1

Pengalaman Menginap Di Kampung Lumbung Boutique Batu Malang Jawa Timur

Pandangan Dari Balkon Omah Pohon Kampung Lumbung

Sebelum memutuskan untuk datang ke kota Batu Malang, saya bimbang. Bimbang karena harus ke mana menginap. Waktu itu istri memilih menginap di Kampung Lumbung Boutique. Kesan saya adalah: Yakin nih, nginep di sini?! Saya kurang suka dengan suasana serba kayu-kayu lawas. Beberapa kali istri pengen meninap di hotel dengan model rumah kuno-kuno, saya selalu menolak. Ya karena saya sih sebenarnya agak sensitifan dengan hal-hal seperti itu, meski tidak menutup kemungkinan bahwa di hotel-hotel yang bangunannya modern-pun ada begituan juga. Hahaha.

Oke, seperti yang saya ceritakan di sini, bahwa kami tampaknya datang terlalu awal di kota Batu. Jam 07:00 WIB kami sudah sampai di Batu, melihat jam akhirnya saya memutuskan untuk menelfon tempat saya menginap, yaitu Kampung Lumbung Boutique. Dugaan saya benar, ternyata saya harus menunggu hingga jam 14:00 WIB unutk melakukan check in.

Setelah saya menjelaskan bahwa saya sudah melewati perjalanan yang cukup jauh blablabla, akhirnya saya diberikan alternatif untuk upgrade room. Saya pertimbangkan dengan istri saya. Dan akhirnya nunggu makan kelar(ini pas lagi istirahat liat pemandangan hahaa), saya otw ke lokasi.

Setibanya di Kampung Lumbung, saya kanget. Ini hotel kok jalannya kecil banget, saya agak kurang yakin. Ya wis, ambil sein ke kanan, saya masuk. Jreng… ternyata jalannya kecil lewat gang di antara rumah. Tapi dalamnya GUEEDHEEE! Lokasinya ternyata ngantong, jadi saat masuk kecil, sampe dalamnya jos!

Saya kemudian markirin kendaraan saya dan ke reseptionis. Sampainya di gubug receptionist, saya melakukan check-in, dan saya kemudian bercerita bahwa saya yang telpun tadi, dan apakah bisa saya langsung check in saja, karena telapak kaki rasanya pegel-pegel kaya habis dislentiki Optimus Prime.

Jawabannya ternyata sama, yaitu saya bisa check in tapi jam 14:00 WIB, dan saya kemudian diberikan alternatif lain yaitu early check-in. Setelah saya berdiskusi dengan istri, saya mengiyakan untuk early check in. Ternyata sodara-sodara, saya tidak hanya diberikan early check-in, tapi upgrade tempat! dan WOW sekali!

Jadi gini, saya memesan kamar via sebuah perusahaan pemesanan online, dan saya dan istri memesan room hotelnya, saya awalnya mengira bahwa room hotel sama dengan yang akan saya terima di sini, ternyata tidak. Di sini ada 2 kategori, kategori 1: adalah room hotel dan ketegori 2 adalah cottage. Dan pemesanan saya yang tadinya mendapat room hotel, akhirnya diupgadrade ke cottage! Hahaha. Seneng sekali!

Kamipun seneng karena kami tidak menduga sih, bakal sebagus itu cottagenya. Saya dan istri diantar oleh petugas receptionis. Setibanya di cottage itu, saya dan istri langsung bilang “OKE! KITA UPGRADE!”. Kami mendapatkan salah satu cottage yang diberi nama “Omah Pohon”, di dalam “Omah Pohon” tersebut saya terkagum-kagum. Asem, keren bener ini(norak gakpapa ya, jarang piknik masalahnya).

Sesampainya di Omah Pohon, saya meletakkan barang-barang saya, agak ngos-ngos2an juga, karena jalan dari parkiran ke arah cottage-nya cukup menurun. Hosh hosh. Olah raga lah. Mana belum tidur, masih kudu naik turun tanjakan. Hahaha. Tapi gapapa, wong ini adalah worth it to menggeh-menggeh kok.

Kamipun leyeh-leyeh di beranda kamar Omah Pohon tersebut, setelah mata cukup capek melihat lampu kendaraan, mata kami diberikan istirahat, yaitu melihat suana ijo-ijo dan angin sembribit dari udara adem di Batu Malang. Rasanya pengen sekali tidur, tapi kok sayang banget. Akhirnya petugas datang membawakan tremos berisi air panas. Oke, saatnya buat kopi sambil lihat pemandangan.

Setelah cukup ngopi dan slonjoran, akhirnya kami putuskan untuk istirahat saja, sambil memulihkan tenaga untuk jalan-jalan di kota Batu nanti malam. Untuk isinya jalan-jalannya sih bisa dilihat di sini. Setelah bobo’ di kamar yang dingin(note: di kamar tidak ada AC, meski tidak ada AC tapi kamar cukup dingin kok, sejuk enak kalau buat kruntelan), saya putuskan untuk mandi. Dann.. Kamar mandinya cukup keren.

Kampung Lumbung Boutique ini mengedepankan konsep Eco Friendly alias pertemanan yang enak. *halah*, tapi memang kok, selama saya menginap di sini, semua menyenangkan. Dari staff yang asik dan seru diajak ngobrol, suasana yang jos gandos, breakfast-nya yang oke, dan asik lah, adem-adem gitu.

Tampaknya kok postingannya isinya positip semua, oke, saya ingin memberikan cerita tentang apa yang menurut saya kurang well, biar berimbang.

  • Kemarin sempat ingin posting ini saat di sana, tapi sayang sekali, sinyal wifi di sana kurang bagus, jadi saya urungkan untuk postang posting tentang ini. Lagian di sini saya memang untuk ‘istirahat’ dari rutinitas. Dan saat mau memeriksa hape, sinyal di sana juga gak sesuai harapan juga, mungkin karena memang disuruh istirhat gak pegang hape. Hahaa.
  • Jalanan menuju cottage cukup bikin ngos-ngos-an, karena jalanannya cukup menanjak, mungkin alangkah baiknya jika anda ingin mengajak orang tua(sepuh)/difabel, lebih baik menempatkan mereka ke hotel saja, bukan ke cottage, karena tidak ada anak tangga-nya, dan jika membawa anak kecil yang semangatnya terlalu tinggi, paling gak anda harus menggandeng anak anda, karena bisa kenjlungup(duh, bahasa indonesianya apa ya).
  • Satpam penyebrangan tidak ada, nah ini juga saya agak sedikit kritik dan saran sih, saat saya ingin masuk gang/keluar gang, saya agak cukup lama untuk potong jalan dikarenakan lalu lintas di depan gang itu sangat padat, beruntung saya waktu itu lalu lintasnya tidak begitu ramai, tapi musuhnya orang yang ngebut, jadi mak jegagik nyaris saja kena motor.
  • TV Kabel, ini sebenarnya sama aja sih, seperti sinyal hape/wifi, buat yang pengen nonton TV kabel, kayanya keinginan itu harus diurungkan, karena balik lagi, ternyata memang saya tidak ingin nonton. Hahahahaa.

 

Gallery

 

Penilaian saya: Cukup Puas dengan pelayanan yang saya dapatkan di Di Kampung Lumbung Boutique Batu Malang Jawa Timur. Kalau bisa ngasih bintang, saya berikan 4,5/5. Dengan pemandangan yang indah, serta apa yang saya dapatkan dari hotel yang baru berumur 6 tahun ini, saya cukup senang. Kalau ada komenDi Kampung Lumbung Boutique Batu Malang Jawa Timur itu seperti Ubud di kota Batu atau Surga yang tersembunyi tampaknya tidak salah. Saya merekomendasikan tempat ini. Buat yang mau honeymoon, atau bareng keluarga. Tempat ini cocok. Sitimewa! Tempatnya juga tidak terlalu jauh dengan arena wisata Jatim Park 1-2 dan Museum Angkut.

Tips: Oh, ya ini menurut saya penting juga dan saya juga baru tahu setelah ngobrol dengan pegawai saat santai setelah berenang. BTW, sedikit info(air di kolam renang adalah air dari sumber mata air pegunungan, jadi memang dingin dan tidak bau kaporit.), jika anda ingin menyewa cottage di Kampung Lumbung, anda lebih baik melakukan pemesanan via web Kampung Lumbung di web grahabunga  karena menurut cerita bahwa cottage-cottagenya tidak selalu di-open di jasa pemesanan hotel online-online itu. Tambahan, ternyata di Kampung Lumbung juga tersedia penginapan untuk para Backpacker lho(cek gallery)

Hmm.. Apa lagi ya. Tampaknya semua sudah cukup deh, btw, postingan ini bukan postingan berbayar dari pihak manapun, saya hanya me-review- karena saya cukup puaaas dengan apa yang saya dapat di sini. Mungkin suatu saat saya ingin kembali lagi ke sini.

 

Mas Jun

Working In Silence & Move When The Time Is Right. | Live Slow, Die Whenever. | A Motorcycle & A Mission | Lucky Bastard | Drink Too Much Coffee | me@masjun.com

One Comment

  1. Hallo mas…salam kenal…agustus ini rencana mau nginep disana…mau tanya nih…sy dari surabaya mungkin lewat daerah karangploso…rute ke sana jalannya gimana ya mas?menanjak ga?soalnya bawa mobil tua…hahaha…takut mogok dijalan…makasiiiy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *