dedek gemes yang kalau manggung itu ramene kayak orang dari desa yang lagi njenguk tetangganya sakit sampai nyarter bis/angkot. Ruame poool!

Kronologi mendapat gambar tersebut adalah waktu itu saya dapat dari FB yang saya save lalu saya posting di Path. Nah. Selo sekali bukan? Yah, namanya juga lagi jenuh di twitter(tetapi masih mengamati sih kalau lagi selo. Nanti kalau sudah agak selo dengan kerjaan disempatkan ngetwit) Hehehe.

Nah, kembali ke masalah postingan saya di Path tadi. Dengan captions seperti gambar di bawah ini;

nah, tentunya dengan gambar yang seperti itu saya tergugah dong sebagai seorang pria yang setidaknya mengetahui bahwa ada yang salah dalam gambar tersebut, dan saya juga tidak merasa bersalah jika menggunakan captions seperti itu bukan?!, Eh, ternyata di komen akun Path saya itu malah rame, nah inilah tanggapan teman-teman saya yang sungguh nggapleki sekali di komen akun Path saya:

20140321-233147.jpg

Saya juga pernah mengalami sebuah kejadian dimana ketika jalan-jalan di sebuah mall kemudian melihat mbak-mbak dengan dandan yang sepertinya dirinya itu salah tempat main. Eh, tapi kok ndilalah namanya juga manusia, sok kadang melihat sesuatu yang janggal itu dilihat dari tempat yang terkadang orang lain tidak melihat. TALI BEHA! Nah! Tali beha-nya yang warnanya hitam(beha hitam adalah kunci!) itu mluntir (mlintir) sebagai lelaki yang tau bahwa ada yang salah, mau ngasih tau kok nanti malah dikira tidak sopan.

Seperti halnya gambar di atas, saya yakin kok masnya yang foto itu awalnya lebih fokus ke foto kelek daripada ke tali beha bening (invisible straps) itu. Tetapi saya di postingan ini tidak mau membahas kelek dedek-dedek itu yang saya yakin ambune juga kecut juga.

Oke, fokus ke tali mlintir dan lepas itu. Sebenarnya ada sebuah pesan moral yang bisa disampaikan, bahwa ketika melihat ada yang salah di depan kita meski kecil itu sebenarnya tidak perlu dibesar-besarkan. Perkara nanti gimana tali itu mau dibenerin atau enggak, itu perkara kesadaran diri sendiri kok. Kalau ndak mau dibenerin ya udah. Kalau mau dibenerin ya sukur, toh akan lebih baik jika ada yang salah itu dikoreksi. Bukan begitu?!

 

Duh, selo sekali ya sampe di-blogne, yang lebih selo sih jane yang baca sih. :))

Mas Jun

Working In Silence & Move When The Time Is Right. | Live Slow, Die Whenever. | A Motorcycle & A Mission | Lucky Bastard | Drink Too Much Coffee | me@masjun.com

8 Comments

  1. Wah aku baru tahu soal tragedi tali kutang ini :))

    Sakjane tragedi tali kurang yang ucul itu cukup jamak terjadi sih, kebetulan saja kali ini terjadi pada seorang pesohor hehe..

    Besok-besok njenengan akan harus belajar melepaskan tali kutang dengan satu tangan lho. Eh apa udah mahir?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *